
9 Tahun Kemudian..
“Alam semesta memiliki begitu banyak rahasia” itu adalah salah, karena sesungguhnya
semesta tidak pernah menyembunyikan apapun. Pernyataan yang benar adalah bahwa
manusia lah yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami semesta itu sendiri.
Namun itu bertentangan dengan keadaan saat ini, satu per satu benang kusut mulai bisa dilonggarkan,
hanya saja kitamasih belum bisa membuat keputusan apakah benar tindakan kita untuk mengurai
benang tersebut? Kenyataan bahwa kita bukanlah satu-satunya di kehidupan ini
membuat banyak kemungkinan terjadi. Semesta selalu membuat kita ragu. Sesuatu
hal yang tabu menuntut untuk dipercaya.
Keyakinan yang membuatnya nyata, namun tidak menutup kemungkinan itu adalah hal yang
salah. Mengetahui sesuatu terkadang tidak selalu baik, tetapi bagaimana jika
kita sudah terlanjur mengetahuinya, apakah itu bisa diterima?
Belinda mematikan radio di Handphone nya dan melepas headset, lalu bertanya kepada
Helene yang sedang menyetir mobil.
“Ibu apakah kehidupan di dunia lain itu ada?”
“Hmm.. Entahlah beberapa ilmuan memiliki keyakinan
bahwa kehidupan lain itu ada” menjawab dengan singkat.
“Jika itu benar adanya, apa itu akan menjadi hal yang baik? ”
Helene mulai berpikir untuk menjawab pertanyaan gadis kecil yang duduk di belakangnya itu.
“Bel, di dunia ini tidak ada sesuatu hal yang murni baik dan buruk , mereka semuanya
memiliki porsi masing-masing, sekarang tinggal bagaimana kita akan menyikapinya”
Belinda kemudian terdiam sambil memandangi pemandangan di luar mobil selama perjalanan.
Tak berapa lama mereka sampai di tujuan
“Apakah kita akan menunggu ayah dan Bianca disini?” Tanya nya sambil memandangi lingkungan
sekitar.
“Iya, ayahmu bilang akan datang sebentar lagi, kita tunggu saja disini”
Belinda menunggu ayahnya yang merupakan seorang
ilmuan fisika bernama Steven Anderson dan saudara kembarnya yaitu Bianca
yang terlibat proyek rahasia yang membuatnya harus terus hidup di Lab dan terpisah
dengan ibu dan dirinya selama hampir 4 tahun terakhir, kini di usianya yang ke 9 tahun
__ADS_1
tiba-tiba orangtuanya mengatakan bahwa mereka akan tinggal bersama mulai sekarang.
Belinda yang masih tidak tahu alasan Bianca harus hidup seperti itu membuatnya ingin cepat-cepat
bertemu dan menanyakan semua pertanyaan yang ada di kepalanya selama ini,
ditengah angan-angan Belinda, Helene tiba-tiba bergegas menghidupkan mobil dan
pergi dari tempat itu, Belinda yang melihat Helene yang panik pun mulai kebingungan.
“Bukankah kita menunggu ayah disini?”
“Kita tidak akan bertemu ayah”
“Apa? Kenapa kita tidak bertemu ayah? Ibu bilang kita akan bersama ayah dan Bianca”
“Tidak, kita akan pergi jauh dari sini tanpa mereka”
Belinda yang sudah menantikan hari itu berusaha bertanya tentang alasan kenapa Ia tidak bisa
pergi bersama namun kali ini Helene tidak menjawab pertanyaan Belinda.
3 Hari sebelumnya ada sebuah rapat tertutup sebuah organisasi bernama GOS,
mereka membahas tentang pencapaiannya selama ini, dimana kinerja para ilmuan
mulai melambat hal itu menyebabkan Anastasya yang merupakan CEO dari GOS mulai
meminta penjelasan dari para ilmuan yang bertanggung jawab, termasuk Steven yang merupakan
ketua yang membawahi projek G1, projek tentang portal dimensi lain, Steven mengatakan bahwa Ia akan secepatnya memberikan hasil, karena kondisi yang masih sulit untuk di deteksi maka
“Gadis itu sudah besar, bagaimana mungkin Ia masih tidak bisa mengontrol kekuatannya?”
Anastasya merasa bahwa Steven hanya memberi alasan.
