
Tita dan Agnes pun tak kuasa menahan air matanya, melihat Beni yang benar-benar terpuruk dengan keadaan yang membingungkan.
Rencana tuhan memang indah, akan tetapi ujian tuhan itu sangat sulit untuk di jalankan.
Mereka bertiga menangis bersama karena menyesali apa yang terjadi. Walaupun mereka tahu jika menyesali sesuatu itu tdak baik.
Sedangkan Sora di dalam masih bertarung dengan nyawanya, para Dokter berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Sora. Namun, keadaan Sora semakij lemah dan juga kritis.
Salah satu dari Dokter pun keluar dari ruangan operasi untuk memberikan kabar pada keluarga Sora.
Saat pintu ruang operasi terbuka. Beni, Tita dan Agnes pun segera berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
" Dokter bagaimana keadaan kekasih saya? " tanya Beni pada Dokter tersebut.
" Begini, keadaan pasien sekarang sangat lemah dan juga kritis. Akibat tembakan yang dirinya alami terlebih di dalam peluru itu ada racun yang sudah sengaja di berikan oleh oknum tersebut," ucap sang Dokter.
Saat Dokter mengatakan hal itu orang tua Sora sudah berada di situ dan Mamah Sora langsung terduduk lemas mendengar ucapan sang Dokter.
Semua orang terkejut karena kedatangan orang tua Sora yang mendadak. Beni langsung berlari ke arah mamah Sora dan membantu mamah Sora untuk duduk.
__ADS_1
" Tante? " kata Beni.
" Enjelyka putriku sekarang sedang bertarung dengan nyawanya, tolong berikan yang terbaik Dokter, hikss.. " Ucap sang mamah sambil menangis.
" Kami sudah berusaha semaksimal mungkin nyonya, tetapi kami juga akan mencoba menghilangkan racun yang sudah mulai tersebar pada tubuh putri nyonya, " kata Dokter tersebut.
" Kami akan membayar berapapun Dokter, asal putriku selamat, " sambung Mamah Sora.
" Baik nyonya, kita akan berusaha semaksimal mungkin, " balas sang Dokter.
Lalu, Dokter tersebut pamit meninggalkan mereka semua dan kembali masuk kedalam ruang operasi untuk melanjutkan operasi yang akan di lakukan untuk membantu menghentikan racun yang sudah mulai tersebar.
" Ya Tuhan hamba mohon padamu jangan biarkan putriku pergi dariku, jangan biarkan dia kalah dalam takdirnya, Hamba meminta padamu sebagai seorang ibu yang tidak ingin anaknya pergi dari sisinya. Dia adalah duniaku Ya Tuhan, apapun akan aku lakukan asal anak Hamba bisa selamat. Jangan biarkan dia pergi meninggalkan aku di saat aku belum bisa membuatnya bahagia, selama ini dia sudah hidup susah denganku karena nyawanya sangat berharga, jadi Hamba mohon Tuhan. Berikanlah dia kehidupan yang bahagia bersamaku. Jangan biarkan dia pergi sebelum dia bahagia Tuhan, lebih baik Hamba yang pergi Tuhan. " ucap sang Mamah yang membuat semua orang tercengang dan semakin haru.
" Mamah jangan bicara seperti itu, kita harus yakin jika anak kita baik-baik saja " kata sang Papah sambil memeluk Mamah Sora.
" Iya tante, kita harus berdoa agar Enjelyka baik-baik saja, " kata Tita, Agnes dan juga Beni.
Mereka bersama kini sedang menunggu bagaimana keadaan Sora.
__ADS_1
Di dalam ruangan operasi sang dokter telah berhasil mengeluarkan peluru yang masuk kedalam perut Sora. Mereka merasa lega karena sumber dari masalah Sora adalah peluru beracun tersebut.
Akan tetapi, di saat semua mereka senang karena operasinya berhasil, keadaan Sora semakin kritis dan semakin memburuk. Sehingga Dokter kembali memeriksa apakah ada kesalahan yang terjadi saat melakukan operasi tersebut.
Saat para Dokter memeriksa tidak ada kesalahan dalam operasinya, tetapi keadaan Sora membuat para Dokter takut jika Sora terus saja lemah dia akan kehilangan nyawanya.
Dokter segera menempelkan bantuan detak jantung pada Sora, akan tetapi tidak ada respon dari Sora. Dokter pun terus saja berusaha membuat Sora tidak kehilangan detak jantungnya.
" Suster sepertinya pasien sudah meninggal, " kata sang dokter.
Suster pun langsung paham dengan ucapan Dokter.
" Kita harus memberitahukan pada keluarga pasien, " kata sang Dokter.
Para Dokter dan juga suster tersebut pun merasa sedih karena mereka gagal membantu Sora.
❤❤❤❤❤
TERIMKASIH SUDAH MAU MEMBACA...
__ADS_1
JANGAN BOSAN MAMPIR YAH..