
Sesampainya dirumah Belinda masih syok dan memutuskan untuk melupakan semua kejadian tersebut.
Setelah beberapa minggu Helene tiba- tiba
jatuh sakit, rupanya keputusannya dulu untuk tidak pergi ke rumah sakit membuat
luka Helene menjadi memburuk, belum sembuh sepenuhnya Helene harus kembali
bekerja, karena setiap kali mereka kabur itu artinya mereka membutuhkan uang
untuk memulai kehidupan baru, selama ini Helene bekerja sebagai pemulung hal
itu membuat lukanya menjadi infeksi dan tak kunjung sembuh.
Hingga akhirnya Ia jatuh sakit dan tidak bisa
bekerja, Belinda tidak bisa keluar terlalu sering karena GOS bisa saja bertemu
dengan GOS, hal itu menyebabkan Ia tak bisa mencuri makanan lagi, dan jika
Helene sampai tau maka Belinda bisa terkena masalah, mau tak mau Belinda harus
memasak seperti biasa, namun kali ini mereka kehabisan bahan makanan, Belinda
melihat kaleng tempat mereka meletakan uangnya, namun uang itu tidak cukup,
tidak berselang lama pemilik rumah mendatangi mereka untuk menagih uang sewa
bulan ini, pemilik rumah kali ini sangat keras dan tidak mau memberi mereka
kelonggaran, Belinda berjanji akan membayarnya minggu depan, namun tiba-tiba Elio
datang dan membawa amplop berisi uang dalam jumlah besar, pemilik rumah itupun
akhirnya berhenti mengomel dan pergi.
Belinda yang masih tidak nyaman dengan Elio merasa canggung untuk bertemu dengannya,
“Elio? A..apa yang kau lakukan disini? Dan uang itu..” Ucapan Belinda terpotong,
“Ambillah, mulai sekarang aku yang akan mencari uang”
Belinda terkejut dan segera meminta Elio untuk
pergi saat Ia sadar bahwa mereka berada
di depan rumahnya, dan saat Belinda rebut mengusir Elio Helene melihat dari dalam,
“Tidak usah aku masih bisa mencarinya sendiri,
akan aku kembalikan uang itu, dan kau pergilah dari sini sekarang” Helene mendengar
bahwa Elio lah yang membawa uang, Belinda terdiam sejenak mendengar kata-kata
Helene
“Aku hanya ingin membalas budi karena bibi dan
Belinda sudah merawatku dan aku lihat tadi sepertinya kalian kekurangan uang”
jawab Elio
“Tidak perlu! aku sudah bilang kan kalau kau
tidak boleh terlibat dengan kami lagi” Helene mulai lebih tegas kepada Elio,
mendengar Helene yang membentaknya, Elio memutuskan untuk pergi.
Belinda yang masih terdiam memandang lantai,
mulai bertanya pada Helene,
“Kalau begitu biar aku saja yang mencari uang”
Belinda memberanikan diri untuk bilang kepada Helene,
“Tidak kau tidak boleh bekerja, berapa kali
Ibu harus bilang kalau kita ini..” kalimat Helene terpotong,
“Tapi ibu sekarang sedang sakit!” Belinda
__ADS_1
mulai menangis meluapkan isi hatinya, Helene tertegun karena teriakan putrinya
itu, Elio yang masih belum pergi jauh berhenti karena mendengar teriakan
Belinda,
“Bisakah ibu berhenti untuk memaksakan diri
sendiri, aku sudah besar sekarang, aku tau bagaimana menjaga diriku sendiri”
“GOS ada dimana-mana Bel, kau tidak boleh
sampai tertangkap” Helene berteriak namun tiba-tiba Ia kesakitan karena lukanya
terbuka lagi.
“Bel ibu melakukan ini semua demi kebaikanmu”
Helene mulai terdengar sayu dan sedikit merintih kesakitan.
“Ini tidak baik untukku bu! Selama ini aku
tidak bisa memahami kenapa kita harus hidup seperti ini, kita hidup serba
kekurangan dan tidak seperti orang normal lainnya, kenapa orang-orang GOS itu
ingin menangkapku, apa ini ada hubungannya dengan ayah dan Bianca?” Helene
terdiam karena Ia tidak ingin Belinda mengetahui tentang kekuatan Bianca
“Kenapa Ibu diam saja? Apa ibu menyembunyikan
sesuatu tentang Bianca dan ayah? Ibu dan ayah sama saja, kalian selalu lebih
menyayangi Bianca karena dia special kan!” Belinda menangis dan pergi dari
rumahnya.
