Winner Of Love

Winner Of Love
episode 53


__ADS_3

Dokter beserta suster pun keluar dari ruangan operasi dengan muka yang sedih. Di saat pintu ruang operasi terbuka semua orang yang ada di situ pun bergegas mendekati Dokter untuk menanyakan bagaimana keadaan Sora.


" Dokter bagaimana keadaan putri saya? " tanya Papah Gunawan.


Semua orang berharap jika Sora baik-baik saja dan operasinya berjalan dengan lancar.


" Begini Tuan dan Nyonya, Operasinya berjalan dengan lancar dan juga kami sudah berhasil mengambil peluru beracun yang ada di dalam tubuh anak Tuan dan Nyonya, " ucap Dokter yang belum selesai sudah terpotong oleh Mamah Sora.


" Alhamdulillah, berarti putri saya baik-baik saja kan dokter?" tanya Mamah Sora.


" Mohon maaf Nyonya sebelumnya, kami ingin mengatakan jika putri Nyonya sudah meninggal, " ucap Dokter tersebut.


Semua orang pun terkejut dengan ucapan Dokter yang mengatakan jika Sora sudah meninggal.


Beni pun langsung lemas mendengar ucapan dokter jika Sora sudah meninggal, dirinya merasa gagal telah membiarkan Sora tertembak oleh para mafia hitam.


" Ahh jangan bercanda dokter, putriku pasti baik-baik saja, tidak mungkin dia pergi meninggalkan aku, " ucap sang Mamah yang sembari menangis.


" Mohon maaf Nyonya sekali lagi kami mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan putri Tuan dan Nyonya tapi tuhan berkendak lain. Jika kalian ingin melihat putri kalian silahkan masuk Tuan dan nyonya, karena sebentar lagi kami akan melepas alat-alat yang menempel di tubuh putri kalian, " kata sang Dokter.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, semua orang masuk dan melihat keadaan Sora yang sudah terbujur di dalam ruang operasi tanpa adanya denyut jantung yang berdetak.


Tita, Agnes dan juga Beni menangis sejadinya karena melihat Sora sudah tidak bernyawa. Kejadian yang membuat nyawa Sora melayang.


Orang tua Sora pun langsung memeluk Sora dan mengatakan jika Sora harus bangun.


" Sayang kamu harus bangun, jangan tinggalin Mamah sama Papah sayang, " kata sang Mamah sambil menangis.


Di dalam ruangan tersebut hanya ada tangisan dari semua orang.


" Kamu tidak boleh pergi Enjelyka, kamu putri Mamah, kamu harus dengerin omongan Mamah, ayo sayang bangun! " teriak sang Mamah.


" Maaafin Papah sayang, Papah tidak bisa melindungimu, maafkan Papah yang gagal menaja dirimu, ini semua kesalahan Papah sayang, " ucap Papah Gunawan menyesal.


" Sudah Om dan Tante tenang dulu yah, " kata Agnes yang mencoba menenangkan orang tua Sora.


Beni lalu mendekati Sora dan memeluk Sora.


" Sayang ini aku, apa kamu tega ninggalin aku sendirian disini? kamu bilang kamu mau nikah sama aku kan? Ayo kita menikah sayang, kamu jangan pergi, kamu inget pesan aku kan sayang, bagaimana pun kondisinya kamu harus kuat dan jangan menyerah, jadi please sayang, kamu bangun dan jangan pergi, " ucap Beni yang membuat semua orang semakin menangis.

__ADS_1


Di depan pintu sudah ada Zio dan juga Rendy yang sudah mendengarkan semua bahwa Sora sudah tiada. Hati Zio berasa tersayat-sayat karena bagaimana pun Sora adalah orang yang sudah mengisi kehidupanya beberapa tahun. Zio dan juga Rendy langsung menghampiri Agnes dan juga Tita.


" Bagaimana bisa ini Tita? " tanya Zio


Tita paham apa yang dirasakan Zio karena bagaimana pun Sora pernah mengsisi kehidupan suaminya tersebut.


" Aku juga tidak paham sayang, tadi dokter mengatakan jika Enjelyka sudah tiada, " ucap Tita.


Sedangkan Beni masih memeluk dan berbicara pada Sora, berharap ada keajaiban datang.


" Sayang bangunlah, ini aku. " Kata Beni.


🍂🍂🍂🍂🍂


Terimakasih sudah mau membaca dan mampir ..


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YAH..


SALAM SAYANG DARI AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2