Winner Of Love

Winner Of Love
episode 51


__ADS_3

suasana menjadi sangat kacau karena kerusuhan yang dilakukan oleh geng mafia yang ingin membunuh Sora.


Beni terus melindungi Sora dengan cara memeluk Sora dan terus menenangkan Sora.


" Ya Tuhan, tolonglah kami, selamatkan kami. Aku tak mengerti apa yang akan terjadi nantinya, tapi tolong jangan biarkan mereka melukai kami. Aku mohon ya Tuhan. Berikanlah petunjukmu untuk masalah ini. Kekhawtiranku terhadap orang-orang tadi ternyata benar untuk itu meminta padamu lindungilah kami dari orang-orang tersebut, " ucap Sora dalam hatinya.


Tita sudah bersama dengan Zio. Agnes juga bersama dengan Rendy. Namun mafis tersebut hanya fokus pada Beni dan Sora.


" Apa yang kalian inginkan? " tanya Beni pada salah satu sdari mafia tersebut.


Akan tetapi, mereka hanya tertawa mendengar ucapan Beni.


" Aku menginginkan nyawa gadismu, " jawab salah satu dari mereka.


Beni yang mendengar ucapan dari mereka pun mulai kesal dan ingin rasanya menghabisi mereka seketika. Namun, sekarang imi Beni tak mampu untuk melakukan apa-apa karena selangkah saja Beni melangkah berarti mendekatkan orang itu pada Sora.


Zio sudah mulai menyusun rencanaya dengan anak buahnya tadi, Zio sudah menduga akan seperti ini. Anak buah Zio lalu masuk dan menembakkan senjatanya pada orang-orang yang sedang menodongkan senjatanya.


Hanya dalam hitungan detik semua orang itu pun langsung terjatuh. Akan tetapi salah satu dari mereka masih hidup dan langsung mengarahkan senjata pada Sora.


Dorr...


Satu tembakan yang mengenai perut Sora dan membuat semua orang menjadi terkejud.


Sora yang sedang duduk tiba-tiba kaget dan langsung terjatuh di pelukan Beni.


" Enjelykaaa... " Teriak Beni.


Anak buah Zio langsung menembak orang yang telah menembak Sora dan orang tersebut langsung mati seketika.


Beni teriak dengan menyebut nama Sora akan tetapi Sora sudah tidak sadarkan diri.


Agnes dan Tita menangis melihat Sora yang sudah tidak sadarkan diri dan banyak mengeluarkan darah.


Dengan segera Beni membopong Sora untuk segera di bawa ke rumah sakit. Lalu Agnes dan Tita mengikuti Beni sedangkan Rendy dan juga Zio mengurus masalah yang sedang terjadi.


" Enjely bertahanlah, jangan tinggalkan aku, aku mohon padamu sayang, bertahanlah!" ucap Beni yang sambil membopong Sora.


" Kita harus segera membawa Enjely ke rumah sakit Beni, kita tidak punya banyak waktu, biar aku yang membawa mobilnya dan kau menemani Enjelyka di belakang, " ucap Tita.


Akhirnya mereka kini sedang berada di perjalanan menunu rumah sakit terdekat agar Sora segera mendapat pertolongan.


Namun, di tengah perjalanan Sora membuka matanya dan mengatakan sesuatu pada Beni.


" To-lo-ng beri ta-hu orang tu-a ku, " kata yang keluar dari mulut Sora.


Beni merasa lega karena Sora sadar dan mengatakan sesuatu. Namun, setelah itu Sora kembali tak sadarkan diri.


" Sayang, heyy sayang. Plis bangun sayang, " ucap Beni sambil menepuk pipi Sora.

__ADS_1


Tetapi, Sora tidak merespon apapun dan dengan segera Agnes mencari ponselnya untuk memberitahukan berita ini pada kedua orang tua Sora.


Sedangkan Tita fokus mengendarai sambil mencari rumah sakit terdekat. Tak lama dilihatlah rumah sakit yang menurut Tita tepat untuk perawatan Sora. Tota mulai memarkirkan mobilnya di depan ruangan UGD.


Sora kini sudah di tangani oleh dokter. Beni merutuki kesalahannya yang tidak bisa menjaga Sora dengan baik.


" Sudahlah Beni, semua sudah di ataur yang diatas, sekarang ini kita hanya bisa berdoa saja supaya Enjelyka baik-baik saja, " kata Tita mencoba menenangkan Beni.


Sedangkan Agnes sedang berusaha menghubungu orang tua Sora. Namun, tidak ada jawaban sama sekali.


" Orang tua Enjely dari tadi tidak menjawab teleponku? " kata Agnes cemas.


