White Room

White Room
(Season 1) #5 Teman


__ADS_3

“Kami bukan orang jahat aku mohon jangan lukai


putriku, jika kau melepaskan kami, kami akan pergi


jauh dari sini dan tidak akan mengganggumu lagi,


aku mohon” Steven yang merasa bahwa Ia ketahuan pun


bersujud memohon agar di lepaskan.


“Ikuti aku, ada yang ingin kutunjukkan


kepadamu” Kristin pun pergi,


Ia mengetahui bahwa


Steven tidak beranjak dari tempatnya dan membuatnya


kembali


“Aku tidak akan menyakiti ataupun melaporkan


kalian, ikuti saja aku”


Setelah mendengar hal itu Steven akhirnya


mengikuti Kristin.


Kristin menunjukkan seorang gadis yang terbaring di


salah satu ruangan khusus dengan alat-alat penunjang yang


tersambung pada tubuhnya, dan Kristin bercerita tentang


gadis tersebut, gadis tersebut bernama Titania dia


berusia 9 tahun, Titania mangalami kematian batang


otak yang membuatnya harus berada dalam kondisi


koma akibat kecelakaan yang terjadi 3 bulan lalu,


Ayah Titania meninggal di tempat, dan Kristin mengatakan


bahwa Ia adalah ibunya, lalu Stevan bertanya apakah


kecelakan itu ada hubungannya dengan dirinya dan Bianca,


Kristin menunjukkan sebuah foto keluarga dimana terlihat


Suami dan anaknya yang terlihat sangat mirip dengan Steven dan


Bianca, suami Kristin juga bernama Steven, Kristin bertanya


sekali lagi siapa gerangan mereka berdua bagaimana


bisa mereka memiliki wajah dan nama yang sama.


Lantas Steven bertanya apakah Kristin yang menabrak


dirinya dan Bianca saat itu,


Namun yang menabraknya bukanlah Kristin melainkan orang lain,


Kristin merupakan wanita dengan status tinggi dan dia


adalah pemilik rumah sakit ini, Kristin yang mendengar kabar


dari salah satu orangnya bahwa orang tersebut telah melihat


suami dan anaknya mengalami kecelakaan dan berada di salah


satu rumah sakit di kota lain, awalnya Kristin tidak percaya karena


jelas bahwa suaminya telah meninggal namun setelah diberikan


bukti foto, Kristin meminta untuk memindahkannya ke Rumah Sakit


miliknya dan membungkam orang-orang telah melihat mereka.


Setelah mendengar cerita Kristin, Steven pun mencoba untuk memahami


situasi, Ia tahu bahwa di dimensi lain pasti ada dirinya dengan takdir yang lain,


Ia mulai menceritakan alasannya ada di sini, Kristin


mendengarkan semua cerita yang di ceritakan Steven dan mulai


berpikir bahwa semuanya tidak masuk diakal, Steven tidak perduli


dan meminta agar tidak menyebarkan berita tentangnya karena hal

__ADS_1


itu hanya akan menyulitkan bagi mereka.


Kristin yang merasa seperti mendapatkan kesempatan untuk


bersama keluarga tercintanya lagi, mulai muncul keinginan untuk menahan mereka disisinya, Ia memberikan tawaran


kepada Steven, Ia akan menjaga rahasianya, dengan syarat Steven dan Bianca harus tinggal bersama, dan meminta Bianca


menggantikan posisi Titania dan Steven sebagai suaminya, dengan


begitu orang lain tidak akan curiga, serta Bianca bisa memiliki


kehidupan yang normal dan berjanji akan memenuhi segala kebutuhannya.


Steven sebenarnya tidak ingin berhubungan dengan apapun di dunia


yang tidak Ia kenal, tapi saat melihat kejadian saat Ia


tidak bisa menyelamatkan Bianca seorang diri, Ia tidak bisa mementingkan


keegoisan dirinya dan menempatkan Bianca dalam bahaya, satu-satunya yang bisa


memberikan bantuan adalah Kristin, Steven akhirnya memutuskan untuk menyetujui


hal itu dan hidup bersama Kristin. Namun Steven juga memberikan peringatan jika


mungkin saja mereka akan menghilang secara tiba-tiba tanpa sepatah katapun suatu hari nanti.


Sedangkan di dunia lain ( Dunia awal )


Helene dan Belinda bersembunyi di sebuah pedesaan yang jauh


dari kota tempat tinggalnya, Helene mencoba untuk memulai


kehidupan baru dengan menyembunyikan identitasnya, tidak berbaur


dengan orang lain, dan sebisa mungkin tidak terlihat. Helene


menyewa sebuah rumah, yang bahkan tidak layak disebut


sebagai rumah, Ia tidak bisa menggunakan uang di rekeningnya


karena GOS bisa melacak mereka lewat hal itu. Alhasil mau tidak mau


Helene harus bekerja dari nol lagi.


