White Room

White Room
(Season 1) #1 Dari mana asalnya?


__ADS_3

9 Tahun Kemudian..


“Alam semesta memiliki begitu banyak rahasia” itu adalah salah, karena sesungguhnya


semesta tidak pernah menyembunyikan apapun. Pernyataan yang benar adalah bahwa


manusia lah yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami semesta itu sendiri.


Namun itu bertentangan dengan keadaan saat ini, satu per satu benang kusut mulai bisa dilonggarkan,


hanya saja kitamasih belum bisa membuat keputusan apakah benar tindakan kita untuk mengurai


benang tersebut? Kenyataan bahwa kita bukanlah satu-satunya di kehidupan ini


membuat banyak kemungkinan terjadi. Semesta selalu membuat kita ragu. Sesuatu


hal yang tabu menuntut untuk dipercaya.


Keyakinan yang membuatnya nyata, namun tidak menutup kemungkinan itu adalah hal yang


salah. Mengetahui sesuatu terkadang tidak selalu baik, tetapi bagaimana jika


kita sudah terlanjur mengetahuinya, apakah itu bisa diterima?


Belinda mematikan radio di Handphone nya dan melepas headset, lalu bertanya kepada


Helene yang sedang menyetir mobil.


“Ibu apakah kehidupan di dunia lain itu ada?”


“Hmm..  Entahlah beberapa ilmuan memiliki keyakinan


bahwa kehidupan lain itu ada” menjawab dengan singkat.


“Jika itu benar adanya, apa itu akan menjadi hal yang baik? ”


Helene mulai berpikir untuk menjawab pertanyaan gadis kecil yang duduk di belakangnya itu.


“Bel, di dunia ini tidak ada sesuatu hal yang murni baik dan buruk , mereka semuanya


memiliki porsi masing-masing, sekarang tinggal bagaimana kita akan menyikapinya”


Belinda kemudian terdiam sambil memandangi pemandangan di luar mobil selama perjalanan.


Tak berapa lama mereka sampai di tujuan


“Apakah kita akan menunggu ayah dan Bianca disini?” Tanya nya sambil memandangi lingkungan


sekitar.


“Iya, ayahmu bilang akan datang sebentar lagi, kita tunggu saja disini”


Belinda menunggu  ayahnya yang merupakan seorang


ilmuan fisika bernama Steven Anderson dan saudara kembarnya yaitu Bianca


yang terlibat proyek rahasia yang membuatnya harus terus hidup di Lab dan terpisah


dengan ibu dan dirinya selama hampir 4 tahun terakhir, kini di usianya yang ke 9 tahun

__ADS_1


tiba-tiba orangtuanya mengatakan bahwa mereka akan tinggal bersama mulai sekarang.


Belinda yang masih tidak tahu alasan Bianca harus hidup seperti itu membuatnya ingin cepat-cepat


bertemu dan menanyakan semua pertanyaan yang ada di kepalanya selama ini,


ditengah angan-angan Belinda, Helene tiba-tiba bergegas menghidupkan mobil dan


pergi dari tempat itu, Belinda yang melihat Helene yang panik pun mulai kebingungan.


“Bukankah kita menunggu ayah disini?”


“Kita tidak akan bertemu ayah”


“Apa? Kenapa kita tidak bertemu ayah? Ibu bilang kita akan bersama ayah dan Bianca”


“Tidak, kita akan pergi jauh dari sini tanpa mereka”


Belinda yang sudah menantikan hari itu berusaha bertanya tentang alasan kenapa Ia tidak bisa


pergi bersama namun kali ini Helene tidak menjawab pertanyaan Belinda.


3 Hari sebelumnya ada sebuah rapat tertutup sebuah organisasi bernama GOS,


mereka membahas tentang pencapaiannya selama ini, dimana kinerja para ilmuan


mulai melambat hal itu menyebabkan Anastasya yang merupakan CEO dari GOS mulai


meminta penjelasan dari para ilmuan yang bertanggung jawab, termasuk Steven yang merupakan


ketua yang membawahi projek G1, projek tentang portal dimensi lain, Steven mengatakan bahwa Ia akan secepatnya memberikan hasil, karena kondisi yang masih sulit untuk di deteksi maka


“Gadis itu sudah besar, bagaimana mungkin Ia masih tidak bisa mengontrol kekuatannya?”


