
~1 minggu kemudian~
1 minggu telah berlalu tidak ada hal spesial selama tujuh hari ini, Xavier yang tidak ada datang mengunjungiku dalam satu minggu terakhir ini setelah kejadian aku melompat dari atas balkon itu. Heol!! Bukan maksud aku merindukannya justru aku sangat bersyukur dia tidak menampakkan wajah nya di hadapanku dan ku berharap semoga saja akan terus seperti ini.
Aku yang berbeda dengan hari ini, di atas balkon kamar memperhatikan semua orang yang berada di rumah ini sangat sibuk dengan aktivitasnya yang biasanya tidak pernah sesibuk ini. Dan aku melihat beberapa mobil dekorasi pesta mobil makanan katring dan beberapa mobil lainnya. Mungkinkah akan ada pesta? Entah akupun tak tahu jika iya akan di adakannya pesta aku masih tetap di dalam kamar ini karena seorang Xavier yang kejam itu tidak mengizinkanku untuk keluar dari kamar ini, hhuuuffft sangat menyebalkan! Padahal jika saja aku ada di pesta itu akan jadi hal yang sangat besar untukku keluar dari rumah ini.
Tok..tok..tok....
Ceklik!
Pintu kamar terbuka dan masuklah beberapa pelayan dengan membawa beberapa peralatan make up dan dress berwarna merah jambu warna yang aku sukai. Aku melihat satu orang pelayan yang tidak menggunakan baju pelayan, tunggu! Kurasa dia bukan pelayan di rumah ini wajah nya bersih dan sangat terawat, pakaian yang cukup modis dan terlihat mahal bagaimana mungkin pelayan menggunakan baju yang modis dan mahal? Aku terus memperhatikan dia sosok laki-laki yang agak gemulai seperti perempuan, apakah dia banci?
"ehem!!"
Suara deheman yang menyadarkan ku yang terus memperhatikan nya, kurasa dia tau jika aku terus memperhatikannya.
"maaf" ucap ku sambil merundukan kepala.
"iihhh santai aja kali, eyke tau ko kalo eyke canteekkk"
What the...!!! OMG dugaan ku benar, dia memang banci :(
"maaf mas eh mba eh"
"duhh belibet kan aku manggil nya, mba apa mas coba :( kan takut kena marah" batin ku.
"panggil eyke sist aja, biar kita akrab"
"I-iya sist"
"ok udah cukup perkenalannya sekarang kita langsung ke intinya aja"
"i-inti... "
"ck! Udh ayok!"
Dia mendorong ku pelan dan mendudukan ku di kursi depan meja rias dan dia mengoleskan beberapa krim di wajah ku yang aku sendiri pun tidak tau krim apa itu, di karenakan aku tidak pernah Ber-make up jadi aku tidak tahu krim apa itu.
__ADS_1
"sebenarnya kamu itu cantik loh, muka kamu mulus kulit putih dan cerah, bibir ranum dan hidung yang lumayan mancung" puji nya untuk ku.
"makasih :) "
"sudah berapa lama pacar dengan seorang Xavier?"
"pacar? Tidak aku ini tawanan nya" batin ku
"kami tidak berpacaran" jawabku pada perias laki-laki ini yang sedang merias wajahmu.
"tidak mungkin kalian tidak berpacaran"
"seorang Xavier tidak mungkin mengizinkan wanita yang tidak memiliki status dengannya masuk ke dalam rumah ini" ucapnya lagi.
"jadi selama ini Xavier selalu serumah dengan perempuan lain?" batinku dan hanya diam tidak menjawab omongan dari perias laki-laki ini.
"Bian jaga mulutmu dan jangan bergosip hal buruk tentangku" ucap Xavier yang baru saja datang dan dengar ucapan perias yang bernama Bian itu.
"oohh, baby aku hanya berucap kenyataan dan itu bukan gosip" ucap bian dengan nada manja.
"terserah apa katamu" ucap Xavier acuh.
