
EPISODE 14
^_^ Happy reading ~ I Hope you like it..^_^
Sebelumnya
“mama mama…” lirihnya dengan dibarengi deraian airmata.
Flashback End
REza tersenyum miris mengingatnya. Mengingat masa terberat pertama dalam hidupnya. Melihat sendiri ibunya meninggal dihadapannya dengan harga diri yang begitu tinggi – menurut ibunya – namun konyol bagi Reza.
“Aku masih belum rela ma” ucapnya lirih. Matanya kini berkilat menampilkan emosi. Sebuah obsesi besar tersimpan didalamnya.
“Takkan kubiarkan dia jatuh pada orang lain. Tidak, dia harus menjadi milikku. Aku tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya” ucapnya dengan wajah dingin.
Flashback
“Hey lihatlah, itu putri tuan Putra!”
“Mana? Wuah cantik sekali… Namanya Angela Putri bukan?”
Reza yang tengah asik bekerja sedikit terganggu akan teriakan dan ucapan heboh rekan kerjanya. Saat ini dia tengah bekerja sebagai kuli kasar di bagian konstruksi pada Perusahaan ayah angela.
Matanya sontak menoleh pada sosok gadis yang sejak tadi jadi bahan perbicangan. Namun reaksi tak terduga timbul dari dirinya sendiri. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang. Sangat kencang malah. Terlebih saat yeoja itu perlahan melewatinya dengan meninggalkan semerbak wangi mawar di rongga hidungnya.
Dia pasti bidadari yang telah jatuh ke bumi, sontak batinnya berteriak heboh.
Reza tersenyum separuh. Menegaskan kalau gadis itu begitu menarik dimatanya. Gadis cantik dengan aksen tuan putri yang melekat kuat dalam dirinya.
Beberapa hari kemudian…
“Permisi” sebuah sapaan perlahan terdengar dalam diri Reza. Anak itu membalikkan badannya. Nampak kaget sendiri saat tahu siapa yang menegurnya.
Angela kini menatapnya datar. Tak ada raut ramah pada dirinya, tapi tak apa. Reza sudah cukup senang hanya mendapat sapaan dari bibir tipis milik gadis yang sangat menggoda itu.
Gadis sejuta pesona itu tak sendiri. Berdiri di belakangnya, seorang gadis berkulit agak gelap dari Angela tengah menatap ramah dirinya. Berbanding terbalik dengan tatapan Angela yang terarah padanya. Reza mau tak mau mengakui kalau Angela seperti setan yang terjebak dalam tubuh malaikatnya dan gadis itu seperti malaikat yang terjebak dalam… wajah ayunya? Reza tak berani mengatakan Sinta setan karena dia memang bukan gadis yang jelek.
“ya, ada yang bisa saya bantu nona?” tanya Reza seramah mungkin.
Angela mengangguk, masih dengan gaya angkuhnya. “Ayahku bilang aku harus menemui pria bernama Reza Pratama . Dia bekerja disini dan mengenal dengan baik bidang konstruksi. Aku sedang ikut perlombaan untuk membangun miniatur perusahaan namun berbahan asli konstruksi. Jadi dimana dia sekarang?”
Reza tersenyum menyadari kalau tuan Im begitu percaya padanya. Wajar sih, dia adalah pria yang cerdas. Tak heran bila Reza jadi bawahan kesayangannya.
“Saya Reza Sanjaya Pratama”
“Benarkah? Antarkan aku ke tempat bahan dan juga temani aku melihat-lihat lokasi ini”
“Ya? Tapi nona harus memakai perlengkapan dulu, terlalu berbahaya jika…”
Ucapan Reza terhenti manakala dilihatnya Angela berjalan tanpa mengindahkan ucapannya. Pria itu melongo sesaat sebelum akhirnya tersenyum penuh arti.
Menarik. Begitulah yang bisa dia simpulkan dari Angela. Perlahan kakinya melangkah mengikuti jejak Angela dan gadis yang entah Reza tak tahu namanya.
“Bahannya jelek sekali! Aku mau yang terbaik!” ucap Angela kasar sambil melempar bahan-bahan yang Reza sediakan untuknya.
__ADS_1
“Itu adalah yang terbaik nona” pria itu masih mencoba bersabar.
“Benar, Angela . Kurasa dia benar” tegur perempuan yang sejak tadi berada di sampingnya.
Angela mendengus, dia akan kembali protes saat tiba-tiba sebuah tumpukan balok kayu yang berada di atas – searah dengan kepalanya – akan menghantamnya kalau saja Reza tidak dengan cepat menarik tubuhnya.
BRAK!
“Angelaa!”
Angela terpaku dengan wajah shock. Begitu juga Sinta yang berada cukup jauh darinya.
“Anda baik-baik saja nona?” pertanyaan Reza bahkan terabaikan olehnya.
Reza menatap Angela intens. Gadis itu balas menatap dengan wajah bingung karena masih mengendalikan dirinya. Mata keduanya bertemu. Menciptakan getar-getar aneh pada diri Reza. Semua yang ada di diri Angela tak lepas dari pandangannya. Mata rusanya yang berbinar begitu cantik, hidung mancungnya, kulit putih yang mempesona, dan… jangan lupakan bibir ranum yang sejak tadi selalu membuat Reza berpikiran yang tidak tidak.
Jantungnya berdegup kencang. Memompakan aliran darah disekujur tubuhnya. Otaknya serasa mati. Reza mendecih pelan. Dia sudah tak tahan lagi.
CHU~
MataAngela melebar seketika. Sinta bahkan ternganga saat dilihatnya Reza mencium Angela tepat dibibirnya dengan mata tertutup.
PLAK!
