With Me

With Me
Bab 6


__ADS_3

Bab ini mengandung unsur 21+ bagi anak yang di bawah umur mohon untuk tidak membaca bab ini.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"BERANINYA KAU MENCOBA UNTUK KABUR DARI KU!!"


"AKU SUDAH BERBAIK HATI TIDAK MEMPERLAKUKAN MU SECARA BURUK!"


"TAPI APA BALASAN MU, KAU HANYA MEMBANTAH KATA-KATA KU!"


hari ini aku gagal untuk kabur dan tentu saja Xavier marah besar kepadaku. Aku hanya diam tidak berani menjawab ucapannya bahkan untuk menatapnyapun aku tidak memiliki keberanian.


Xavier yang tadinya berada cukup jauh dariku sekarang dia berjalan mendekati ku jarak nya semakin dekat denganku dan sekarang sudah sangat deket dengan ku. Bahkan suara nafas yang bercampur emosi menjadi satu terdengar sangat jelas di telingaku.


-flasback-


Aku memberanikan diri untuk keluar dari rumah ini beberapa pelayan tidak mengenali wajahku dan ini adalah kesempatan yang besar untuk ku. Aku berhasil keluar dari dapur dan sekarang aku berada di taman belakang saat tinggal beberapa langkah lagi untuk aku keluar dan dengan sialnya aku ketahuan.


"nona berhenti!!" teriak boydiguar yang mengejar ku, tapi aku tidak peduli. Aku terus berlari sampai-sampai rasanya kaki ini akan patah. Aku melihat terdapat gang di depan sana, aku berbelok dan masuk kedalam gang itu namun sialnya gang tersebut buntu.


-Xavier POV on-


Sudah 20 menit berlalu namun Theresya belum terlihat juga. Apa yang di lakukan wanita itu di dalam kamar kecil? Apakah dia menipuku dan kabur dari sini? Jika memang benar dia harus terima konsekuensinya!.


Aku yang penasaran pun mencoba untuk mengecek Theresya, namun saat aku tiba di depan kamar kecil tidak ada siapapun terkecuali pelayan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"apakah kau melihat wanita yang baru saja keluar dari kamar kecil?"


"maaf tuan, sedari tadi tidak ada siapapun yang menggunakan kamar kecil" jawab pelayan tersebut.


"tapi jika anda mencari sosok wanita cantik dengan gaun berwarna merah muda baru saja ia keluar dari dapur ini dan berlari ke arah luar" ujar pelayan.


"ana kau berhasil menguji kesabaranku!" batinku.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan pelayan itu aku bergegas lari secepat mungkin dan mengoneksi beberapa boydiguar yang memang ku suruh untuk mengawasi Theresya. Tidak lama kemudian ada satu pemberitahuan dari boydiguarku bahwa ana berhasil di tangkap dan mereka membawa ana kembali kedalam kamarnya.


-flasback off-


-kamar Theresya-


"BERANINYA KAU MENCOBA UNTUK KABUR DARI KU!!"


"AKU SUDAH BERBAIK HATI TIDAK MEMPERLAKUKAN MU SECARA BURUK!"


"TAPI APA BALASAN MU, KAU HANYA MEMBANTAH KATA-KATA KU!"


Ucapku dengan penuh emosi, emosi bahwa dia membohongiku dan emosi dia berani kabur dari rumah ku. Aku berjalan melangkah mendekati ana semakin dekat dan dekat dengan tubuhnya, aku tau bahwa dia ketakutan terlihat dari tubuhnya yang gemetar dan dia tidak berani menatap kearah ku. Aroma tubuh nya membuat ku ingin melakukan sesuatu terhadap nya, melakukan sesuatu yang sudah lama aku inginkan saat ada di dekatnya.


-Xavier POV off-


-author POV on-


Tangan Xavier menarik kasar dagu Theresya dan menekannya sampai mimik wajah Theresya berubah menjadi kesakitan dan Theresya memicingkan matanya yang menahan rasa sakit.


Tangan Xavier semakin menguatkan genggaman di dagu Theresya, sehingga Theresya menangis dan meringis kesakitan.


"S.. Sakit" ujar Theresya yang merasa kesakitan.


