White Room

White Room
(Season 2) #2 Orang yang sama Dunia yang berbeda


__ADS_3

“Elio? Siapa dia?” menarik mundur tangannya


dari tembok, Belinda tetap tidak bisa melepaskan pandangannya


“Kenapa kau ada disini?” Belinda mulai


penasaran, apakah mungkin Elio juga ikut terseret ke dimensi ini


“Kau mengenalku? Tidak itu tidak mungkin, karena


aku tidak mengenal dirimu, Ah.. mungkin kau jatuh cinta padaku pada pandangan


pertama, aku tau aku memang setampan itu, itu sebabnya aku memakai masker, jika


tidak semua gadis akan berlari kearahku” Aiden mulai menggoda Belinda karena


melihat reaksi Belinda yang tertegun setelah mengetahui wajahnya.


“Siapa kau?” Belinda mengeluarkan pisau kecil


di sakunya dan mengarahkannya kepada Aiden


“Wooowooow.. Aiden, namaku Aiden, bisakah kau


turunkan pisaunya, itu berbahaya nona” Aiden menurunkan ujung pisaunya dengan


perlahan-lahan, Belinda kemudian menyimpan kembali pisaunya dan berjalan pergi,


namun Aiden menariknya karena para preman tadi masih berkeliaran di atas,


mereka pun akhirnya berdiam diri di tepi sungai sambil berbincang, Belinda


terus menerus bertanya tentang siapa sebenarnya Aiden,


Aiden merupakan Elio di dimensi ini, mulai


dari wajah, postur tubuh, warna mata dan rambut, hingga suara sangat mirip


dengan Elio. Belinda merasa bisa percaya karena dimensi ini adalah kebalikan


dari dimensinya dulu, Ia beramsumsi seperti itu karena Ia telah melihat dirinya


sebagai seorang gadis yang sukses didunia ini, itu artinya Elio di dimensi ini


tidak akan berkhianat, Belinda pun tanpa sadar mulai berbincang dengan Aiden.


“Apa kau baru datang dari kota lain? Aku tidak


pernah melihatmu”


“Aku berkelana, aku tidak menetap disatu


tempat”


“Ah apa karena kau dikejar oleh preman-preman


tadi? Kalau boleh tau apa alasan sampai kau bisa berurusan dengan banyak


preman” dengan wajah yang terlihat menjengkelkan saat penasaran, membuat


Belinda menatap sinis kearah Aiden.


“Itu rahasia” Belinda kembali menatap kearah sungai


“Hei ayolah aku sudah membantumu, dan


sepertinya aku adalah orang yang kau kenal” Aiden meninju lengan Belinda dengan


pelan


“Iya kau sangat mirip dengannya, karena Ia


adalah alasan kenapa aku berurusan dengan preman-preman tadi”


Aiden terkejut dan tidak mengira jawaban dari Belinda, Ia bergegas menepis bahwa


dirinya adalah orang yang Belinda kenal itu.


Belinda tersenyum kecil melihat Aiden yang mengoceh untuk membuktikan bahwa dirinya


bukanlah Elio,

__ADS_1


Mereka berdua mulai akrab tanpa sadar, Belinda merasa nyaman berada disamping Aiden


karena Ia dulu dekat dengan Elio, Belinda pun akhirnya mengatakan siapa dirinya


yang sebenarnya kepada Aiden


“Jadi kau adalah makhluk dimensi lain?” Aiden


mencoba mencerna cerita Belinda dengan tingkahnya yang sangat aktif, membuat


belinda kembali tertawa


“Hmm, itu sedikit menyeramkan,


tapi ya itu benar” Mendengar jawaban pasti dari Belinda membuat Aiden takut dan


perlahan menjauh dari Belinda


“Tapi aku manusia sama seperti kalian” ucap


Belinda dengan nada kesal


“Bukankah wajar jika aku bersikap seperti ini,


kenapa kau marah? Dengar nona, jika kau bertemu dengan orang asing yang


berbicara hal tidak masuk di akal apa kau tidak takut? Bukankah aku sudah


bersikap baik dengan tidak menyebutmu orang gila” Belinda merasa ocehan Aiden


sangat mirip dengan Elio, sekilas Belinda seperti merasa berbincang dengan


Elio.


“Tidak” Jawab Belinda dengan singkat setelah


dia sadar bahwa didepannya adalah Aiden


“ternyata kau memang gila, kupikir aku bertemu


gadis normal. Selain hidupmu ternyata otakmu juga bermasalah” Aiden melempar


“Aiden apa kau pernah bertemu denganku selama


ini?”


