
Disaat Sora sedang melamun, datanglah seorang laki laki yang mengampiri Sora.
" Sora kamu juga di sini? tanya Beni. Laki laki itu ternyata adalah Beni, Beni juga berada di taman yang sama dengan Sora.
" Ngapain kamu disini, lebih baik kamu pergi dari hadapanku, jangan pernah mendekati aku lagi. Cukup sudah kamu menipuku " ucap Sora dengan nada yang tegas.
" Apa maksudmu Sora, kamu kenapa menyuruhku pergi, aku memang salah tapi tolong jangan suruh aku menjauh darimu Sora karena itu membuatku tak sanggup. "
" Aku bilang pergi ya pergii... apa kamu tak mendengar ucapanku? teriak Sora.
" Sora bukankah kita sama2 salah, kamu juga berbohongkan, kenapa kamu seperti ini kepadaku Sora. maafkan aku jika aku berbuat salah, mari kita perbaiki semuanya, aku akan menerima apapun keadaan kamu Sora. " ucap Beni dengan kelembutan menyakinkan Sora agar Sora tidak pergi jauh dari sisinya.
" Maaf Beni hatiku bukan mainan yang harus di permainkan, dan satu lagi. Aku tidak pernah mencintaimu jadi lebih baik kamu pergi dari hadapanku "
__ADS_1
" Tapi Sora aku sungguh mencintaimu, aku mencintaimu sejak kita pertama kali bertemu. Saat aku bertemu denganmu jantungku terus berdegub kencang seperti sedang lari. Entah perasaan apa yang sedang aku rasakan namun satu hal yang pasti Sora aku sungguh mencintaimu, aku berjanji tidak akan menyakitimu, aku tau ini terlalu cepat untuk di ungkapkan dan aku tidak tau kondisi. Tapi aku harus mengatakannya agar aku merasa lega tidak terbebani dengan rasa ini Sora. Jika memang kamu tidak mau menerimaku itu urusan kamu Sora aku hanya ingin mengutarakan apa isi hatiku. Setalah ini aku akan pergi dan tak akan menampakan diriku lagi di hadapanmu Sora. Terima kasih atas rasa ini Sora meskipun cintaku tak terbalas tapi sekarang aku sudah merasa tenang. Aku permisi Sora " Beni pun meninggalkan Sora yang duduk ditaman.
Sora yang mendengar ucapan tulus Beni pun merasa bersalah atas ucapanya yang begitu kasar. Dia juga tak menyangka bahwa selama ini dia mencintai dirinya.
Sebenarnya akhir2 ini juga Sora merasakan hal yang sama. Jika di dekat Beni Sora merasa nyaman dan damai namun dia merasa hanya sebuah perasaan seorang teman yang selalu ada di sisinya siap membantu apapun keadaanya.
Sora hanya mencintai Zio, namun apalah daya sekarang nasi sudah menjadi bubur seseorang yang dicintai akan menikah. Kini Sora hanya pasrah akan takdirnya, kemana takdir membawanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 16.50 Wib Sora yang sudah berjam jam duduk oun di kejutkan dengan sebuah telefon dari ibunya.
Mama ❤ is calling....
" Hallo sayang kamu dimana, sekarang??? kenapa lama sekali keluar, cepat pukang sekarang mamah dan papah menunggumu nak " ucap mama intan.
__ADS_1
" Iya mah aku akan pulang, tunggu aku mah" kata Sora dengan sedikit sendu.
" Soraa sayang apa kamu baik2 aja? " tanya mama intan kembali.
" Aku baik2 aja mah, percayalah, aku akan pulang, dahh mamah " jawab Sora lalu menutup panggilanya.
Mama Intan yang belum sempat ngomong pun begitu kaget dengan tingkah Sora yang menutup telfonya dengan sepihak.
"Tidak biasanya Sora seperti ini, apakah ada masalah atau bagaimana? " gumam mama intan.
Sora pun kembali ke dalam mobil dan menuju pulang ke rumahnya.
❤❤❤❤
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA GUYS 😙😙😙🙏🙏🙏🙏🙏🙏
BANTU AKU UNTUK MENGOREKSI TULISAN AKU DAN JANGAN LUPA VOTE JUGA ❤🙏🙏