Helene memanggil Belinda agar Ia tidak keluar
namun lukanya semakin parah.
jalan Ia bertemu dengan Elio yang sedang berdiri di pinggir jalan, Elio
mendengar semua percakapannya dengan Helene, Belinda berhenti dan menangis
sambil memeluk kedua lututnya, Elio menepuk pundak Belinda untuk menghiburnya,
karena Ia merasa menghibur Belinda dengan kata-kata hanya akan memperburuk
suasana hatinya.
Beberapa menit setelah itu Belinda sudah bisa
tenang, Ia pun meminta tolong kepada Elio
“El.. tolong ajari aku”
“Ajari apa?”
“Bagaimana caranya menghasilkan uang”, Elio
pun tersenyum dan setuju untuk mengajari Belinda, setelah saat itu Belinda
mulai sering keluar ke pusat kota bersama Elio, Belinda tidak menyapa Helene
karena masih merasa kesal padanya,
Pagi itu adalah hari senin, semua orang sibuk
dengan aktivitasnya masing-masing, Elio mengajak Belinda untuk naik bis kota,
didalam bis terasa sangat sesak, 5 menit setelah itu Belinda dan Elio turun,
“Kenapa kita naik bis kota, memang kita mau
kemana?” Tanya Belinda dengan polosnya.
Elio berhenti di sebuah gang sempit dan
menunjukkan sebuah dompet dengan banyak uang didalamnya
__ADS_1
“wah.. uangmu sangat banyak”
“ini bukan uangku”
“Apa? Lalu punya siapa?”
“Orang yang ada di depanku tadi, saat kita
menaiki bis” Belinda mulai mengerti cara Elio mendapatkan banyak uang, seperti
saat Elio mengajari Belinda untuk mencuri apel di pasar, Belinda juga mampu
mencuri dompet dengan sempurna layaknya professional, Elio benar-benar takjub karena Belinda cepat belajar.
Disisi lain, sudah hampir 11 tahun GOS mencari jejak Steven namun tidak mendapatkan
hasil, Eddie mengambil catatan yang tertinggal dari tas Steven, catatan itu
menjadi petunjuk untuk membuat mesin portal antar dimensi. Anastasya
memperkerjakan banyak ilmuan hebat untuk ikut dalam projek itu. Itulah alasan
kenapa Anastasya tetap tenang walaupun Belinda belum bisa ditangkap.
Selama bertahun-tahun pembuatan mesin berkali- kali juga mengalami kegagalan, kendala yang mereka hadapi adalah
energi yang digunakan untuk membuka portal, mereka tidak mampu membuat mesin
yang sanggup membendung energi yang dibutuhkan, setiap kali uji coba mesin
selalu meledak dan tentu saja berimbas ke seluruh laboratorium, Anastasya
mengalami kerugian yang tidak sedikit selama melakukan penelitian ini. Karena jalan
semakin buntu Anastasya pun memutuskan agar menangkap Belinda secepatnya.
Belinda membuka mata dan terkejut karena Ia
terbangun di ruangan putih yang sangat luas dan kosong, bahkan sangking
kosongnya Belinda bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.
Ini bukan kali pertama Belinda datang ketempat ini, Belinda mulai berlari dan
berteriak memanggil Ibunya namun tetap tidak ada jawaban, Ia terus melakukan
hal itu berkali-kali berharap ada jawaban dari Ibunya,
“Ruangan putih ini lagi, kenapa mimpiku selalu sama sih?”
Belinda mulai memejamkan mata dan menunggu
bangun dari mimpi seperti biasanya, Ia mulai merasa muak dengan mimpi yang
selalu sama, hampir seluruh mimpinya selama hidup adalah ruangan ini, dan tentu
saja Ia selalu sendirian.
Jam mulai mengarah kearah jam 11 siang,
Belinda mengambil jaket dan tas ransel hitam lusuhnya lalu pergi dari rumah, Ia
duduk di halte bis bersama beberapa orang lainnya. Hari itu lumayan ramai orang
yang mengantri di halte, Belinda memasang headset di kedua telinganya dan
selang beberapa waktu bis tiba, suasana bis sangat sesak dan tidak nyaman,
orang-orang yang tidak mendapat tempat duduk harus berdiri dan berhimpitan
dengan yang lain, terlihat Elio berlari mengejar bis yang baru saja berangkat,
namun akhirnya Ia bisa ikut naik.
Setelah 5 menit, bis berhenti di salah satu halte, Elio turun dan berjalan dengan
santai melewati orang-orang yang juga lalu lalang di jalanan tersebut, namun
tiba-tiba Elio ditarik masuk ke salah satu gang sempit dan sepi.
Bersambung…
__ADS_1