
Beni kini membawa Rendy ke kamarnya untuk membantu mengurangi pengaruh alkohol yang Rendy minum. Beni melepas sepatu, dasi dan juga jas yang di pakai Rendy.
Suhu badan Rendy kini semakin panas. Beni menghubungi Agnes untuk membantunya menangani Rendy yang kini tengah demam.
Disisi lain Agnes juga sedang berkecamuk memikirkan rencananya dan juga perasaan Rendy terhadapnya, Perasaan khawatir kini terus menghantui Agnes.
drrtt.. drtt.. drtt..
Beni is calling....
Beni : Nes kamu mending kesini deh, si rendy Nes...
Agnes yang mendengar Beni menyebut nama Rendy pun seketika panik..
Agnes : ada apa dengan Rendy Ben?
Beni : Rendy mabuk, terus sekarang Rendy demam tinggi nih, nyebut nama kamu mulu. Mending kamu kesini sekarang di apartmen aku. aku tunggu okeh.
Agnes pun tanpa mematikan telefon langsung berlari keluar kamar sambil menangis. Dia langsung menuju ke apartmen Beni.
30 menit kemudian sampailah Agnes diapartmen Beni, dia langsung berlari tanpa menggunakan alas kaki. Karena, terlalu panik memikirkan Rendy.
Tok.. tokk... tokk.
__ADS_1
Beni langsung membuka Pintu apartmennya dan dilihat Agnes yang sudah menangis tanpa alas kaki. Beni mempersilahkan Agnes untuk masuk lalu membawa Agnes kedalam kamar untuk. melihat kondisi Rendy.
" Tadi aku udah panggil dokter, kata dokter ini karena pengaruh alkhol yang berlebihan di tambah beban pikiran " Ucap Beni
Agnes yang mendengarpun semakin sedih, Orang yang di cintainya kini terbaring lemah.
" Renn.. bangunn hiiksss aku sayang sama kamu Ren hikks.. kamu jangn tinggalin aku Rendyy hikkss. " Agnes memeluk Rendy yang terbaring dikamar Beni.
" Kamu tenang aja Nes, Rendy baik baik aja besok mungkin akan segera sadar, karena tadi dokter ngasih bius tidur untuk Rendy supaya bisa tidur dengan nyenyak " kata Beni yang mencoba menenangkan Agnes.
" Kalo terjadi apa apa sama Rendy aku ga bisa maafin diri aku sendiri Ben, ini semua salahku hikkss "
" Nes tenanglahh, Rendy baik baik aja. mending sekarang kamu temenin Rendy disini sampai dia sadar okeh, aku tinggal dulu. " ucap Beni
*****
Keesokan harinya....
Rendy kini mulai membuka matanya perlahan. Rendy yang merasa di atas perutnya ada yang aneh pun dia mencoba membuka matanya dengan jelas.
Betapa terkejutnya Rendy melihat Agnes yang sudah berada di sampingnya tertidur pulas. Ada rasa bahagia menyelimuti Rendy namun, Rendy kembali mengingat bahwa Agnes adalah calon istri Beni.
Rendy yang coba perlahan mengangkat tangan Agnes karena ingin pergi kekamar mandi. Dan tak mau Beni salah paham.
__ADS_1
Agnes yang merasa ada sentuhan pun kini terbangun. Agnes yang melihat Rendy sudah sadar bangkit dan Langsung memeluk Rendy.
" Ren jangan tinggalin aku, aku mencintaimu Ren " ucap Agnes jujur.
" Aaa apa maksud kamu Nona Agnes " Rendy yang gugup mendengar ucapan Agnes. Remdy terkejut kenapa Agnes berkata seperti itu bukan kah dia akan menikah dengan Beni.
" Jangn panggil aku Nona Rendy, panggil aku Agnes saja, aku ga mau kehilangan kamu, aku gamau kamu pergi dari aku Rendy. Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. " kata Agnes.
Rendy merasa bahagia bahwa Agnes pun mempunyai perasaan yang sama terhadapnya, kini perasaanya tidak bertepuk sebelah tangan.
" Aku juga mencintaimu Agnes, tapiii... " Agnes langsung menutup mulut Rendy dengan tanganya. Karena dia tau maksud dari ucapan Rendy.
" Aku tidak akan menikah dengan Beni, karena aku tidak mencintai Beni, aku hanya mencintaimu. Sebenarnya aku merencakan semua ini untuk membuatmu mengungkapkan isi hatimu namun semua di luar rencana. Kamu malah seperti ini jadi aku memutuskan akan mengakui semuanya " Agnes menjelaskan semuanya pada Rendy. Rendy kinj memeluk erat Agnes.
" Aku mencintaimu Agnes " Rendy mengecup kening Agnes.
" Aku juga mencintaimu Rendy " balas Agnes..
Kini keduanya sedang berbunga bunga karena cinta mereka terbalaskan akhirnya kemenangan cinta lah yang membuat mereka bersatu.
❤❤❤❤
Jangan lupa like dan komentarnya 🙏🙏🙏🍭🍭
__ADS_1