Belinda tidak bisa memiliki kehidupan normal seperti anak lain,


Ia tidak bisa bersekolah dan bermain bebas, Ia harus tetap di


sembarangan, walaupun mereka melakukan penelitian


ilegal secara rahasia tapi sebenarnya mereka merupakan salah


satu organisasi yang berkecimpung di dunia teknologi dan di segani


oleh masyarakat bahkan Negara. Sangat sulit jika harus menghancurkan


organisasi besar seperti mereka, satu-satunya pilihan hanyalah bersembunyi,


sampai Belinda besar dan tidak bisa dikenali.


Belinda menghabiskan masa kecilnya untuk bersembunyi,


hampir setiap tahun Helene dan Belinda harus kabur karena


GOS menemukan mereka, selama itu pula Belinda mengalami hal


yang aneh, dimana Ia memimpikan hal yang sama dan terus berulang,


Ia kerap memimpikan sebuah ruangan berwarna putih tanpa ujung,


Belinda sangat ketakutan karena dimimpi itu Ia selalu sendirian, Belinda mencoba menjelajahi seluruh ruangan namun hal itu sia-sia saja karena tidak ada apapun selain dirinya di dalam sana.


Ia juga sering mengalami Déjà vu, yah walaupun mungkin itu normal terjadi. Belinda mencoba memberi tahu Helene


akan hal ini, Helene menyangka mungkin ini ada hubungannya


dengan kekuatan Bianca, dan Helene tidak pernah


memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Bianca ke Belinda.


“Bel ingat pesan ibu, jangan pernah beritahu hal itu pada


siapapun, jangan pernah percaya kepada orang lain, satu-satunya


orang yang bisa kau percaya adalah dirimu sendiri”,


Belinda pun mengangguk paham.


Belinda tidak pernah merasakan pendidikan

__ADS_1


formal namun Helene mengajarinya secara pribadi,


Belinda yang memang sedari awal terlahir cerdas


bisa lebih unggul dari anak-anak seumurannya,Ia cepat


menguasai apa yang Helene ajarkan.


Saat Helene pulang dari bekerja saat malam, Ia


tidak sengaja menemukan bocah laki-laki bernama


Elio dalam keadaan memprihatinkan di sebuah


gang sempit, Elio tergeletak di samping tong sampah,


wajahnya pucat dan merintih kesakitan, Helene mencoba


memeriksanya dan ternyata tubuh Elio demam tinggi,


tak tega membiarkannya begitu saja karena teringat


dengan Belinda, Helene memutuskan membawanya


pulang untuk di obati.


Elio merupakan anak yatim piatu terlantar, usianya


baru 12 tahun, Ia dua tahun lebih muda dari


Belinda, Helene mengenal anak itu, Ia sering


melihatnya berkeliaran di daerah sana beberapa waktu lalu,


awalnya Helene enggan memperdulikannya namun saat Ia


mendengar Elio merintih kesakitan Ia memutuskan untuk merawat


Elio hanya sampai sehat, karena tidak mungkin Ia menanggung


Elio dalam keadaan Ia adalah seorang buronan.


Setelah beberapa hari Helene merawat Elio, akhirnya Elio berhasil sembuh


“Aku akan bersikap baik, jadi aku mohon biarkan aku tinggal


dengan kalian, aku akan menuruti semua perintah, aku mohon


biarkan aku tetap disini” Elio yang menangis memohon agar


tidak diusir.


Helene yang terus menolak membuat Elio akhirnya pergi.


Namun Elio tidak sepenuhnya benar-benar pergi.


Belinda yang baru pertama kali dalam hidupnya ada orang lain


yang datang kerumahnya, merasa sangat senang, tapi Helene


meminta agar Belinda tidak terlalu dekat dengan Elio.


Tapi mereka hanyalah anak-anak selama Elio ada


dirumahnya Belinda menghabiskan hari-harinya dengan


bermain bersama Elio selama Helene pergi.


“Jangan bilang pada ibu bahwa kita bermain bersama”


Elio mengangguk mengerti, mereka tersenyum riang.


Melihat bahwa Elio benar-benar pergi, Belinda


mengangis karena Ia tidak lagi memiliki


teman, Ia mulai menangis karena Helene


mengusir Elio,


“Kenapa ibu membuatnya pergi, aku akhirnya memiliki teman, kenapa ibu mengusirnya”


Belinda terisak sambil terus memanggil Elio


“Kau akan faham saat kau besar nanti” Helene sebenarnya


tidak tega melihat Belinda menangis seperti itu, tapi


Ia lebih tidak tega lagi jika harus melihat Belinda


tertangkap oleh GOS.

__ADS_1


Belinda menangis sepanjang malam.


Bersambung..


__ADS_2