With Me

With Me
Bab 7


__ADS_3

Ke esokan harinya, Theresya terbangun dari tidurnya dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya terlebih lagi di bagian selangkangannya.


Theresya melihat bercak merah di sprei putih miliknya dan mengingat kembali kejadian tadi malam.


"**!!" umpatnya dalam hati.


Perempuan mana yang rela begitu saja di perlakukan dan di lecehkan seperti itu.


Theresya mencoba turun dari ranjangnya ia berniat akan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat dia akan melangkah rasa nyeri dibagian V nya sangat terasa dan membuat Theresya merintis kesakitan.


"sssttt...." rintih Theresya.


 --------------------------------------------------


Xavier yang berdiri memperhatikan Theresya yang sedang merintis menahan rasa sakitnya melangkah menuju Theresya dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi. Theresya yang terkejut dengan perlakuan Xavier yang menggendongnya secara tiba tiba, Theresya meronta ronta meminta dirinya untuk di turunkan.


"AAAAAAAA!!!... Turun kan aku!"


Xavier tidak bergeming dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


"Xavier turunkan aku!!"


Theresya tidak berhenti meronta dan meminta Xavier untuk menurunkannya tapi karena watak Xavier yang keras kepala ia tidak mendengarkan Theresya.

__ADS_1


-kamar mandi-


Sesampainya di kamar mandi, Xavier menurunkan Theresya di dalam bathtub.


 "jika sudah selesai panggilah, aku tunggu di luar" ucap Xavier.


Theresya kesal dengan ulah Xavier yang menggendongnya secara tiba-tiba dan tidak mendengarkannya untuk diturunkan. Ia diam dan tidak menjawab omongan Xavier yg menyuruhnya untuk memanggil jika ia sudah selesai dengan mandinya.


"cih! Dia pikir dia siapa, dengan seenaknya menggendongku tanpa permisi" umpatnya.


"ck! 15 menit selesai tidak selesai aku akan kembali kesini" ucap Xavier.


"KYA!! Kau pikir cukup dengan waktu 15 itu!" teriak Theresya.


"KYA!! LAKI LAKI SIALAN!!! KU KUTUK KAU!!"


Ya.. Ya.. Ya lagi dan lagi Xavier berhasil membuat si gadis kecilnya ini emosi kepadanya.


________________________________________


15 menit berlalu dan dengan sangat terpaksa Theresya memanggil Xavier untuk membantunya tidak lebih tepatnya Xavierlah yang memaksa Theresya dan ia kembali menggendongnya menuju kamar.


Theresya pasrah akan sikap Xavier ia tahu jika ia melawan itu akan percuma dan Xavier akan marah kepadanya dan Theresya tidak ingin di perlakuan seperti semalam oleh Xavier.

__ADS_1


Saat mereka sampai kamar, terlihat 3 orang pelayan sedang membereskan tempat tidur Theresya, dan ketiga pelayan tersebut terkejut melihat tuannya yang menggendong Theresya ala bridal style. Theresya merasa sangat malu dengan tiga pelayan itu ia menutup wajahnya di dada bidang milik Xavier, Xavier yang tahu jika Theresya malu dia menyuruh ketiga pelayan itu untuk keluar dari kamar.


"sudahlah jangan mencari kesempatan" ucap Xavier dengan sombong. Yang padahal iya sendiri pun tersenyum melihat Theresya merasakan malu dan bersembunyi di dada bidangnya.


"cih! Cepat turun kan aku!!"


"tidak sebelum kau memohon kepadaku!"


"kya! Xavier!" tandas Theresya kesal.


"ya baby?" ucap Xavier dengan nada menggoda.


"Xavier ku mohon" lagi dan lagi Theresya harus mengalah dengan Xavier.


"hmmm ok"


Xavier menurunkan Theresya di atas kasur dan samar samar Theresya mendengar Xavier berucap maaf, entah itu memang benar atau itu hanya jembatan nafas.


"setelah selesai turun kebawah aku menunggu di ruang makan dan jangan coba coba untuk kabur lagi" perintah Xavier.


"sudah tau kan apa akibatnya jika kau menyepelekan omongan ku!"


Xavier pergi meninggalkan Theresya, dan Theresya mulai memakai baju dan berias wajah.

__ADS_1


________


__ADS_2