
Acara pun berjalan dengan sangat lancar, semua tamu undangan kini satu persatu meninggalkan acara tersebut.
" Sayang kok teman kamu yang namanya Zio itu tidak datang yah " tanya Agnes pada Rendy.
" Emm.. iya ya sayang, mereka ga nongol " Rendy pun merasa ada yang aneh pada Zio.
" Yasudah, gapapa sayang mungkin mereka sibuk " ucap Agnes.
" Mungkin yang "..
Beni tsrus saja memperhatikan Sora, karena penampilan Sora malam ini sangat cantik. Dirinya tak rela jika banyak mata yang menyaksikan kecantikan kekasihnya itu. Milik Beni ya hanya milik Beni, sentuh sedikit saja maka akan berhadapan langsung dengan Beni.
" Sayang kamu cantik banget malam ini, kadi pengen segera ngehalalin " kata Rendy yang masih menatap Sora.
" Kamu bisa aja hmm... Ya sana bilang ke papah aku kamu mao nikahin aku " ucap Sora pada Beni.
" Jadi kamu nantangin aku nih " tanya Beni.
" Iya, coba aja kalo berani " jawab Sora.
" Okeh,, aku bakal bilang ke papah kamu. Aku mau ngelamar kamu " Beni dengan percaya diri mengatakan hal itu.
"Ck! dasar kamu ini " ucap Sora kesal.
" Yaudah jangan marah dong " Beni mencubit kedua pipi Sora.
" Auww.. Sakit tau " ucap Sora yang kesakitan.
" Hehehe, sorry sayang " Beni meminta maaf sambil memegang kedua telinganya.
" Hahah..kamu tuh bisa aja buat aku ga ngambek " Sora bukannya memaafkan Beni malah tertawa.
__ADS_1
Lalu keduanya tertawa bersama.
Tingkah mereka berdua tak luput dari pandangan orang tua keduanya. Akbar dan juga Gunawan sangat bahagia melihat anaknya bahagia bersama Beni. Begitu juga dengan Akbar meresa bahagia karena putranya kini bisa bahagia dengan pilihanya.
" Untung aku ga salah jalan Wan Aku pikir anak kamu bener-bener ga bisa di temuin. Makanya aku jodohin Beni dengan Agnes " ucap akbar.
" Yahh,,semua sudah suratan takdir Bar. Kita sebagai manusia hanya mengikuti alurnya saja. Mungkin anak kita sudah ditakdirkan untuk bersama. " kata Gunawan.
" Bagaimana setelah Rendy dan juga Agnes menikah, kita nikahkan Beni dan juga Enjel " kata Akbar semangat.
" Aku sih oke-oke aja, gimana bagusnya ajalah. " jawab Gunawan.
Sedangkan Intan dan juga Ratih hanya tersenyum bahagia, kini mereka akan menjadi besan.
" Yasudah kita sudah sepakat akan menikahkan mereka setelah pernikahan Rendy " kata Akbar.
" Iyaa tuan Akbar wijayaa yang terhormat " goda Gunawan.
Kini semuanya merasa bahagia, dari mulai Rendy dan Agnes yang baru saja bertunangan. Beni dan Sora yang sudah semakin dekat. Akbar dan Gunawan yang sudah merencanakan pernikahan Beni dan Sora.
Mereka kini sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.
•••••••
Keesokan paginya di rumah Sora.
" Sayang kamu ke kantor bareng papah yah " kata Gunawan.
"Baiklah pah,, tumben nih ngajak Enjely bareng " ucap Sora.
" Papah hanya ingin berangkat ke kantor bersama putri papah " jawab Gunawan.
__ADS_1
" Yasudah pah, mari kita sarapan dulu " ajak Sora.
Mamah Intan langsung turun tangan menyiapkan sarapan untuk suami dan juga putrinya. Dia tak mau anak dan suaminya memakan masakan pelayan rumah, karena menurutnya kewajiban seorang istri dan juga ibu adalah tanggung jawabnya.
" Anak sama ayah kompak gini pagi-pagi " ucap mamah Intan.
" Hehe iya nih mah, tumben-tumbenan papah mau bareng Enjely " jawab Sora.
" Yasudahh ayo makan dulu, biar kerjanya semangat " Kata mamah Intan.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan keharmonisan keluarga yang utuh.
Setelah selesai sarapan, Sora dan juga Gunawan berangkat kekantor bersama. Dimana Sora menggunakan mini dress berwarna kuning di padukan dengan highheels yang senada dengan pakaianya. Semua barang yang dikenakan Sora adalah barang branded dan ada juga yang Limited Edition .
Di perjalanan Gunawan bertanya pada Sora bagaimana pendapatnya tentang Beni. Apakah dirinya mencintai Beni?
Sora terkejut dengan pertanyaan ayahnya, bukanya dirinya tak mampu menjawab hanya saja dirinya merasa malu untuk mengungkapkan isi hatinya pada ayahnya.
Meskipun Sora belum 100% mencintai Beni namun, dirinya sudah merasa nyaman dengan Beni.
Lalu, Sora menceritakan masalah laki-laki yang dicintainya dulu, dan bagaimana dia meninggalkan dirinya hanya karna tau siapa dirinya sebenarnya. Memang dirinya juga salah namun tak seharusnya dia memutuskan secara sepihak. Sora menangis mengingat semua itu menurutnya itu adalah kejadian yang sangat menyakitkan yang pernah di alaminya.
Sebagai seorang ayah, Gunawan merasa sakit melihat putrinya menangis hanya karena masa lalunya, ada rasa penyeselasan terhadap putrinya. Dirinya tau betul bagaimana sulitnya dirinya dulu.
Gunawan memeluk sang putri, Sora merasa nyaman saat di peluk sang ayah dimana sang ayah adalah laki-laki yang bakalan jadi pundak untuk bersandar disaat dirinya merasa tak nyaman dengan suatu keadaan.
❤❤❤❤
Jangan lupa like dan komen guys 🙏
Terus dukung author yah dengan cara vote ❤🙏
__ADS_1
Terima kasih buat para Reader yang berkenan mampir dan membaca karya saya 🙏