With Me

With Me
with me PART 8


__ADS_3

EPISODE 8


^_^ Happy reading ~ I Hope you like it..^_^


Genre : Romance, friendship, family


Sinta tersenyum mengingatnya. Angela, Gadis itu tampak keras padahal didalam hatinya dia memiliki kerapuhan yang mendalam. Gadis itu akan berpura-pura kuat dihadapan semua orang. Dia tak segan bersikap angkuh dan menyebalkan demi tak mendapat predikat anak lemah. Sementara Sinta adalah kebalikannya. Sungguh membingungkan bagaimana mereka bisa akrab dengan dua sifat yang berbeda itu.


* * *


Laki laki bermarga pratama itu menatap langit-langit kamarnya dengan wajah bosan. Sudah sekitar satu jam dia menemani Angela namun gadis itu tak kunjung membuka matanya.


Perlahan namja bertubuh atletis itu menghampiri Angela yang tertidur di kasurnya. Melepas kompresnya dan menempelkan telapak tangannya pada dahi indah Angela.


“Masih belum turun huh?” gumamnya sedikit kecewa. Yah, inilah yang ditakutkannya. Gadis itu terlalu asik bermandikan hujan hingga akhirnya jatuh sakit. Reza menyesali betapa keras kepalanya sikap gadis ini.


Reza kini tampak memandangi wajah Angela yang terlihat pucat dengan mata tertutup. Dia begitu cantik dan Reza sangat memujanya. Tak peduli berapa kali penghinaan dan penolakan yang dia terima dari bibir tipis Gadis ini, Reza tetap memiliki ambisi untuk menjadikannya sebagai wanita Reza Sanjaya Pratma.


Tangannya perlahan mengusap lembut pipi pucat Angela dengan tatapan hangat. Oh, betapa dia sangat menginginkan gadis ini untuk jadi miliknya!


“Kau harus segera sembuh agar bisa menjadi milikku, sayang…”

__ADS_1


* * *


“Apa Angela tak bersama denganmu?”


Sinta menggeleng. Dan kini dapat dilihatnya raut wajah khawatir tersirat pada diri Brian.


“Bagaimana ini? Hujan begitu deras sementara Angela masih belum pulang juga” keluhnya.


Sinta jadi ikutan cemas mendengarnya. Dengan cepat dia merogoh sakunya dan mencari kontak Sinta di ponselnya.


“Dia tak mengangkatnya. Aku sudah puluhan kali menghubunginya” dan suara Brian perlahan mengurungkan niat Sinta untuk melakukan hal yang sama.


“Apa kita lapor polisi saja?” tanya Sinta dengan wajah panik.


“Lalu apa yang harus kita lakukan?! Angela masih diluar sementara ini sudah malam!”


“Tenanglah, kupikir Angela akan baik-baik saja”


“Kakak bercanda?”


Brian menghela nafas berat. Sebenarnya jauh didalam lubuk hatinya dia sangat mengkhawatirkan adiknya itu. Tapi sepertinya menenangkan Sinta jauh lebih tepat sekarang. Gadis itu memang gampang panik.

__ADS_1


“Semoga” harapnya yang dibalas keheningan oleh Sinta.


* * *


Lenguhan pelan itu terdengar merdu di telinga Reza. Pria itu tersenyum lega mendapati Angela yang kini perlahan membuka mata rusanya.


“Kau sudah sadar?” pertanyaan retoris itu membuat angela menatap sebal dirinya. Dia benci, sangat benci berdekatan dalam jarak ‘awas’ dengan Pria gila ini.


“Apa kau lapar? Tunggulah aku akan memba..”


“Aku ingin pulang” jawaban dingin itu membuat Reza diam. Pria itu kini menatap Angela dengan rahang mengeras menahan amarah.


“Saat kau sembuh aku akan mengantarmu pulang” ucapnya tak kalah dingin.


“Tak usah” dan Angela semakin betah akan keadaan ini. Gadis itu perlahan bangkit meski kepalanya masih terasa berdenyut. Pandangan gadis itu agak mengabur dan sukses membuatnya sempoyongan saat berjalan.


Sial, dia pasti akan terlihat lemah dan menyedihkan dihadapan namja menyebalkan ini!


“Tak usah memaksakan dirimu” tegur Reza dengan wajah datar. “Lagipula aku tak mengenakan biaya untukmu bisa beristirahat disini” lanjutnya sedikit kasar.


to be continued

__ADS_1


thanks for reading😁


__ADS_2