" Coba terus saja telepon, mungkin mereka tidak mendengar, " kata Tita.


Lalu Agnes pun mencoba menghubungi orang tua Sora kembali. Dan akhirnya mendapat jawaban dari orang tua Sora.


" Hallo tante? "


" Iya hallo Agnes, ada apa sayang? "


" Ini tante, saya cuma ingin nemberitahu jika Enjelyka sedang di rawat di rumah sakit, akibat tertembak, "


Brugh..


Mamah Sora langsung terjatuh mendengar jika putrinya berada di rumah sakit akibat tertembak, kejadian yang sama beberapa puluh tahun yang lalu yang bisa merenggut nyawa Sora.


Papah Sora yang melihat istrinya terjatuh pun langsung menanyakan sebenarnya apa yang terjadi.


" Hallo tante? " suara Agnes dari balik ponsel Mamah Sora.


Papah Sora pun langsung mengambil ponsel tersebut dan menjawabnya.


" Iya hallo Agnes, ada apa? "


" Begini Om, Enjelyka sedang dirawat di rumah sakit Husada Perkasa akibat tertembak sekelompok mafia hitam, "


Seketika Papah Gunawan langsung terdiam dan mengerti apa yang terjadi pada istirnya.


" Iya sudah Om, saya tutup dulu teleponnya, "


Lalu Agnes langsung menghampiri Tita dan juga Beni.


" Sudah aku beritahukan pada kedua orang tua Enjelyka, " kata Agnes.


Di rumah Sora..


Mamah Sora masih memangis dan membayangkan bagaimana jika nantinya harus kehilangam Sora untuk kedua kalinya.


Papah Gunawan langsung paham siapa dalang di balik semua ini.

__ADS_1


" Lebih baik kita langsung ke rumah sakit saja mah, " kata papah Gunawan.


Lalu, Mamah Sora pun bersiap-siap untuk segera kerumah sakit.


Di Rumah Sakit...


Beni, Agnes dan Tita sedang menunggu didepan ruang operasi dimana Sora sedang di tangani oleh Dokter.


" Sayang plis jangan tinggalin aku, " kata yang keluar dari mulut Beni.


Agnes dan Tita paham apa yang di rasakan oleh Beni, orang yang sangat di sayanginya kini sedang berjuang dengan mautnya akinat oknum tidak bertanggung jawab yang dengan tiba-tiba menginginkan Sora meninggal.


Kehilangan orang yang di sayang itu memang sangat menyakitkan, terlebih orang tsrsebut telah membawa kita ke hal yang lebih baik. Seolah sudah terbiasa dengan kehadiran orang tersebut. Ingin saja memulai akan tetapi banyak rintangan yang harus di jalani. Ujian demi ujian, cobaan demi cobaan selalu datang menghampiri Beni.


Dimana saat dirinya pertama kali bertemu Sora dan mulai mencintai Sora. Banyak rintangan yang harus Beni lalui dan banyak perjuangan yang Beni lakukan untuk mendapatkan Sora. Kini saat dirinya sudah mendapatkan Sora malah Sora sedang bertarung dengan nyawanya. Sungguh menyesakkan dada Beni.


" Kenapa harus seperti ini Tita, dari dulu kenapa aku harus mengalami seperti ini? " ucap Beni sambil memeluk sahabatnya itu.


Tita dan Agnes pun tak kuasa menahan air matanya, melihat Beni yang benar-benar terpuruk dengan keadaan yang membingungkan.


Rencana tuhan memang indah, akan tetapi ujian tuhan itu sangat sulit untuk di jalankan.


Mereka bertiga menangis bersama karena memyesali apa yang terjadi. Walaupun mereka tahu jika menyesali sesuatu itu tdak baik.


❤❤❤❤❤


JANGAN LUPA LIKE DAN JUGA KOMENTAR.


VOTE JUGA YAH..


TERIMAKASIH SUDAH MAU MEMBACA...


❤❤❤❤


Oh iya saya mau promoin novel kakak saya..


Ceritanya ini bagus banget dan rekomendasi banget buat kalian yang suka membaca.



Cerita tentang persahabatan yang berubah jadi cinta. Belum sampai rasa itu sampai pada sang pemilik hati, lelaki yang dicintai Zahra tiba-tiba menggilang tanpa kabar.


Enam tahun berlalu, Ega si pemilih hati Zahra datang kembali membawa cinta untuknya. Namun, karena banyak kejadian yang dialami Zahra membuat gadis itu trauma akan cinta.


❤❤❤❤❤


Itu sedikit sinopsis dari cerita dari novelnya ya guys..


Jangan lupa di mampirin ya sahabat pena sekalian..

__ADS_1


Salam sayang dari Author.


__ADS_2