
EPISODE 12
^_^ Happy reading ~ I Hope you like it..^_^
* * *
Reza mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya pelan. Matanya mengawasi Angela intens seolah jika dia tak menatapnya barang sedetikpun maka gadis itu akan langsung raib dari sisinya.
“Kau pikir karena siapa kau aman disana? Karena aku! Jika bukan karena aku mengancam bosmu untuk memperlakukanmu dengan baik, maka kau pasti sudah ditendang dari sana mengingat sifat keras kepalamu!” ucapnya sinis. Angela terang tidak suka mendengarnya. Apa Reza pikir dia pengemis? Namun tetap saja tak ada bantahan yang keluar dari mulutnya.
“Kau sibuk menebar pesonamu dan bergaya genit disana, apa kau tahu betapa marahnya aku?!”
Oh rupanya laki laki ini masih ingin melanjutkan ocehan tak bermutunya!, Angela tampak memutar mata tak suka.
“Apa urusannya denganmu? Kau tak berhak menghakimiku!” kali ini Angela sudah tak tahan lagi. Gadis itu memutuskan untuk angkat bicara.
Reza menatapnya tajam seolah siap membunuh Angela dari sorot matanya saja. “Itu jadi urusanku karena kau milikku! Aku tak mau calon pengantinku disentuh oleh siapapun selain aku, pemilik sesungguhnya!” ujarnya dengan nada tinggi. Mengabaikan Roy yang saat ini berada di antara mereka sembari berposisi sebagai pengemudi.
“Kau pikir aku barang?! Kenapa kau memperlakukan aku seolah aku ini dapat dengan mudah jatuh ke pelukanmu?!” balas Angela tak kalah tinggi dengan nada yang Reza punya.
“Kau memang milikku! Kau adalah gadis yang memiliki tulang rusukku! Kau milikku dan aku milikmu! Apa sekarang kau mengerti?!” suara Reza kini terdengar bergetar menahan amarah.
“Tidak, aku tak mau jadi milikmu dan memilikimu!” bantah Angela keras.
“Kau harus mau karena aku sudah terlanjur gila karenamu!” dan sekarang Reza mulai mencium Angela kasar tanpa peduli protes yang gadis itu kontarkan padanya.
PLAK!
Kini suasana menjadi sangat tegang akibat tamparan yang Angela layangkan ke pipi Reza. Laki laki itu terdiam dengan raut kecewa mendapati penolakan Angela padanya. Selalu seperti ini, kapan sih Gadis itu akan membuka hati untuknya? Reza lelah harus selalu jadi pihak yang terluka dan kecewa.
“Hentikan mobilnya!” perintah Angela tanpa menoleh pada Reza yang menatapnya sendu.
Roy tak bergeming. Mencoba mengabaikan Angela begitu melihat raut tak bersahabat di wajah tuannya.
“Kubilang hentikan atau aku akan lompat dari mobil sialan ini!” ucap Angela setengah mengancam.
“Hentikan mobilnya” satu perintah lembut dari Reza itu membuat Roy otomatis menghentikan mobilnya.
Angela dengan cepat keluar dari sana. Wajahnya nampak sangat kesal. Sambil bersungut dia mulai berjalan meski lagi-lagi tak memandang Reza.
Laki laki yang masih setia pada posisinya itu menatap sendu Angela. Roy jadi prihatin sendiri melihatnya.
__ADS_1
“Ikuti dia” ucap Reza lirih.
“Tuan kurasa nona Angela takkan suka bila dia tahu…”
“Kau membantahku?” kini tatapan Reza mulai mengeras. Roy meneguk salivanya lalu mulai kembali menyetir.
“Pelan-pelan saja. Pastikan untuk selalu berada dibelakangnya” ucap Reza sambil menghela nafas.
* * *
“APAA? Jadi Angela belum pulang?”
“…………”
“Baiklah, aku akan mencarinya. Jangan menangis”
“…………”
“Hmm, jangan cemas” tutup Deny pelan.
* * *
Sinta terpaku sesaat setelah sambungannya dengan Deny terputus. Harus dia akui, setiap mendengar suaranya dan bertatapan dengan Deny, Sinta merasa debaran yang ada di dadanya begitu kencang. Memaksanya untuk terlihat kaku dan aneh dihadapan Deny.
