White Room

White Room
(Season 2) #3 Rencana


__ADS_3

“Apa ada sesuatu 11 tahun lalu?” Aiden tidak


bisa berhenti untuk tidak penasaran


“Jangan perdulikan aku, lanjutkan saja


ceritanya” Belinda terus mengerutkan keningnya dan berkutat pada pemikirannya.


“Kalau begitu setidaknya dengarkan


ceritaku sekarang” Aiden kembali kesal dan memanyunkan bibirnya.


Saat Titania berusia 14 tahun Ia memiliki seorang adik laki-laki angkat bernama Aaron, kini


Aaron tinggal di luar negeri bersama Kristin karena urusan bisnis.


Titania tidak pergi ke sekolah umum, karena hal


itu Ia bisa kuliah lebih awal dari yang lain dan Ia memilih kuliah di


Universitas ST. Titania merupakan lulusan terbaik di sana, untuk mendapat gelar


Ia hanya mengenyam pendidikan sekitar 2 tahun saja, kini Ia mulai ikut merambah


kedunia bisnis, Titania mengambil alih pusat teknologi yang sebelumnya di


pegang oleh Kristin.


“Lihat bulu kudukku ini, bercerita tentang Titania


membuatku merinding, bagaimana bisa seseorang sangat sempurna, cantik, pintar


dan kaya raya, pasti di kehidupannya dulu Ia pernah menyelamatkan dunia dari teror


alien” Aiden terus tersenyum sambil menggosok-gosok tangannya yang merinding,


“Berhenti tersenyum seperti orang bodoh”


“Jangan bilang siapapun ya, aku hanya memberi


tahu ini padamu, aku sebenarnya adalah penggemar berat Titania” Aiden kembali


cekikikan.


Belinda seketika menjauh dari Aiden,


“Apa-apaan ini? Apa kau mencoba membalas


dendam, kenapa kau membuat jarak?” Aiden cemberut dan mengomel sambil


menunjuk-nunjuk Belinda,


“Dia memang terlihat sempurna, tapi entah


kenapa aku malah merasa kasihan” Belinda memiringkan kepalanya sambil


menyilangkan kedua tangannya.


“Bilang saja bahwa kau iri”


Belinda melotot kearah Aiden, Aiden yang takut


kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan bahwa preman yang mengejar Belinda


sudah pergi, Aiden berpamitan dan meminta untuk bertemu besok siang di tempat


ini,


“Kau tidak boleh terlambat oke? Dan jangan


sampai tertangkap oleh preman-preman itu” Aiden berdiri dan berjalan pergi


sambil terus mengomel kepada Belinda.


Belinda hanya tersenyum dan tidak habis pikir


dengan sifat Aiden.


Belinda menghabiskan waktu malamnya dengan


memandangi wajah Titania yang beberapa kali muncul di videotron, Ia memiliki


wajah yang sama namun berbeda, Ia mulai membandingkan wajah Titania dengan


dirinya melalui pantulan wajahnya yang diterangi sinar bulan di permukaan air


sungai, mulai dari rambut yang berwarna hitam lurus dan panjang sepinggang,


lalu wajah yang mungil dengan mata bulat yang letih, hidung yang juga mungil


dan sedikit mancung, pipi tirus, bibir kecil namun penuh dan kering, Ia tidak

__ADS_1


sanggup melihat rupanya sendiri, satu-satunya kemiripannya hanyalah rambut


panjang dan gender mereka,


“Kami sangat mirip tapi tidak bisa dipungkiri


aku adalah versinya yang menyedihkan, benar gadis itu pasti tidak perlu


dikasihani, dia memiliki segalanya, dia pasti sangat bahagia” Belinda mengehla


nafas dalam-dalam


Belinda


mulai menyadari betapa jauh jarak antara nasibnya dan Titania.


“Titania ...., kau memiliki nama yang cantik,


Nasib kita benar-benar berbeda, kau hidup dengan baik disini haha.., andai saja


ini adalah hidupku” Belinda menundukan kepala karena lelah dengan nasibnya. Ia


akhirnya merebahkan tubuhnya diatas rumput dan memandang kearah langit yang


gelap.


Belinda yang lelah pun bermalam di tepi sungai.


Keesokan harinya Belinda dan Aiden bertemu lalu


mulai menyusun rencana, mereka menggunakan masker dan topi agar preman-preman


tidak mengenali mereka.


Rencana Pertama :


mereka mencoba mengikuti Titania, mereka


berdua mengikuti selama seharian, namun tidak ada celah untuk mendekati Titania,


Belinda terlihat ragu setelah mengetahui keadaan Titania,


“Apa dia seorang putri kerajaan, kenapa banyak sekali bodyguard disampingnya? Ya aku mengerti jika dia adalah


seorang yang sangat-sangat tinggi derajatnya tetapi bukankah orang-orang yang


berada di sampingnya itu berlebihan? Ada berapa itu tadi, 10? 14?...” Belinda


“20” Aiden menjawab dengan santai


sambil memakan sebuah hotdog


Dan mereka saling bertatapan “Apa? Kenapa lagi” Aiden bertanya sambil terus menyodorkan


kepalanya dan melengos pergi untuk kabur, Belinda sudah sangat kesal padanya


dan berteriak memanggil Aiden.