Anastasya merasa bahwa Steven hanya memberi alasan.


“Dia baru saja berusia 9 tahun, ini adalah kasus yang langka, jadi kami harus sangat


berhati-hati untuk bisa menyimpulkan sesuatu, tindakan gegabah sedikit saja bisa menyebabkan hal yang


tidak di inginkan”


Anastasya mau tidak mau mempercayai omongan Steven, dan mengakhiri rapat.


Steven mulai lelah dan merasa berada pada jalan buntu, Ia melepas jas labnya dan duduk di kursi kerjanya, menghadap ke sebuah lemari buku yang besar dan terselip foto keluarga dimana Ia, Helene


dan kedua putri kecilnya yang saat itu masih berusia 3 tahun, karena mereka kembar mereka berdua terlihat seperti di copy paste, baju yang sama dengan warna berbeda selalu menjadi ciri khas anak kembar, di foto tersebut


terlihat bahwa mereka sangat bahagia, tawa lebar kedua putrinya seakan membuat


dunia berhenti berputar. Tanpa sadar Steven memejamkan mata dan teringat saat pertama kali Ia


mengetahui kekuatan khusus yang dimiliki Bianca dimana Ia bisa berpindah dimensi.


Saat itu Bianca dan Belinda berusia 2 tahun, mereka sudah mampu berbicara dengan


lancar, pertumbuhan mereka lebih unggul dibandingkan anak seusianya, Steven


yang kala itu harus dinas keluar kota membuat Helene harus menjaga kedua

__ADS_1


putrinya sendirian, jam mengarah ke angka 10 siang Belinda kecil merasa haus


dan menyodorkan botol susunya ke arah Helene, setelah membuatkan sebotol susu


tiba-tiba Bianca kecil mengahmpiri mereka dengan membawa botol berisi air gula


berukuran besar, Helene melihatnya dan langsung menyadari ada yang aneh.


Ia tak pernah memberikan minuman air gula kepada anak-anaknya, dan botolnya pun berbeda,


Helene mengambil botol tersebut dan melihatnya lebih jelas lagi, dan benar saja itu bukan


botol milik mereka.


“Bi dari mana kau dapat botol ini?” Helene mencoba bertanya, tetapi Bianca tidak menjawab


dan menundukkan kepalanya, Belinda hanya memandangi Bianca sambil memegangi botol susu miliknya.


Karena Helene tidak mau Bianca ketakutan, Ia pun akhirnya menghentikan pertanyaannya dan mengganti


botol tersebut dengan botol susu milik Bianca sendiri. Helene berpikir mungkin


Bianca mendapat botol itu dari tetangganya, Ia masih mencoba berpikipir positif saat itu.


Kejadian aneh terulang lagi saat anak-anak berusia 5 tahun, saat itu Bianca sedang bermain


petak umpet dan saat itu Stevan dan Helene tidak bisa menemukan Bianca di dalam rumah,


hampir 2  jam mereka mencari namun tidak kunjung menemukan Bianca hingga membuat


seisi rumah panik, lalu tiba-tiba Belinda menggandeng  Bianca yang datang sambil


membawa es krim, Steven dan Helene terkejut lalu mendatangi putrinya.


“Bianca.. Sembunyi dimana kamu? kami semua mencarimu” Helen langsung memeluk Bianca.


“Aku tadi masuk ke rumah sapi, memberi makan sapi, sapinya sangat besar dan banyak,


lalu ada anak sapi juga, lalu ada paman yang datang dan membelikan aku es krim” sambil menunjukkan


eskrim yang ia pegang.


Steven spontan merebut es krim yang di pegang Bianca dan membuangnya “siapa paman


yang kau maksud?” Steven berpikir bahwa mungkin putrinya telah diculik, Bianca


dan Belinda terkejut karena ayahnya tampak begitu menyeramkan saat itu.


Keduanya pun menangis dan membuat Steven serta Helene tidak bisa bertanya lagi


kepada Bianca.


Saat malam hendak tidur, Helene dan Steven membicarakan lagi masalah siang hari tadi.


“Rumah sapi? Apa mungkin yang dimaksud itu kandang sapi?” Helene kebingungan mendengar pernyataan putrinya itu


Keesokan harinya Steven mencoba mencari kandang sapi seperti yang di maksud oleh Bianca, namun Steven dibuat terkejut ketika menemui pemilik peternakan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2