With Me

With Me
Bab 2


__ADS_3

"apa kau tidak mengingat ku gadis kecil?", ucap nya lagi.


"tapi saya belum pernah bertemu dengan anda", ucap ku tegas beserta rasa takut dan gemetar.


"kau tidak mengingat ku?" ucap nya datar.


"tidak! Dan tak akan pernah!" ucap ku dengan nada yg sedikit tinggi.


"berani melawan hah!" Xavier meninggikan suaranya dan dia menekan pipi ku dengan sangat geram.


"hiks, hiks, hiks sakit 😭"


"lepas bajingan sialan!" aku yg kesakitan dengan air mata yg mengalir di pipi ku berusaha untuk melawan nya yg jelas-jelas dia lebih kuat dari padaku.


Plak! Satu tamparan berhasil mengenai pipiku

__ADS_1


"paras yg cantik tpi tidak memiliki kesopanan dalam berucap, selama kau bersekolah apa yg guru mu ajar kan? Selama orang tua kau hidup apa yg mereka ajar kan? Hah! JAWAB!!" Xavier sangat geram kepada ku dia kembali menampar pipi ku lagi dan kali ini dengan tamparan yg sangat keras.


"oh atau kau ingin ku beri pelajaran ajar mulut mu tidak lagi kurang hajar kepada ku? 😏" ucap nya dengan nada yg tenang namun menakutkan.


"apa yang kau perbuat?" ucap ku dengan nada takut


"apa yang ku perbuat? Kau ingin tau?" ucap Xavier sambil memajukan wajah nya ke wajah ku.


Jarak antara wajah ku dengan nya hanya beberapa cm, nafas kami saling bersahutan satu sama lain. Dan aroma tubuh nya yg maskulin hampir saja membuat ku luluh pada dirinya.


Xavier mengakhiri ciuman itu dan terlihat bibir ku yang sedikit bengkak karena ulah nya.


"hanya sebuah ciuman dan jika kau berani melawan ku lagi, aku ku berikan hukuman yg lebih berat. Mengerti baby?" ucap Xavier sambil menjauh kan wajah nya dan memegang bibir yg sedikit bengkak ini.


"dasar laki-laki brengsek!!" teriak ku padanya

__ADS_1


"belum ada lima menit ku bicara dan kau berani untuk melawan ku lagi?" tanya dia kepadaku.


"apa belum puas dengan hukuman yg ku berikan? Kau ingin lagi?" tanya nya lagi.


"tidak!" ucap ku cepat sambil menggelengkan kepala.


"ok, kali ini cukup ciuman saja lain kali akan ku beri yang lebih" ucap nya santai dan pergi dari kamar ini.


"laki-laki brengsek tidak punya hati dan perasaan, memperlakukan seorang wanita seenaknya layaknya tawanan" batin ku.


"tawanan? Sadar ana kau memang tawanan nya dia yang menculik mu. Hiks ayah ibu ana rindu kalian"


**Halooooo 😊


Makasih buat kalian yang baca cerita ini. Ini cerita pertama saya di MT mohon dukungannya 1 love dari kalian akan sangat berharga untuk saya 😘❤️ love you guys

__ADS_1


Terimakasih~~**


__ADS_2