Winner Of Love

Winner Of Love
episode 39


__ADS_3

Beni akhirnya menghentikan pekerjaanya dan berniat untuk mengunjungi Sora ke kantornya. Rendy sudah menyiapkan mobil untuk Beni pergi ke kantor Sora.


Beni melangkahkan kaki keluar dari ruang kerjanya menuju lift. Dengan gagahnya Beni keluar dari lift tak lepas dari pandangan para karyawan yang melihat ketampanan bosnya itu.


Namun, Beni hanya santai saja tak menghiraukan para karyawan yang menatapnya, karena itu bukan hal yang baru bagi Beni.


Beni menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan kantornya. Beni mengendarai mobilnya sendiri tanpa membawa sopir pribadinya.


Sedangkan Sora sedang sibuk dengan pekerjaan barunya, dirinya merasa harus extra belajar lagi dengan abangnya. Sejak tadi, Sora terus bertanya pada Arfi.


30 menit kemudian sampailah Beni di kantor milik Sora. Ini pertama kalinya Beni mendatangi kantor EPG gruop, karena selama ini Beni enggan jika harus menemui para rekan bisnisnya, dia lebih suka ke tokonya dari pada harus bertemu dengan para klienya.


Beni memarkirkan mobilnya, dan keluar dari mobilnya menuju ke kantor Sora. Sesampainya di meja resepsionis Beni bertanya pada resepsionis dimana ruang presdir.


" Permisi tuan, ada yang bisa kami bantu "ucap sang resepsionis sopan.


" Saya ingin bertemu dengan kekasih saya, presdir baru disini, nona Enjelyka " jawab Beni.


" Ohh ibu presdir di lantai 30 tuan " ucap sang resepsionis.


" Apakah Enjelyka sedang sibuk sekarang? " tanya Beni pada sang resepsionis.


" Sepertinya ibu presdir tidak terlalu sibuk tuan, karena hari ini hari pertama dirinya menjabat sebagai presdir EPG group. " balas sang resepsionis.


" Baiklah terimakasih " Beni lalu meninggalkan meja resepsionis dan menuju ke lantai 30.


Di perusahaan milik Sora resepsionis selalu diajarkan untuk sopan dan santun pada tamu yang ingin menemui seseorang. Mereka dilarang merendahkan bahkan sampai menghina tamu. Oleh karena itu, mereka sopan terhadap Beni, terlebih Beni adalah kekasih sang pemilik group, jika mereka macam-macam mungkin mereka akan kehilangan pekerjaan mereka.


Beni sampai pada lantai 30, lalu dirinya menemui meja sekertaris presdir.


" Apa nona Enjelyka ada di dalam?" tanya Beni pada sekertaris tersebut.

__ADS_1


" A..aa.. ada tuan " jawab sekertaris gugup. Karena dirinya baru pertama kali bertatap muka langsung dengan sang pewaris pengusaha nomor 1 seasia.


" Baiklah, saya permisi dulu " pamit Beni.


" Iya tuan " balasnya..


Beni mengetuk pintu ruang kerja Sora.


Tok.. tok.. tok..


" Masuk " ucap Sora dari dalam pintu.


Setelah mendapat izin Beni langsung membuka pintu. Betapa terkejutnya Sora melihat kekasihnya datang tanpa memberitahu sebelumnya. Sora langsung berdiri dari ruang kerjanya menghampiri Beni yang masih berdiri di depan pintu.


Beni yang melihat penampilan Sora rasanya ingin tertawa, bagaimana tidak pena yang di taruh di telinganya, rambut yang berantakan, serta tak memakai alas kaki.


" Hahaha " tawa Beni pecah seketika.


" Apakah jabatan sebagai presdir membuat kekasihku ini sangat lelah " tanya Beni lalu menghampiri Sora untuk mengambil pena dan merapikan rambut Sora.


Sora hanya bisa menahan malu saat sadar dengan semua itu.


" Duduklah sayang " ucap Sora.


" Apakah sesibuk ini sayang, sampai kau melupakan kekasihmu ini " kata Beni.


" Maaf sayang, ini hari pertamaku, aku madih butuh penyesuaian, untung saja ada abang. Jika tidak matilah aku " ucap Sora yang sudah menyenderkan kepalanya di dada Beni.


Beni yang mendapat perlakuan manja Sora hanya tersenyum bahagia. Lalu, Beni mengusap pelan kepala Sora dengan lembut.


" Kasian sekali kekasihku ini " Beni mengecup kening Sora.

__ADS_1


" Uhh,, aku laper sayang " ucap Sora manja.


Beni lalu melihat jam sudah menujukkan pukul 12.25 wib, waktunya makan siang.


" Ayo kita keluar untuk makan siang sayang " ajak Beni.


Sora lalu bangkit dari tempat duduknya dan merapikan penampilanya. Beni yang melihat hanya bisa menelan salivanya, ingin rasanya Beni memakan Sora sekarang juga. Namun, mengingat dirinya belum ada ikatan apapun dirinya hanya bisa menahan keinginannya sampai pada waktunya.


Setelah Sora selesai merapikan dirinya, mereka keluar dari ruang kerja Sora dengan Sora yang menggandeng tangan Beni.


Sang sekertaris yang melihat pemandangan bos dengan laki laki tampan itu hanya bisa memandanginya dengan tatapan iri. Namun, bukan berarti sang Sekertaris ingin merebut Beni, hanya saja iri dengan pasangan uang sweat itu.


Setelah menaiki lift dan mereka sampai di loby, semua mata tertuju pada Beni dan juga Sora. Mereka merasa iri dengan Sora yang memiliki kekasih yang sangat tampan.


Saat ingin melangkahkan kakinya keluar, Sora melupakan sesuatu, lalu Sora berhenti seketika.


" Astagfirullah, aku lupa memberitahu abang jika aku ingin keluar makan siang " Sora menepuk jidatnya.


Lalu Sora mengambil benda pipih dari tasnya, lalu mengetikkan nomor abangnya.


" Hallo abang, Enjely makan siang bersama Beni " ucap sora.


" Baiklah tuan putri, have fun yah " kata Arfi dari seberang telefon.


Sora lalu mamatikan telefonnya dan kembali menggandeng tangan Beni. Kini mereka sudah berada di dalam mobil menunu kesebuah restoran mewah milik Beni.


❤❤❤❤


Jangan lupa like dan komentar ya guys🙏🙏🙏


Dukung author juga 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2