
Tak lama setelah Ratih dan Beni ngobrol, Akbar wijaya pun datang dan menyambut anak semaya wayangnya, yah Akbar Wijaya ayah Beni.
Akbar langsung memeluk putranya dan duduk kembali di ruang keluarga.
" Bagaimana keadaanmu son? tanya Akbar pada Beni
" Baik dad" kawab Beni singkat.
" Tak usah basa basi dad, ada hal apa yang membuat daddy menyuruhku ke rumah ini " ucap Beni kesal dengan ayahnya yang sok perhatian denganya, karena Beni sudah tau dengan sifat ayahnya berusaha baik karena ada maunya.
" Apakah seperti itu bicaramu kepada orang tua son " teriak Akbar kepada Beni.
" Sudah sudah, Beni jangan seprti itu dia ini daddymu " lerai ratna sambil mengelus pundak suaminya yang sedang emosi
__ADS_1
" Baiklah, daddy tidak akan basa basi,
kemaren daddy mengunjungi rumah sahabat daddy dan kami ingin merencanakan perjodohan untukmu, anak sahabat daddy 2 minggu lagi akan kembali ke indonesia, dia baru saja menyelesaikan study s2 nya di harvard university, dan setelah itu daddy ingin kamu menjemputnya di Bandara dan seminggu kemudian kalian tunangan" ucap Akbar.
Ratih yang terkejut dengan ucapan Akbar pun sontak tak percaya atas apa yang di ucapkan suaminya, kenapa dia begitu tega menentukan pilihan anaknya sendiri, hanya karna bisnis kerjanya.
" Apa?? tunangan? di jodohkan, come on dad, aku sudah besar aku bisa menentukan pilihanku sendiri, apa daddy akan kembali memaksaku untuk hal ini, apa daddy tidak ingin melihat aku bahagia dengan pilihanku sendiri, apa aku kurang cukup mengikuti kemauan daddy yang selalu memaksa, dari hal kecil hingga sekarang masalah hati, daddy pun menentukanya tanpa memikirkan perasaan aku." jawab Beni yang kesal.
Beni yang geram dengan ucapan ayahnya tersebut sangat emosi.
" Terserah..." ucap Beni singkat dan langsung pergi meninggalkan orang tuanya.
Ratih yang menangis melihat anaknya kembali meninggalkan rumah lagi itu pun begitu terpukul, karena dia merasa menjadi ibu yang tidak baik karena tidak bisa membela anaknya di depan suaminya, sakit bagai di sayat2 itulah yang di rasakan Ratih yang melihat kelakuan suaminya yang semena mena dan pemaksa. Tanpa memikirkan kebagian anaknya.
__ADS_1
" Mengapa kau menangis, apa kau kembali menangisi anak yang kurang ajar itu " ucap Akbar
" Kau tega suamiku, kau bahkan kembali memaksa anak kita, anak satu satunya untuk menikah dengan anak sahabatmu itu " jawab Ratih yang sedang menangis.
" Aku adalah ayahnya aku berhak menentukan mana yang baik mana yang tidak baik untuknya,
dan kau tidak ada hak untuk melarangku, karena aku kepala rumah tangga di sini " Akbar yang berdiri meninggalkan istrinya uang menangis duduk di sofa tersebut.
Ratih yang menangis sejadi jadinya atas ucapan suaminya tersebut, seolah olah dia hanya sebatas istri dan ibu yang melahirkan namun tidal berhak atas apapun.
" Maafkan mommy sayang, maafkan mommy, karena mommy tidak bisa melakukan apapun untukmu, mommy berjanji suatu saat mommy akan melawan ayahmu agar tidak memaksamu lagi " ucap Ratih.
Beni yang kesal tersebut langsung masuk mobil dan keluar dari mension keluarganya dengan kecepatan di atas rata2, di dalam mobil Beni sangat frustasi atas apa yang di ucapkan ayahnya tersebut, Beni tak menyangka bahwa ayahnya akan melakukan ini.
__ADS_1