“Tidak pernah.. tapi tunggu wajahmu terlihat


familiar, hmm..  di mana ya?” Aiden yang


semula terlihat kesal dan tidak mau melihat arah Belinda berubah seperti seekor


anjing yang di iming-imingi makanan, Ia terlihat menggemaskan, Aiden mencoba


mengingat wajahnya. Belinda kemudian menunjuk salah satu gedung tinggi yang ada


di seberang sungai dengan Videotron yang menampilkan wajah Titania, Aiden


langsung ingat bahwa Belinda mirip dengan Titania


“Wah.. jadi kau itu Titania? Apa kau sedang


mengadakan acara prank? Dimana kameranya? Apa aku akan terkenal” Aiden


memandangi sekelilingnya jika Ia adalah seekor anjing mungkin Ia akan


mengangkat satu kaki depannya dan menjulurkan lidah sambil menggoyangkan ekor,


Aiden terdiam saat melihat Belinda menunjukkan wajah serius


“Dia adalah aku di dimensi ini”


Aiden yang mulai muak mencoba untuk tidak


perduli dan mengoceh dengan asal, “Jika aku adalah kau, aku akan mengubah


identitasku menjadi Titania dan menipu semua orang lalu hidup dengan banyak


perhatian dan kekuasaan, hahahaha….”, Belinda memandangi Aiden dengan tajam,


“Apa? Berhenti memandangiku seperti itu”.

__ADS_1


Aiden menjelaskan orang-orang yang berada di


dekat Titania, Ia membantu Belinda, untuk melakukan aksi gilanya, padahal Aiden


hanya bercanda dengan yang Ia katakan tetapi itu malah membuat Belinda


tertarik, Ia membantu Belinda dengan imbalan bahwa Aiden akan mendapat posisi


khusus dengan gaji besar nantinya, itupun jika rencananya berhasil. Aiden


menjelaskan mulai dari pihak Ayahnya yang bernama Steven Dario,


“nama ayah kita sama” gumam Belinda


“wah benarkah?” Aiden selalu terkejut dengan semua kata yang keluar dari mulut Belinda


“hanya nama belakang kami yang berbeda, lanjutkan


lagi” Belinda menepuk lengan Aiden agar Ia meneruskan ceritanya,


Steven merupakan anak tunggal, Ia kehilangan


Ayahnya saat berusia 4 tahun dan hidup berdua dengan ibunya yang bekerja


sebagai guru fisika di SMA. Kini Ia merupakan seorang Profesor sekaligus


pendiri Universitas Sains dan Teknologi, Steven dulu tidak begitu dikenal


masyarakat luas, Ia hanyalah seorang professor yang baik dan sangat ulet, hal


itu membuat para mahasiswanya sangat menyukai Steven, Ia kehilangan Ibunya


beberapa bulan setelah menikah dengan Kristin.


sedangkan Kristin adalah seorang konglomerat


dari lahir, Orang tua Kristin merupakan pemilik Blue Space Corporation,


perusahaan itu bergerak di beberapa bidang, yang pertama adalah bidang properti


yaitu hotel, mall, resort mewah dan Rumah sakit,


Yang kedua di bidang teknologi yaitu Blue


Technology atau lebih dikenal dengan BT, yang merupakan pusat teknologi kota


yang didirikan 15 tahun lalu, selain untuk memfasilitasi Universitas ST serta


Rumah sakit BS, pusat teknologi ini juga dibuka untuk publik, Kristin merupakan


anak kedua, Ia memiliki seorang kakak bernama Leo Wylie yang yang berjarak 5


tahun dengannya, namun Leo meninggal saat berusia 8 tahun karena penyakit


Leukimia, Kristin menjadi satu-satunya pewaris BS Corporation,


Setelah menikah Kristin mengambil alih perusahaan, setahun setelah pernikahan Steven dan


Kristin dikaruniai seorang putri yaitu Titania, Ia keluar dari rumah sakit 11


tahun yang lalu, Titania mengalami kecelakaan parah dengan Steven, saat itu


mobilnya mencoba menghindari seorang pejalan kaki hingga menabrak pohon,


Titania koma selama 3 bulan dan beredar gosip bahwa Steven meninggal, namun


ternyata itu hanya sebuah gosip belaka, berita tentang kecelakaan itu muncul


sebulan setelah Titania keluar dari Rumah sakit, Titania dinyatakan mengidap


amnesia yang diduga karena benturan di kepalanya dan juga trauma, Ia mulai


kehilangan memori sejak kecelakaan.


“tunggu 11 tahun yang lalu? Tidak itu tidak mungkin”


Belinda menggelengkan kepalanya karena Ia berpikir hal yang tidak masuk diakal,


tapi hal itu sangat pas dengan kejadian 11 tahun lalu.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2