White Room

White Room
(Season 1) #8 Alasan


__ADS_3

Sesampainya dirumah Belinda masih syok dan memutuskan untuk melupakan semua kejadian tersebut.


Setelah beberapa minggu Helene tiba- tiba


jatuh sakit, rupanya keputusannya dulu untuk tidak pergi ke rumah sakit membuat


luka Helene menjadi memburuk, belum sembuh sepenuhnya Helene harus kembali


bekerja, karena setiap kali mereka kabur itu artinya mereka membutuhkan uang


untuk memulai kehidupan baru, selama ini Helene bekerja sebagai pemulung hal


itu membuat lukanya menjadi infeksi dan tak kunjung sembuh.


Hingga akhirnya Ia jatuh sakit dan tidak bisa


bekerja, Belinda tidak bisa keluar terlalu sering karena GOS bisa saja bertemu


dengan GOS, hal itu menyebabkan Ia tak bisa mencuri makanan lagi, dan jika


Helene sampai tau maka Belinda bisa terkena masalah, mau tak mau Belinda harus


memasak seperti biasa, namun kali ini mereka kehabisan bahan makanan, Belinda


melihat kaleng tempat mereka meletakan uangnya, namun uang itu tidak cukup,


tidak berselang lama pemilik rumah mendatangi mereka untuk menagih uang sewa


bulan ini, pemilik rumah kali ini sangat keras dan tidak mau memberi mereka


kelonggaran, Belinda berjanji akan membayarnya minggu depan, namun tiba-tiba Elio


datang dan membawa amplop berisi uang dalam jumlah besar, pemilik rumah itupun


akhirnya berhenti mengomel dan pergi.


Belinda yang masih tidak nyaman dengan Elio merasa canggung untuk bertemu dengannya,


“Elio? A..apa yang kau lakukan disini? Dan uang itu..” Ucapan Belinda terpotong,


“Ambillah, mulai sekarang  aku yang akan mencari uang”


Belinda terkejut dan segera meminta Elio untuk


pergi  saat Ia sadar bahwa mereka berada


di depan rumahnya, dan saat Belinda rebut mengusir Elio Helene melihat dari dalam,


“Tidak usah aku masih bisa mencarinya sendiri,


akan aku kembalikan uang itu, dan kau pergilah dari sini sekarang” Helene mendengar


bahwa Elio lah yang membawa uang, Belinda terdiam sejenak mendengar kata-kata


Helene


“Aku hanya ingin membalas budi karena bibi dan


Belinda sudah merawatku dan aku lihat tadi sepertinya kalian kekurangan uang”


jawab Elio


“Tidak perlu! aku sudah bilang kan kalau kau


tidak boleh terlibat dengan kami lagi” Helene mulai lebih tegas kepada Elio,


mendengar Helene yang membentaknya, Elio memutuskan untuk pergi.


Belinda yang masih terdiam memandang lantai,


mulai bertanya pada Helene,


“Kalau begitu biar aku saja yang mencari uang”


Belinda memberanikan diri untuk bilang kepada Helene,


“Tidak kau tidak boleh bekerja, berapa kali


Ibu harus bilang kalau kita ini..” kalimat Helene terpotong,


“Tapi ibu sekarang sedang sakit!” Belinda

__ADS_1


mulai menangis meluapkan isi hatinya, Helene tertegun karena teriakan putrinya


itu, Elio yang masih belum pergi jauh berhenti karena mendengar teriakan


Belinda,


“Bisakah ibu berhenti untuk memaksakan diri


sendiri, aku sudah besar sekarang, aku tau bagaimana menjaga diriku sendiri”


“GOS ada dimana-mana Bel, kau tidak boleh


sampai tertangkap” Helene berteriak namun tiba-tiba Ia kesakitan karena lukanya


terbuka lagi.


“Bel ibu melakukan ini semua demi kebaikanmu”


Helene mulai terdengar sayu dan sedikit merintih kesakitan.


“Ini tidak baik untukku bu! Selama ini aku


tidak bisa memahami kenapa kita harus hidup seperti ini, kita hidup serba


kekurangan dan tidak seperti orang normal lainnya, kenapa orang-orang GOS itu


ingin menangkapku, apa ini ada hubungannya dengan ayah dan Bianca?” Helene


terdiam karena Ia tidak ingin Belinda mengetahui tentang kekuatan Bianca


“Kenapa Ibu diam saja? Apa ibu menyembunyikan


sesuatu tentang Bianca dan ayah? Ibu dan ayah sama saja, kalian selalu lebih


menyayangi Bianca karena dia special kan!” Belinda menangis dan pergi dari


rumahnya.


