White Room

White Room
(Season 2) #4 Cahaya Hidupku


__ADS_3

“Wah benar juga” Belinda menarik turun pistolnya,


Aiden menghela nafas dan menurunkan pundaknya


dan kakinya yang tegang, tapi Belinda kembali mengacungkan pistol


kearah Aiden, Aiden kembali terkejut dan mengangkat kedua tangannya


“Kau pasti mengira aku akan mengatakannya kan, asal kau tau terakhir kali aku


percaya padamu aku terlempar ke dunia lain” tatapan Belinda terlihat berbeda,


Ia tidak melihat orang didepannya sebagai Aiden melainkan Elio, dan hal itu


membuat perasaannya menjadi buruk.


“Apa maksudmu? Kapan aku… Hei itu bukan aku, ya.. seperti katamu dulu, mungkin kita


orang yang sama tapi aku jelas-jelas berbeda, bukankah kau merasa bahwa aku


berbeda dengannya” Aiden mulai menurunkan kedua tangannya dan mencoba berdiri


“kalian berdua sama saja” Belinda tidak bisa menahan perasaannya, amarah kepada Elio


tidak bisa terbendung, Ia menodongkan pistol dan langsung menarik pelatuknya


kearah Aiden,


Aiden menangkis pistol Belinda dengan membelokkan tangan Belinda, namun pelurunya


lebih cepat dari tangan Aiden, lengan kanan atas Aiden tergores cukup dalam


oleh peluru.


Bagaimana bisa Aiden menghindari pistol seperti di film-film? Kali ini kita akan membahas


tentang asal usul Aiden


Aiden adalah anak diluar nikah, berbeda dengan Elio, Ia dibesarkan sendiri oleh ibu


kandungnya, Ibunya adalah seorang mantan mata-mata sebuah negara komunis, nama


aslinya adalah Lina, Lina berhenti menjadi mata-mata setelah hampir mati


tenggelam di tengah lautan saat menjalankan misi, namun Ia diselamatkan oleh


sebuah perahu nelayan yang hendak pulang, Ia akhirnya hidup dengan identitas


palsu, usia Lina saat itu adalah 19 tahun, 5 tahun kemudian Ia bekerja menjadi


detektif swasta dan ternyata identitas barunya tidak benar-benar bisa mengubah


hidupnya semudah itu, Ia diburu oleh Negara asalnya dan hendak di musnahkan,


Lina bersembunyi ketengah hutan dan masuk ke wilayah terlarang, wilayah


tersebut adalah wilayah pribadi dan ya itu merupakan wilayah Steven Dario ayah


kandung Titania, saat itu Steven sudah menikah dan Titania berusia 1 tahun.


Salah seorang murid Steven melakukan kesalahan dalam penelitian sebuah bunga yang


beracun, bunga itu mampu memberikan efek halusinasi tingkat tinggi layaknya


sebuah narkoba, ada 3 orang didalam lab tersebut termasuk Steven, dan mereka


semua terkena efek bunga beracun tersebut, Ibu Aiden mengira bahwa laboratorium


tersebut sebuah gudang terbengkalai, Ia memutuskan untuk masuk dan terkena efek


yang sama.

__ADS_1


Keesokan harinya mereka semua masih tidak sadarkan diri, tetapi efek bunga beracun itu


sudah menghilang, pagi berganti siang, siang berganti sore Steven dan kedua


muridnya mulai sadar tetapi mereka semua berada di tempat yang berbeda.


Lina yang sedari kecil sudah dididik keras sebagai seorang mata-mata, memiliki


tingkat kekebalan tubuh yang berbeda Ia berhasil sadar lebih dulu namun saat Ia


terbangun Ia melihat Steven disampingnya, Ia kebingungan dan hendak keluar dari


sana, Steven mulai tersadar Ia membuka matanya perlahan dan mendapati dirinya


terbaring di lantai, Ia melihat seorang wanita yang mondar mandir mencari jalan


keluar, tubuhnya lemas dan kepalanya pusing, Steven akhirnya kembali pingsan.