“Dia baru saja berusia 9 tahun, ini adalah kasus yang langka, jadi kami harus sangat
berhati-hati untuk bisa menyimpulkan sesuatu, tindakan gegabah sedikit saja bisa menyebabkan hal yang
tidak di inginkan”
Anastasya mau tidak mau mempercayai omongan Steven, dan mengakhiri rapat.
Steven mulai lelah dan merasa berada pada jalan buntu, Ia melepas jas labnya dan duduk di kursi kerjanya, menghadap ke sebuah lemari buku yang besar dan terselip foto keluarga dimana Ia, Helene
dan kedua putri kecilnya yang saat itu masih berusia 3 tahun, karena mereka kembar mereka berdua terlihat seperti di copy paste, baju yang sama dengan warna berbeda selalu menjadi ciri khas anak kembar, di foto tersebut
terlihat bahwa mereka sangat bahagia, tawa lebar kedua putrinya seakan membuat
dunia berhenti berputar. Tanpa sadar Steven memejamkan mata dan teringat saat pertama kali Ia
mengetahui kekuatan khusus yang dimiliki Bianca dimana Ia bisa berpindah dimensi.
Saat itu Bianca dan Belinda berusia 2 tahun, mereka sudah mampu berbicara dengan
lancar, pertumbuhan mereka lebih unggul dibandingkan anak seusianya, Steven
yang kala itu harus dinas keluar kota membuat Helene harus menjaga kedua
__ADS_1
putrinya sendirian, jam mengarah ke angka 10 siang Belinda kecil merasa haus
dan menyodorkan botol susunya ke arah Helene, setelah membuatkan sebotol susu
tiba-tiba Bianca kecil mengahmpiri mereka dengan membawa botol berisi air gula
berukuran besar, Helene melihatnya dan langsung menyadari ada yang aneh.
Ia tak pernah memberikan minuman air gula kepada anak-anaknya, dan botolnya pun berbeda,
Helene mengambil botol tersebut dan melihatnya lebih jelas lagi, dan benar saja itu bukan
botol milik mereka.
“Bi dari mana kau dapat botol ini?” Helene mencoba bertanya, tetapi Bianca tidak menjawab
dan menundukkan kepalanya, Belinda hanya memandangi Bianca sambil memegangi botol susu miliknya.
Karena Helene tidak mau Bianca ketakutan, Ia pun akhirnya menghentikan pertanyaannya dan mengganti
botol tersebut dengan botol susu milik Bianca sendiri. Helene berpikir mungkin
Bianca mendapat botol itu dari tetangganya, Ia masih mencoba berpikipir positif saat itu.
Kejadian aneh terulang lagi saat anak-anak berusia 5 tahun, saat itu Bianca sedang bermain
petak umpet dan saat itu Stevan dan Helene tidak bisa menemukan Bianca di dalam rumah,
hampir 2 jam mereka mencari namun tidak kunjung menemukan Bianca hingga membuat
seisi rumah panik, lalu tiba-tiba Belinda menggandeng Bianca yang datang sambil
membawa es krim, Steven dan Helene terkejut lalu mendatangi putrinya.
“Bianca.. Sembunyi dimana kamu? kami semua mencarimu” Helen langsung memeluk Bianca.
“Aku tadi masuk ke rumah sapi, memberi makan sapi, sapinya sangat besar dan banyak,
lalu ada anak sapi juga, lalu ada paman yang datang dan membelikan aku es krim” sambil menunjukkan
eskrim yang ia pegang.
Steven spontan merebut es krim yang di pegang Bianca dan membuangnya “siapa paman
yang kau maksud?” Steven berpikir bahwa mungkin putrinya telah diculik, Bianca
dan Belinda terkejut karena ayahnya tampak begitu menyeramkan saat itu.
Keduanya pun menangis dan membuat Steven serta Helene tidak bisa bertanya lagi
kepada Bianca.
Saat malam hendak tidur, Helene dan Steven membicarakan lagi masalah siang hari tadi.
“Rumah sapi? Apa mungkin yang dimaksud itu kandang sapi?” Helene kebingungan mendengar pernyataan putrinya itu
Keesokan harinya Steven mencoba mencari kandang sapi seperti yang di maksud oleh Bianca, namun Steven dibuat terkejut ketika menemui pemilik peternakan.
Bersambung..
__ADS_1