
EPISODE 13
^_^ Happy reading ~ I Hope you like it..^_^
Sebelumnya
Pria itu takkan memberi satu celah kecil pun untuk Angela temukan dan lewati.
Reza tak peduli bahkan jika harus menempuh cara tak berkelas sekalipun.
Yang dia tahu, gadis yang sekarang sudah masuk ke mobil berwarna silver itu harus menjadi miliknya!
Sinta menahan perih di dadanya manakala melihat Angela yang datang bersama Deny. Pria itu merangkul pundak ngela dengan mantel Deny yang menutupi tubuh gadis tersebut.
“eh Sinta , kau pasti cemas” sapa Deny sambil menatap Sinta.
Gadis itu terlonjak, melemparkan senyum kakunya pada sang pria impian.
“Ella, kamu gak apa apa?” tanyanya khawatir. Tak bisa dipungkiri, keadaan Angela yang nampak tak baik-baik saja membuatnya jauh lebih cemas dibandingkan kedekatan Deny dan Angela.
“Tidak apa apa , Sin” Angela menjawab dengan anggukan kecil dikepala dan senyum hangatnya.
Sinta menghela nafas lega mendengarnya. Matanya tak sengaja beradu pandang dengan Deny yang juga tersenyum dengan wajah ramah.
“Kak Deny… kau juga tak apa-apa?” tanyanya susah payah menekan kecanggungannya.
Deny terdiam sejenak, lantas mengangguk. “tentu , apa aku terlihat tak baik-baik saja?” tanyanya entah godaan atau tidak yang jelas Sinta kembali dirundung kegugupan sekarang.
“Keringatmu sangat banyak. Kau pasti sangat cemas” ucap Sinta sekenanya.
__ADS_1
Deny tersenyum, lalu mengacak-acak rambut Angela yang langsung mempout bibirnya.
“Karena gadis nakal ini aku tak bisa tenang. Aku takut dia kenapa-napa”
DEG!
Jawaban Deny sungguh menohok hati Sinta. Dia terlalu sakit untuk menyaksikan adegan lovey dovey diantara dua orang penting dalam hidupnya itu.
“Ellaa.. syukurlah kau sudah pulang. Kau baik-baik saja bukan? Apa ada masalah?” tanya Brian yang tiba-tiba hadir dan menginterupsi kegalauan Sinta. Pria itu nampak memperhatikan dengan lekat setiap lekuk tubuh Angela. Memastikan kalau adiknya tak memiliki ‘cacat’ yang berarti.
“Aku baik-baik saja kak. Jangan khawatir. lalu, kakak sendiri bagaimana? Obatnya sudah diminum bukan?” kini gantian Angela yang terlihat cemas.
Brian menghela nafas lega mendengarnya. “iya, kakak tak akan ingkar janji. Jika kakak bilang akan minum, maka kakak akan menurutinya. Kau tenang saja”
“Baguslah” Angela nampak mengembangkan senyum manisnya. “ayoo, kita masuk. Udara malam tak baik untuk kakak” lanjutnya sambil melingkarkan tangannya di lengan Brian.
“Kak Deny, terima kasih” ucapnya pada Deny tak lupa dengan melempar senyum terbaiknya.
“Selamat malam, hati-hati di jalan” balas Angela sambil melambaikan tangannya pada Deny yang juga balas melambai saat sudah di dalam mobilnya.
Hati Sinta mencelos melihatnya. Deny bahkan tak meliriknya. Di mata pria itu hanya ada Angjela. Apakah dia benar-benar tak memiliki arti didalam hidupnya?
“Kau tak masuk? Udara begitu dingin” tegur Angela yang membuatnya terlonjak dari pikirannya sendiri.
“hmm” jawabnya singkat sambil menyusul Angela yang sudah lebih dulu melangkah ke dalam rumah.
* * *
“Setelah tuan Andik, kurasa dia akan menemui tuan Hendrik”
__ADS_1
Reza mengangguk sekilas dengan tangan yang menempel di dahinya dan mata yang terpejam. Pria itu kini terduduk dengan posisi senyaman mungkin di meja kerjanya.
“Kalau begitu pastikan tuan Andik dan tuan Hendrik tidak menerima proposalnya. Usahakan semua akses untuk melobi juga tertutup untuknya”
Roy mengangguk paham mendengar perintah Reza. Perlahan dia permisi dan melangkahkan kakinya ke luar dari ruangan tersebut.
Sepeninggal Roy, Reza menghela nafas berat. Kaki panjangnya sontak melangkah menuju lemari kaca tempat penyimpanan winenya. Perlahan pria itu meminumnya tanpa gelas. Dia sudah cukup pusing untuk memikirkan hal sepele begitu.
Pikirannya kini melanglang buana ke suatu ingatan. Sebuah kenangan yang berhasil merubah hidupnya.
Flashback
“mama, kenapa kau lakukan ini eoh?” isak tangis pria itu menggema diruangan sempit itu.
Sang wanita paruh baya tersenyum sembari mengelus pipi bocah kecil itu. Menghapus airmatanya dengan sekali usap.
“Mama tidak bisa bertahan lagi Reza sayang. mama terlalu malu untuk hidup dan menghadapimu. Mulai sekarang jangan menangis lagi. Pastikan kau hidup dengan baik setelah ini”
Bocah kecil itu menggeleng. Menolak setiap ucapan ibunya. Dia memeluk erat ibunya yang perlahan lemas karena kekurangan banyak darah.Wanita itu telah menyayat pergelangan tangannya sendiri. Dia bunuh diri.
“Aku tak pernah melihat dan mengenal Papa bahkan sebelum aku lahir. Dan kini mama ingin meninggalkanku?Jangan mama, jangan tinggalkan aku. Aku bahkan tak peduli jika kau memang sudah ternoda oleh pria sialan itu, sungguh aku tak peduli!”
Namun teriakan Reza itu ibarat angin lalu saja. Ibunya tersenyum sekilas dengan wajah pucat sebelum akhirnya tumbang dihadadapannya.
Reza terperangah. Merutuki idealisme yang ibunya junjung. Hanya karena dia orang Jepang, dan saat dia di ‘mainkan’ oleh pria pria sialan, apakah dia harus membunuh dirinya sendiri? Reza tak bisa menemukan alasan terbaik untuk mendukung tindakan ibunya tersebut. Yang bisa dia lakukan hanyalah menjerit dan menangis dihadapan jasad ibunya.
“mama mama…” lirihnya dengan dibarengi deraian airmata.
* * *
__ADS_1
TO BE CONTINUED
HAPPY READING 😁