Dan tentu saja seorang Xavier tidak peduli dengan rintisan seorang Theresya.


Xavier langsung **** tubuh Theresya, dan tentu saja Theresya memberontak, namun.. Xavier menahan tangan Theresya dengan tangan dan kekuatan yang membuat Theresya kalah untuk melawannya.


"X..xavier.. Ku mohon"


Xavier tidak menggubris permohonan Theresya. Xavier **** tubuh Theresya, Theresya memberontak namun, Xavier menahan kedua tangan Theresya dengan tangan dan kekuatan sehingga Theresya kalah untuk melawannya. Xavier tersenyum sinis dan menatap Theresya yang ketakutan dan gemetaran.


"M.. Mau a.. Apa?"

__ADS_1


"memberikan hukuman untukmu" ucap Xavier yang membuat Theresya semakin merasa takut dan gemetar.


Xavier mulai menciumi leher Theresya, Theresya mengeluarkan semua tenaganya untuk terlepas dari Xavier namun tetap saja Theresya kalah dengan tenaga seorang Xavier. Tangan kiri Xavier yang mulai *** payudara Theresya dan membuat mata Theresya membelak kaget.


Theresya sangat ingin melawan Xavier namun Theresya tidak cukup memiliki tenaga yang kuat, dan dia tahu bahwa dia akan tetap kalah untuk melawan Xavier. Xavier terus mengecup Theresya, dan kepalanya yang mulai jatuh ke arah dada Theresya. Xavier terus menciumi nya sehingga membuat Theresya ketakutan akan ulah Xavier.


Xavier mengangkat kepalanya dan melihat wajah Theresya yang ketakutan namun Xavier tidak peduli sama sekali. Xavier merobek pakaian Theresya dan melemparnya kesembarang arah, membuat tubuh Theresya terekpos olehnya dan hanya tersisa pakaian dalamnya, membuat Theresya terkejut dan kesal akan ulah Xavier tersebut.


Xavier kembali melakukan aksinya menarik tubuh Theresya dan menindihnya, menciumi dada Theresya dan ******* kasar payudaranya.


"aaaa.... S-sakit" lirih Theresya.


Xavier tidak mempedulikannya, dia terus melumat kasar payudara Theresya, tangan Xavier yang mulai meraba paha Theresya. Membuat Theresya semakin takut kepadanya, Xavier mencengkram kuat lalu tangannya naik dan masuk kedalam selangkangan Theresya. Theresya berusaha menutup kedua kakinya, tapi Xavier menahannya dengan dan tubuhnya yang masih **** Theresya.


Theresya menutup matanya dan menguatkan genggaman tangannya di bantal. "hiks.. Ayah, ibu tolong" batin Theresya yang merasa dirinya sudah sangat kotor.


Xavier berhasil menembus dalaman Theresya dan bermain di daerah sensitifnya, tubuh Theresya berjelinjang, jari jari tangan Xavier yang mulai bermain di **** Theresya.


"aaaahhhh..." desah Theresya.


"kau menikmatinya baby?" tanya Xavier.


Jari tengah Xavier masuk kedalam V Theresya, Xavier mengeluarkan jari nya dan memasukkan kembali jarinya dengan menghentakkan. "sakit" ya itu yang di rasakan Theresya, karena ini adalah pertama kalinya untuk Theresya.


"A...ampun..hiks..hiks..Xavier... Ku mohon" mohon Theresya kepada Xavier.


Tapi lagi dan lagi Xavier tidak menggubrisnya. Cukup lama Xavier bermain di daerah V Theresya, Xavier mulai menurunkan resleting jeans dan membuka celananya dengan satu tangan, hanya dalam hitungan beberapa menit dia mampu menanggalkan jeans dan seluruh dalamannya.


Xavier kembali **** Theresya, ia kembali melumat payudara Theresya dengan kasar sampai Theresya memicingkan matanya menahan rasa sakit.


Tanpa sadar Xavier mengarahkan Jrnya kearah V Theresya dan mencoba menerobos paksa.


"AAAAAAAA.... "

__ADS_1


"S.. SAKIT...hiks.. Hiks.."


__ADS_2