Rencana Pertama GAGAL


Rencana Kedua :


Aiden mulai memberikan solusi lain. Aiden mencari tau jadwal kegiatan Titania,


Titania akan menghadiri acara tahunan yang di adakan oleh salah satu anggota dewan


direksi perusahaannya, di sebuah Hotel mewah, Aiden selain pencopet Ia juga


merupakan hacker,


“Wahh benarkah? Ternyata kau memiliki bakat, selain menyebalkan”


“Aku anggap itu pujian”


Belinda menunggu di salah satu lantai, lalu Aiden meretas lift dan cctv yang digunakan


oleh Titania,


“Titania sudah masuk lift C” mereka melakukan komunikasi melalui panggilan,


sebelumnya Aiden memberikan sebuah


earpiece nirkabel kepada Belinda agar bisa memberi intruksi.


Belinda pun memasuki lift yang sama dengan Titania tanpa curiga, didalam lift terdapat 6 orang


termasuk dirinya, Ia sudah menggunakan masker khusus dan akhirnya mulai mengeluarkan


bom bius.


Lagi-lagi Aiden lah yang menyiapkan bom bius tersebut

__ADS_1


“Ini dari mana kau mendapatkannya? Apa kau anggota gangster? Atau jangan-jangan kau


itu teroris” Belinda menganga tidak percaya namun Aiden mendekap mulut Belinda


dengan satu tangannya dan mendorongnya agar menutup mulut.


“Aku bukan seperti yang kau pikirkan, aku akan memberi tau kau nanti”


Semua orang di lift kebingungan karena tiba-tiba muncul asap, pintu lift tidak bisa


terbuka dan sinyal panggilan mereka tidak berfungsi karena ulah Aiden, para


bodyguard Titania tau bahwa ada yang tidak beres, Namun bius itu membuat mereka


tidak bsia berkutik.


Setelah terbius, lift akan turun ke basement, Aiden sudah menunggu di dalam mobil dan


Belinda keluar dari dalam lift sambil membopong Titania yang tdiak sadarkan


diri menuju mobil,


“Wah mereka benar-benar tdiak sadarkan diri”


Aiden melihat para bodyguard Titania yang terkapar di dalam lift. Mereka pun


segera pergi ke gudang untuk menyekapnya.


Rencana Kedua SUKSES


Beberapa jam kemudian Aiden menunggu hingga Titania siuman, Titania pingsan sambil duduk


di sebuah kursi yangterikat pada tubuhnya, Belinda yang sibuk untuk merangkai


pistol yang mereka beli di pasar gelap, namun Belinda sama sekali tidak


mengerti bagaimana caranya,


“Ah bukan begitu, berapa kali aku


harus bilang jangan masukkan skrup itu dulu” Aiden mengomel melihat Belinda yang


mulai menghancurkan pistol rakitan itu.


“Kenapa kau tidak beli yang sudah


dirakit saja sih, ini sangat sulit dilakukan oleh orang awam kau tahu!” Belinda


mulai menyerah dan memberikan pistol itu ke Aiden, dalam hitungan detik, pitol


itu sudah terakit dengan baik, Belinda kembali menganga kearah Aiden. Tiba-tiba


Titania siuman dan Aiden pun heboh dengan melontarkan banyak pertanyaan tentang


keadaan Titania,


Sikap Aiden berbalik 180 dalam sekejap, Ia bersikap sangat manis dihadapan Titania.


Belinda pun datang dan merebut pistol ditangan Aiden lalu hendak menembak Titania,


namun Aiden menghadang pistol Belinda, “Tu..tunggu dulu, kenapa kau buru-buru


sekali”


“Minggirlah kita tidak punya waktu lagi”


“Sebentar, dengarkan aku Bel


bagaimana jika begini saja, biarkan Titania hidup dan serahkan padaku, kau


tidak lihat dia baru saja siuman bahkan Ia masih tidak sanggup menjawab


pertanyaanku”


“Itu karena kau terus-terusan melempar


pertanyaan kepadanya bodoh”


“Baiklah anggap itu benar, tapi bagaimana jika begini saja kau bisa langsung pura-pura


menjadi dirinya, aku akan memukulmu hingga berdarah dan kau bilang bahwa kau


amnesia, dengan begitu kau tidak perlu bersusah payah meniru Titania”


Mereka berdua saling bertatapan, Belinda berdiri dengan keren sambil mengacungkan


pistol seolah pistol itu dan dirinya satu jiwa, sedangkan posisi Aiden yang


bersujud di depan pistol yang mengarah kearah Titania,


scene ini terlihat seperti seorang suami yang kepergok sedang selingkuh .. ~

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2