Helene memanggil Belinda agar Ia tidak keluar


namun lukanya semakin parah.


jalan Ia bertemu dengan Elio yang sedang berdiri di pinggir jalan, Elio


mendengar semua percakapannya dengan Helene, Belinda berhenti dan menangis


sambil memeluk kedua lututnya, Elio menepuk pundak Belinda untuk menghiburnya,


karena Ia merasa menghibur Belinda dengan kata-kata hanya akan memperburuk


suasana hatinya.


Beberapa menit setelah itu Belinda sudah bisa


tenang, Ia pun meminta tolong kepada Elio


 “El.. tolong ajari aku”


“Ajari apa?”


 “Bagaimana caranya menghasilkan uang”, Elio


pun tersenyum dan setuju untuk mengajari Belinda, setelah saat itu Belinda


mulai sering keluar ke pusat kota bersama Elio, Belinda tidak menyapa Helene


karena masih merasa kesal padanya,


Pagi itu adalah hari senin, semua orang sibuk


dengan aktivitasnya masing-masing, Elio mengajak Belinda untuk naik bis kota,


didalam bis terasa sangat sesak, 5 menit setelah itu Belinda dan Elio turun,


“Kenapa kita naik bis kota, memang kita mau


kemana?” Tanya Belinda dengan polosnya.


Elio berhenti di sebuah gang sempit dan


menunjukkan sebuah dompet dengan banyak uang didalamnya

__ADS_1


“wah.. uangmu sangat banyak”


“ini bukan uangku”


“Apa? Lalu punya siapa?”


“Orang yang ada di depanku tadi, saat kita


menaiki bis” Belinda mulai mengerti cara Elio mendapatkan banyak uang, seperti


saat Elio mengajari Belinda untuk mencuri apel di pasar, Belinda juga mampu


mencuri dompet dengan sempurna layaknya professional, Elio benar-benar  takjub karena Belinda cepat belajar.


Disisi lain, sudah hampir 11 tahun GOS mencari jejak Steven namun tidak mendapatkan


hasil, Eddie mengambil catatan yang tertinggal dari tas Steven, catatan itu


menjadi petunjuk untuk membuat mesin portal antar dimensi. Anastasya


memperkerjakan banyak ilmuan hebat untuk ikut dalam projek itu. Itulah alasan


kenapa Anastasya tetap tenang walaupun Belinda belum bisa ditangkap.


Selama bertahun-tahun pembuatan mesin berkali- kali juga mengalami kegagalan, kendala yang mereka hadapi adalah


energi yang digunakan untuk membuka portal, mereka tidak mampu membuat mesin


yang sanggup membendung energi yang dibutuhkan, setiap kali uji coba mesin


selalu meledak dan tentu saja berimbas ke seluruh laboratorium, Anastasya


mengalami kerugian yang tidak sedikit selama melakukan penelitian ini. Karena jalan


semakin buntu Anastasya pun memutuskan agar menangkap Belinda secepatnya.


Belinda membuka mata dan terkejut karena Ia


terbangun di ruangan putih yang sangat luas dan kosong, bahkan sangking


kosongnya Belinda bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.


Ini bukan kali pertama Belinda datang ketempat ini, Belinda mulai berlari dan


berteriak memanggil Ibunya namun tetap tidak ada jawaban, Ia terus melakukan


hal itu berkali-kali berharap ada jawaban dari Ibunya,


“Ruangan putih ini lagi, kenapa mimpiku selalu sama sih?”


Belinda mulai memejamkan mata dan menunggu


bangun dari mimpi seperti biasanya, Ia mulai merasa muak dengan mimpi yang


selalu sama, hampir seluruh mimpinya selama hidup adalah ruangan ini, dan tentu


saja Ia selalu sendirian.


Jam mulai mengarah kearah jam 11 siang,


Belinda mengambil jaket dan tas ransel hitam lusuhnya lalu pergi dari rumah, Ia


duduk di halte bis bersama beberapa orang lainnya. Hari itu lumayan ramai orang


yang mengantri di halte, Belinda memasang headset di kedua telinganya dan


selang beberapa waktu bis tiba, suasana bis sangat sesak dan tidak nyaman,


orang-orang yang tidak mendapat tempat duduk harus berdiri dan berhimpitan


dengan yang lain, terlihat Elio berlari mengejar bis yang baru saja berangkat,


namun akhirnya Ia bisa ikut naik.


Setelah 5 menit, bis berhenti di salah satu halte, Elio turun dan berjalan dengan


santai melewati orang-orang yang juga lalu lalang di jalanan tersebut, namun


tiba-tiba Elio ditarik masuk ke salah satu gang sempit dan sepi.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2