Dan bisa dipastikan sebuah tamparan melayang untuknya. Angela dengan emosi tinggi bangkit dan langsung menatap tajam Reza.
“Brengsek, kau pikir siapa dirimu hah?! Dasar tidak tahu diri!” umpat Angela tak terkendali.
Reza terdiam. Mengusap bibirnya yang masih basah sekaligus ada bercak kemerahan karena bersentuhan dengan bibir Angela yang diulas lipstick pinknya. Senyum separuh terpasang di wajah tampan namun terlihat dekil itu.
“Kau bercanda?” Angela tergelak dengan tatapan meremehkan. “Kupastikan kau tak ada lagi disini besok. Dasar pria gila!” Angela mengakhiri umpatannya yang kasar dengan pergi meninggalkan Reza yang terpaku melihatnya. Menyusul Sinta yang berada di belakang Angela sambil membungkuk hormat sekilas padanya.
Reza mengertakkan giginya. Semua kalimat dan sikapAngela padanya begitu berbekas di ingatannya. Sebuah ambisi untuk memiliki gadis itu mulai meliputi hatinya.
“Kau akan jadi milikku, kupastikan itu Angela Putri”
Flashback End
Reza mengusap pipinya pelan. AngelA begitu senang menamparnya. Sejak dulu hingga sekarang, entah sudah berapa banyak Gadis itu menampar dan mengeluarkan sumpah serapahnya pada Reza.
Namun itulah magnetnya. Reza tak mampu menahan dirinya untuk tak tertarik dalam arus pesona Angela. Gadis itu terlalu menawan untuk diabaikan.
“Aku benar-benar sudah gila” desisnya frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri. “Bagaimana bisa aku mencintai gadis yang bahkan jelas-jelas menganggapku tak ada?”
Reza tertawa perih setelahnya. “Rupanya akulah pihak paling menyedihkan dalam hal ini”
* * *
“Sinta…”
“Hmm?”
“Aku ingin jujur padamu”
“Apa?”
__ADS_1
“Aku… aku..” wajah Angel terlihat ragu. Sementara Sinta mengerutkan dahinya bingung.
“Setelah aku mengatakannya, bisakah kau berjanji untuk merahasiakannya?” tanya Angela dengan tatapan intens.
Sinta diam. Rasa penasaran mulai menjalari otaknya. Dia mengangguk singkat memastikan kalau dia bisa dipercaya oleh gadis cantik itu.
“Tentu” jawabnya agar terlihat meyakinkan
“Tadi aku bertemu dengan pria gila itu lagi”
Dahi Sinta kembali terlipat. Otaknya langsung berputar memikirkan ucapan Angela.
“Ahh… maksudmu Reza Sanjaya Pratama?” tebak Sinta. Angela mengangguk malas.
Sinta terkekeh singkat, menyadari kalau pria itu adalah topik paling menyebalkan bagi Angela untuk dibahas. Tapi kenapa sekarang malah diangkat ke permukaan?
“Dia melamarku” AngelA seolah dapat membaca pikiran SINTA. Gadis jangkung berwajah manis itu terperangah sesaat.
“benarkah? Selamat ya…”
“Yak, aku tak bercanda!” sergah Angela mulai kesal.
SINTA terdiam sejenak, lalu menatap aneh Angela. “Lalu aku harus bilang apa? Bukankah itu artinya kau akan menikah dengannya?”
“Ck, apa aku bilang akan menikah dengannya? Kau tak usah sok menarik kesimpulan sendiri!” balas AngelA sengit. “Aku belum menjawab apapun”
“Kenapa?”
“Aku… itu.. itu karena aku menyukai… KAK Deny”
DEG!
Detik itu juga Sinta sadar dia memang tak memiliki peluang untuk bersama dengan pria impiannya. Sinta tahu persis apa arti tatapan Deny untuk Angela. Itu bukan tatapan seorang kakak, melainkan tatapan seorang pria dewasa kepada gadis yang dicintainya. Sinta kecewa setelah menyadarinya.
Sedikit harapan bergumul dihatinya ketika dilihatnya Angela tampak merespon kasih sayang Deny dengan tingkah ‘sister’ nya. Bukankah Sinta setidaknya masih memiliki celah?
Namun begitu kalimat itu terlontar dari bibir Angela, barulah Sinta menyadari kalau orang ketiga dalam hubungan mereka adalah dirinya sendiri.
Deny mencintai Angela, danAngela pun mencintai Deny.
Sinta? Dia hanya sebagai pihak yang mencintai Deny tanpa mendapat balasannya.
“Jadi aku harus bagaimana?” pertanyaan Angela membuat Sinta kembali pada kesadarannya. Angela melihatnya dengan tatapan minta pendapat.
“Err..” dan kini dia jadi bingung sendiri. Namun setelah helaan nafas berat tercipta darinya. “Itu terserah padamu Angela. Yang pasti kau harus menuruti apa kata hatimu. Karena hatimu, takkan membohongi perasaanmu”
Angela ikut menghela nafas atas jawaban ambigu Sinta itu. Berat sekali. Dia dilanda kebingungan tingkat tinggi sekarang. Harus jalan mana yang dia lalui?
Deny? JelasAngela ingin bersama dengannya. Pria itu telah menempati relung hatinya sejak dulu. Sikap baik dan perhatiannya benar-benar membuat Angela tersentuh. Dia begitu menginginkan berada di samping pria itu.
Tapi Reza ? Angela juga tak bisa serta merta menolaknya. Bagaimanapun juga pria itu adalah kunci dari permasalahan yang tengah terjadi. Saat Angela mampu merengkuh pria itu, maka ibarat sihir semuanya akan hilang tanpa bekas. Semua akan kembali ke kotak pandora.
***
To be continued
__ADS_1
Happy Reading 😁