
“Wah benar juga” Belinda menarik turun pistolnya,
Aiden menghela nafas dan menurunkan pundaknya
dan kakinya yang tegang, tapi Belinda kembali mengacungkan pistol
kearah Aiden, Aiden kembali terkejut dan mengangkat kedua tangannya
“Kau pasti mengira aku akan mengatakannya kan, asal kau tau terakhir kali aku
percaya padamu aku terlempar ke dunia lain” tatapan Belinda terlihat berbeda,
Ia tidak melihat orang didepannya sebagai Aiden melainkan Elio, dan hal itu
membuat perasaannya menjadi buruk.
“Apa maksudmu? Kapan aku… Hei itu bukan aku, ya.. seperti katamu dulu, mungkin kita
orang yang sama tapi aku jelas-jelas berbeda, bukankah kau merasa bahwa aku
berbeda dengannya” Aiden mulai menurunkan kedua tangannya dan mencoba berdiri
“kalian berdua sama saja” Belinda tidak bisa menahan perasaannya, amarah kepada Elio
tidak bisa terbendung, Ia menodongkan pistol dan langsung menarik pelatuknya
kearah Aiden,
Aiden menangkis pistol Belinda dengan membelokkan tangan Belinda, namun pelurunya
lebih cepat dari tangan Aiden, lengan kanan atas Aiden tergores cukup dalam
oleh peluru.
Bagaimana bisa Aiden menghindari pistol seperti di film-film? Kali ini kita akan membahas
tentang asal usul Aiden
Aiden adalah anak diluar nikah, berbeda dengan Elio, Ia dibesarkan sendiri oleh ibu
kandungnya, Ibunya adalah seorang mantan mata-mata sebuah negara komunis, nama
aslinya adalah Lina, Lina berhenti menjadi mata-mata setelah hampir mati
tenggelam di tengah lautan saat menjalankan misi, namun Ia diselamatkan oleh
sebuah perahu nelayan yang hendak pulang, Ia akhirnya hidup dengan identitas
palsu, usia Lina saat itu adalah 19 tahun, 5 tahun kemudian Ia bekerja menjadi
detektif swasta dan ternyata identitas barunya tidak benar-benar bisa mengubah
hidupnya semudah itu, Ia diburu oleh Negara asalnya dan hendak di musnahkan,
Lina bersembunyi ketengah hutan dan masuk ke wilayah terlarang, wilayah
tersebut adalah wilayah pribadi dan ya itu merupakan wilayah Steven Dario ayah
kandung Titania, saat itu Steven sudah menikah dan Titania berusia 1 tahun.
Salah seorang murid Steven melakukan kesalahan dalam penelitian sebuah bunga yang
beracun, bunga itu mampu memberikan efek halusinasi tingkat tinggi layaknya
sebuah narkoba, ada 3 orang didalam lab tersebut termasuk Steven, dan mereka
semua terkena efek bunga beracun tersebut, Ibu Aiden mengira bahwa laboratorium
tersebut sebuah gudang terbengkalai, Ia memutuskan untuk masuk dan terkena efek
yang sama.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka semua masih tidak sadarkan diri, tetapi efek bunga beracun itu
sudah menghilang, pagi berganti siang, siang berganti sore Steven dan kedua
muridnya mulai sadar tetapi mereka semua berada di tempat yang berbeda.
Lina yang sedari kecil sudah dididik keras sebagai seorang mata-mata, memiliki
tingkat kekebalan tubuh yang berbeda Ia berhasil sadar lebih dulu namun saat Ia
terbangun Ia melihat Steven disampingnya, Ia kebingungan dan hendak keluar dari
sana, Steven mulai tersadar Ia membuka matanya perlahan dan mendapati dirinya
terbaring di lantai, Ia melihat seorang wanita yang mondar mandir mencari jalan
keluar, tubuhnya lemas dan kepalanya pusing, Steven akhirnya kembali pingsan.
