
Beni yang sedikit merasa frustasi atas apa yang ayahnya lakukan membuat dirinya tidak habis fikir, bagaimana bisa dia memutuskan soal masa depannya.
Beni berhenti di sebuah taman favoritnya, dimana taman yang selalu ia kenjungi untuk mencurhkan keluh kesahnya. Di taman yang ramai banyak anak2 muda berkumpul sedang bercanda gurau, Beni melihat mereka seolah olah mereka hidup bebas tanpa ada beban sedikit pun, meski kehidupan mereka sederhana tak membuat mereka mengeluh. Kadang ada rasa iri yang menyelimuti Beni melihat Mereka, walaupun kini usianya tak muda lagi, tapi ia ingin seperti mereka. wajar saja Beni berfikir seperti itu, karena Beni dari kecil sudah di ajarkan untuk mandiri oleh ayahnya, bekerja keras soal masalah bisnis, masa muda yang harusnya ia gunakan untuk bermain, ia malah harus tetep fokus untuk belajar bisnis di luar negri. samapi akhirnya Beni harus kehilangn masa mudanya.
Waktu semakin malam sudah menunjukan pukul 22.30 wib, berjam jam Beni duduk di taman. kini perasaanya sedikit lega. Beni memutuskan untuk kembali ke apartmenya.
Sesampainya di apartmen Beni langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri, sebelum ia beristirahat.
Keesokan harinya Beni seperti biasa memakai pakaian pelayan di toko pizzanya. Bukan ia tak mau memakai pakaian kantor, hanya saja Beni memiliki alasan khusus untuk ini semua.
*****
Di tempat lain,
Sora yang sudah menjajakan daganganya di tempat biasa sangat senang karna setiap hari jualanya selalu laku dan habis dalam sekejap.
Setelah jualan sora seperti biasa pergi ke taman, dan tak lama ia mendapat telfon dari zio, kekasihnya.
drtt.. drttt. drttt
Zio my love ❤
__ADS_1
Zio: Hallo sayang kamu dimana?
sora: Dii taman sayang,ada apa sayang?
zio: Nanti malam ikut aku ke acara ulang tahun tita ya? kamu harus tampil cantik, menggukan dres oke.
Sora: Mmm begitu ya, baiklah sayang.
Zio : Ya sudah aku tutup dulu sayang, daaa sayang.
sora : Daa..
setelah menerima panggilan dari Zio, Sora menarik nafasnya dengan panjang, Sora bingung harus bagaimana nanti dia datang ke acara pesta sedangkan Sora tak memiliki gaun mewah dan dress yang di maksudkan oleh Zio tadi.
Beni memberanikan diri untuk menemui sora
lalu Beni duduk di samping Sora dan manaruh box pizza di samping kursi taman.
" Hayy kamu kenapa sora? tanya Beni.
" Mmm Beni sejak kapan kamu di sini,, ucap Sora.
__ADS_1
" Dari tadi, sejak kamu habis terima telfon terus kamu langsung murung gitu? jawab Beni dengan santai.
" Ohhh engga papa kok" ucap Sora bohong.
" Aku yakin kamu lagi ada masalah ya? tanya Beni sambil menepuk pundak sora.
Sora yang kaget melihat aksi Beni yang memegang pundaknya itu merasa gugup dan jantungnya berdegup kencang, seolah olah sedang lari di kejar hewan, tak beraturan
" kenapa aku jadi deg degan gini ya" gumam sora dalam hati yang masih menatap lekat wajah Beni.
" tampan" kata Sora yang spontan keluar dari mulutnya.
Beni yang mendengar pun, sontok kaget dan segera melepaskan tanganya.
" Heyy kamu kenapa sora? berusaha mengalihkan pembicaraan, Beni tau kalo tadi Sora memujinya tampan.
" Ahh engga kok, aku cuma lagi bingung aja, temannya kekasihku mau ngadain pesta ulang tahun dan aku di undang, tapi aku bingung aku ga punya gaun untuk itu" jawab Soea lemas dengan sedikit memajukan bibirnya dan sedikit frustasi.
**
Hehehe kalian bayangin sendiri aja ekspresi Sora bagiamana? karen author juga bingung 😂😂😂
__ADS_1
Salam sayang dari author untuk kalian pembaca karya author, hehe
Jangan lupa like dan coment guys