Aku melihat diriku di dalam cermin "apakah ini aku?" batinku. Aku merasa takjub dengan tangan bian, aku yang tadinya hanya wanita pinggiran kota dan sekarang berubah menjadi seorang putri cantik tanpa mahkota.
Aku melihat Xavier yang tidak menunjukkan apapun entah reaksi takjub sekalipun, mungkin menurut nya aku biasa saja karena mungkin Xavier selalu menemukan wanita yang luar biasa cantik dari pada aku yang hanya wanita biasa saja.
"ku tunggu kau di bawah sekarang" ucap Xavier sambil berjalan keluar dari kamar ini.
"apakah dia marah?"
"tidak sayang dia hanya takjub dengan kecantikanmu"
"sudah ayo turun jangan biarkan Xavier menunggu mu dan marah" ucap bian.
"hhhmm..baiklah"
~RUANG TAMU~
__ADS_1
Aku sangat terkejut dengan kemewahan dan kemegahan rumah ini, di karenakan ini adalah pertama kalinya aku keluar dari kamar. Aku terus memperhatikan satu persatu tataan ruang dan barang-barang di dalam rumah ini, "apakah ini istana?" batinku yang memang norak ini. Dan aku melihat kebawah dimana banyak orang berkumpul dan berbincang. Aku menuruni tangga satu persatu anak tangga ku turuni dan aku mulai sadar bahwa aku sudah menjadi perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan ini. Aku melihat seorang Xavier yang tersenyum ke arah ku, ini pertama kalinya aku melihat senyum di wajahnya dan ternyata dia sangat tampan jika tersenyum.
Xavier menghampiri ku dan menyulurkan tangannya, aku pun menerima uluran tangan Xavier. Lagi lagi aku menjadi pusat perhatian dan sekarang aku mendengar beberapa orang memuji dan menggosip tentangku dan Xavier.
"wahhh dia sangat cantik"
"apa yang Xavier lihat dari dia, bahkan dari pada dia lebih cantik aku"
"wow bukan kah itu baju limited edision?, yang hanya ada 3 di dunia ini"
"ternyata gosip itu benar, Xavier benar menyembunyikan wanita di dalam rumahnya"
"huhuhu, aku sangat sakit hati"
Itu lah beberapa omongan dari para tamu di ruangan ini, ada yang memuji dan ada mencaci.
Aku sedari tadi hanya mengikuti Xavier yang membawaku menyapa para tamu undangan dan rekan bisnisnya. Sambil menyapa para tamu dan tersenyum karena paksaan aku terus memikirkan cara agar bisa keluar dari ruangan ini. Aku melihat ada pintu besar dan pastinya Ada juga pelayan yang membukakan pintu untuk para tamu masuk kedalam, dan pintu itu adalah satu-satunya jalan untuk menuju keluar dan pergi dari rumah ini, tapi bagaimana caranya? Sedari tadi Xavier terus membawaku berkeliling dan menyapa. Aahh aku ada ide!
"emm, Xavier aku ingin ke kamar kecil" ucap ku berbisik
"silahkan, dan jangan coba-coba kau untuk kabur jika kau berani untuk kabur, kau harus menerima akibatnya" jawabnya juga dengan berbisik.
"aku janjji"
Tidak! Lebih tepatnya aku berbohong untuk tidak kabur dari sini.
Aku berjalan kearah kamar kecil dan melihat adanya dapur, di dalam dapur itu ada sebuah pintu berukuran kecil tidak sebesar pintu masuk tadi dan melihat adanya pelayan berlalu lalang keluar masuk dapur. Sekilas ku melihat di balik pintu itu menuju sebuah taman dan ku yakin itu adalah taman belakang dan seingat ku di taman belakang itu terdapat pintu kecil untuk keluar dari rumah ini yang di jaga oleh dua orang boydiguar.
"hhh... Ayo ana kamu harus keluar" batin ku sambil menyemangati diriku.
**********~~
Bonus gambar!!!
Ini gambaran Theresya setelah di make over tadi
__ADS_1