Tanpa sepengetahuan siapapun, Sinta telah memendam rasa lebih dari seorang adik pada laki laki yang menggeluti dunia kedokteran itu. Sejak pertama bertemu Deny, Sinta tak dapat menahan rasa kagum yang akhirnya menjadi cinta di dalam hatinya. Bunga-bunga asmara itu telah tertanam dengan baik dan berakar kuat sehingga sulit bagi Sinta untuk mencabutnya.
Gadis itu tak menampik ada rasa cemburu saat melihat kedekatan Angela dan deny . Tapi menjauhkan mereka hanya karena kecemburuannya? Ayolah Sinta cukup tahu diri untuk tak menjadi tembok diantara mereka.
Namun tetap saja dia hanya manusia biasa yang bisa jatuh cinta pada siapapun. Sinta bahkan memilih jurusan perawat saat kuliah agar bisa selalu berada didekat Deny Karena jika pria itu menjadi dokter, maka Sinta akan setia membantunya sebagai perawat. Meski itu terkesan berlebihan dan egois, Sinta tak peduli. Bahkan jika dia hanya bisa memiliki Deny saat bekerja, Sinta akan sangat bahagia.
* * *
Gadis itu duduk sambil menatap miris langit malam tanpa bintang. Dia tertunduk sembari menghela nafas panjang.
“Kenapa hidupku sial sekali? Aku bahkan tak punya pilihan selain menikah dengannya. Ayah… naku harus bagaimana? Aku ingin menikah dengan orang yang kucintai dan mencintaiku” ucapnya lirih.
“Ah benar, aku tadi tak mengaktifkan ponsel. Aku harus menghubungi kak brian dan Sinta. Mereka pasti cemas” dengan sedikit tergesa dia merogoh sakunya dan menatap miris ponselnya yang tadi ikut kehujanan.
Angela sedikit bersorak gembira mengetahui ponselnya masih baik-baik saja berbanding terbalik dengan dirinya yang malah jatuh sakit.
“Bahkan ponsel pun tidak apa-apa setelah ikut kehujanan dan kepanasan bersamaku. Lalu kenapa aku malah putus asa? Dasar kau payah, Angela” gerutunya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Angela tersenyum miris mendapati nada panggilan ponselnya. Padahal dia sengaja memasangnya untuk menyemangati dirinya. Nyatanya? Angela bahkan tak bisa tersenyum dengan benar. Dia bingung bagaimana harus berekspresi sekarang.
“kak Deny ?” matanya berbinar mengetahui siapa yang memanggilnya. Dengan senyum manisnya dia langsung mengangkatnya. Kyuhyun memang obat ampuh penghilang galau dihatinya.
“hallo kak?”
“dimana?” suara Deny tampak cemas dari sebrang. Angela tersenyum senang. Sepertinya Deny mengkhawatirkannya.
“Aku di…” Angela nampak celingak-celinguk sendiri. Ada dimana dia ini?
“Aku di… halte. Tapi aku tak tahu halte di daerah mana”
“Tak ada papan jalan disana?”
Angela kembali memperhatikan sekitarnya. Matanya menyapu seisi jalanan. Sedikit berseru senang saat melihat papan jalanan tak jauh darinya menampilkan dimana dia sekarang.
“kakak , aku di…”
* * *
Tangan laki laki itu terkepal. Memperlihatkan dengan jelas urat-urat membiru yang nampak dipermukaan kulitnya. Reza sedang marah sekarang.
Matanya tak lepas memandang dua orang insan yang tampak tersenyum satu sama lain.
Sungguh demi apapun dia tak rela melihat gadisnya melemparkan senyum pada pria manapun selain dirinya.
Gadisnya?
Ya, Angela adalah gadisnya. Hanya tinggal menunggu waktu bagi Reza untuk memiliki Angela.
Dan sampai saat itu tiba, Reza akan menjaga Angela dari serangan apapun yang mengharuskannya untuk menolak Reza.
Pria itu takkan memberi satu celah kecil pun untuk Angela temukan dan lewati.
Reza tak peduli bahkan jika harus menempuh cara tak berkelas sekalipun.
Yang dia tahu, gadis yang sekarang sudah masuk ke mobil berwarna silver itu harus menjadi miliknya!
* * *
TO BE CONTINUED
__ADS_1
HAPPY READING 😁