Lina berhasil keluar dan memutuskan pergi ke negara lain untuk kesekian kalinya, Ia
mengubah namanya menjadi Diana,namun hal lain membuat Lina terkejut karena Ia
melahirkan seorang bayi laki-laki, Ia terkejut dan berniat membuang bayi itu,
tetapi akhirnya Ia memutuskan untuk merawatnya, bayi itu tumbuh menjadi anak
yang baik, Ia menguasai sedikit ilmu beladiri yang diajarkan oleh Lina, saat
besar Aiden memutuskan untuk menjadi Tentara, Ia merupakan anak yang sangat
menonjol bukan hanya tampilan fisiknya namun Keterampilan beladiri dan otaknya
yang pintar membuatnya bergabung dalam sebuah pasukan khusus untuk mencari
seorang buronan, Ia menjalankan misinya dengan posisi sebagai seorang kapten,
Ia melakukan briefieng dengan para atasannya, dan target buronannya sudah
Misinya dilakukan malam hari disebuah gudang kayu dan saat tiba dilokasi Aiden merasa
ada sesuatu yang janggal, namun Ia kembali fokus dan mengatur timnya sebaik
mungkin, saat Ia menggerebek target Ia menjatuhkan pistolnya
“Ibu..” Lina berdiri di bawah lampu remang-remang sambil tersenyum kea rah Aiden,
Lina kemudian menyuruh Aiden untuk diam
“Ssstttttt....” Lina menggelengkan kepala memberi isyarat kepada Aiden.
Tanpa pikir panjang Aiden mengambil pitolnya kembali dan berbalik kearah timnya,
“Jangan bergerak, bergerak sedikit saja kutembak kepala kalian” Hati Aiden bergerak
lebih dulu daripada logikanya
Para atasannya yang ikut memantau mulai panik, mereka tidak
mengetahui jika Aiden memiliki hubungan dengan target
“Aiden hentikan” Lina berbisik pelan kepada Aiden
Aiden terus menerus di tekan oleh atasannya
“Apa kau sudah gila apa yang kau lakukan, tembak targetnya sekarang juga”
Anak buahnya hanya kebingungan dan
tidak bisa bergerak, namun karena atasannya mulai mengancam, akhirnya salah
satu rekan Aiden nekat untuk mengangkat senjatanya, Aiden langsung melepaskan
__ADS_1
tembakan ke arah senjata rekannya tersebut, hal itu membuat semua timnya
bergerak dalam posisi siaga, Aiden tidak tau bagaimana Ia akan keluar dari
masalah ini, Ia ingin mendengar alasan kenapa Ibunya menjadi target, berbagai
kemunginan terlintas dalam benak Aiden, namun Ia tidak bisa memungkiri
kenyataan bahwa target itu memang benar Ibunya
“Jangan bilang bahwa aku adalah Ibumu,
kau harus hidup normal, maafkan ibu karena harus membuatmu berada pada posisi
ini, tembak aku sekarang, aku akan lebih tenang jika mati ditangan anakku sendiri”
Lina tersenyum hangat kepada Aiden.
mendengar ucapan Ibunya Aiden mulai
yakin bahwa Ibunya menyembunyikan sebuah fakta gelap di belakangnya selama ini,
air mata Aiden menetes, rasa bingung, takut, dan marah kepada ibunya bercampur
menjadi satu, satu-satunya keluarga yang Ia miliki, cahaya yang menerangi
kehidupannya selama ini, harus Ia lenyapkan dengan tangannya sendiri.
Aiden memutar fakta dan menyembunyikan
kenyataan Ia memiliki hubungan dengan Lina, Ia dipecat dari militer dan pergi
ke Negara lain.
Dan Aiden kembali ke Negara ini, selain kebenaran tentang jati diri Lina,
Ia memiliki banyak pertanyaan lain
seperti siapa kah ayahnya? Namun itu semua tidak pernah mendapat titik temu, Ia
sama selama ini tidak mengetahui apapun tentang masa lalu Lina. Aiden
memutuskan untuk hanya menikmati sisa hidupnya tanpa tujuan ataupun ambisi.
Kembali ke depan, darah Aiden mengucur
di lengannya Belinda tidak menghiraukan sama sekali, Ia melewati Aiden yang
berusaha menahan aliran darahnya, Belinda menodongkan pistol menyentuh kepala
Titania, mereka berdua saling bertatapan, Belinda melepaskan maskernya
“Maafkan aku, jika aku diberi kesempatan lagi aku akan tetap memilih
tindakan yang sama” Belinda sama sekali
tidak berkedip, namun sesungguhnya hal itu terjadi karena Belinda sangat
ketakutan.
Titania yang selama ini tidak pernah diculik, sangat syok Ia hanya
gemetar dan tidak sanggup berbicara, namun
tiba-tiba keduanya seperti mengalami dejavu hanya saja, mereka berada di rungan
putih, Belinda sedikit ragu untuk menembak hingga akhirnya Titania mulai
bersuara
“Belinda?”
__ADS_1
Bersambung…..