Lina berhasil keluar dan memutuskan pergi ke negara lain untuk kesekian kalinya, Ia


mengubah namanya menjadi Diana,namun hal lain membuat Lina terkejut karena Ia


melahirkan seorang bayi laki-laki, Ia terkejut dan berniat membuang bayi itu,


tetapi akhirnya Ia memutuskan untuk merawatnya, bayi itu tumbuh menjadi anak


yang baik, Ia menguasai sedikit ilmu beladiri yang diajarkan oleh Lina, saat


besar Aiden memutuskan untuk menjadi Tentara, Ia merupakan anak yang sangat


menonjol bukan hanya tampilan fisiknya namun Keterampilan beladiri dan otaknya


yang pintar membuatnya bergabung dalam sebuah pasukan khusus untuk mencari


seorang buronan, Ia menjalankan misinya dengan posisi sebagai seorang kapten,


Ia melakukan briefieng dengan para atasannya, dan target buronannya sudah


Misinya dilakukan malam hari disebuah gudang kayu dan saat tiba dilokasi Aiden merasa


ada sesuatu yang janggal, namun Ia kembali fokus dan mengatur timnya sebaik


mungkin, saat Ia menggerebek target Ia menjatuhkan pistolnya


“Ibu..” Lina berdiri di bawah lampu remang-remang sambil tersenyum kea rah Aiden,


Lina kemudian menyuruh Aiden untuk diam


“Ssstttttt....” Lina menggelengkan kepala memberi isyarat kepada Aiden.


Tanpa pikir panjang Aiden mengambil pitolnya kembali dan berbalik kearah timnya,


“Jangan bergerak, bergerak sedikit saja kutembak kepala kalian” Hati Aiden bergerak


lebih dulu daripada logikanya


Para atasannya yang ikut memantau mulai panik, mereka tidak


mengetahui jika Aiden memiliki hubungan dengan target


“Aiden hentikan” Lina berbisik pelan kepada Aiden


Aiden terus menerus di tekan oleh atasannya


“Apa kau sudah gila apa yang kau lakukan, tembak targetnya sekarang juga”


Anak buahnya hanya kebingungan dan


tidak bisa bergerak, namun karena atasannya mulai mengancam, akhirnya salah


satu rekan Aiden nekat untuk mengangkat senjatanya, Aiden langsung melepaskan

__ADS_1


tembakan ke arah senjata rekannya tersebut, hal itu membuat semua timnya


bergerak dalam posisi siaga, Aiden tidak tau bagaimana Ia akan keluar dari


masalah ini, Ia ingin mendengar alasan kenapa Ibunya menjadi target, berbagai


kemunginan terlintas dalam benak Aiden, namun Ia tidak bisa memungkiri


kenyataan bahwa target itu memang benar Ibunya


“Jangan bilang bahwa aku adalah Ibumu,


kau harus hidup normal, maafkan ibu karena harus membuatmu berada pada posisi


ini, tembak aku sekarang, aku akan lebih tenang jika mati ditangan anakku sendiri”


Lina tersenyum hangat kepada Aiden.


mendengar ucapan Ibunya Aiden mulai


yakin bahwa Ibunya menyembunyikan sebuah fakta gelap di belakangnya selama ini,


air mata Aiden menetes, rasa bingung, takut, dan marah kepada ibunya bercampur


menjadi satu, satu-satunya keluarga yang Ia miliki, cahaya yang menerangi


kehidupannya selama ini, harus Ia lenyapkan dengan tangannya sendiri.


 Aiden memutar fakta dan menyembunyikan


kenyataan Ia memiliki hubungan dengan Lina, Ia dipecat dari militer dan pergi


ke Negara lain.


Dan Aiden kembali ke Negara ini, selain kebenaran tentang jati diri Lina,


Ia memiliki banyak pertanyaan lain


seperti siapa kah ayahnya? Namun itu semua tidak pernah mendapat titik temu, Ia


sama selama ini tidak mengetahui apapun tentang masa lalu Lina. Aiden


memutuskan untuk hanya menikmati sisa hidupnya tanpa tujuan ataupun ambisi.


Kembali ke depan, darah Aiden mengucur


di lengannya Belinda tidak menghiraukan sama sekali, Ia melewati Aiden yang


berusaha menahan aliran darahnya, Belinda menodongkan pistol menyentuh kepala


Titania, mereka berdua saling bertatapan, Belinda melepaskan maskernya


“Maafkan aku, jika aku diberi kesempatan lagi aku akan tetap memilih


tindakan yang sama” Belinda sama sekali


tidak berkedip, namun sesungguhnya hal itu terjadi karena Belinda sangat


ketakutan.


Titania yang selama ini tidak pernah diculik, sangat syok Ia hanya


gemetar dan tidak sanggup berbicara, namun


tiba-tiba keduanya seperti mengalami dejavu hanya saja, mereka berada di rungan


putih, Belinda sedikit ragu untuk menembak hingga akhirnya Titania mulai


bersuara


“Belinda?”

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2