
"Lyora."
Teriak seseorang memanggil gadis berpakaian serba putih. Mereka berdua berada di gurun panas tak ada seorang saat itu kecuali mereka.
Jarak antara keduanya terpaut jauh. Dari kelihatannya, sosok gadis itu perlahan menjauh dan jauh seakan-akan tak mau mendengar teriakan histeris dari sang pria peroenampilan lusuh.
"Please come on. I won't let you go." Suara pria itu terdengar lirih diiringi Isak tangis. Titik terendah nya, cadangan air mata terkuras habis demi gadis itu.
Lyora. Wanita yang disapa pria itu menoleh seraya tersenyum dan melambaikan tangannya seperti ingin berpamitan jauh. Detik demi detik tubuh Lyora menghilang tak berbekas.
Sontak pria itu menjerit frustasi. "HAAAAAAAAAHHHH I HATE U LYORA! KENAPA LO NINGGALIN GUE SIAL!" Kakinya lunglai, sampai terjatuh meratapi kepergian seseorang yang sangat dicintainya. Kehilangan untuk kedua kalinya setelah sang Ibunda.
__ADS_1
Pria itu menangis tak henti-henti. Kecewa, marah, sedih, gundah dan gelisah. Perasaan itu bercampur rata hingga tak ada enaknya untuk dirasakan.
Kepada siapa ia nanti harus bersandar?
Kepada siapa ia nanti harus mengadu?
Kepada siapa ia nanti harus mencintai?
Lyora. Kenapa harus dia? Kenapa bukan ia saja, hatinya sesak sampai relung jiwa. Kecerahan hidupnya mulai meredup mulai detik ini. Ia tak menjamin kalau suatu saat nanti bisa kembali seperti dulu. Mustahil. Sangat mustahil.
"Apa gue harus mati dulu biar ketemu lo lagi?"
__ADS_1
Pikiran negatifnya terlintas di otak, bermacam-macam solusi agar bisa bertemu Lyora. Pria itu tak sanggup berdiri tanpa penopang seperti gadis itu.
Membantunya berdiri disaat keadaan pada titik terendah, terjauh.
Pria itu harus mencari kemana agar bisa menemukan sosok yang serupa macam Lyora. Dari segi sifat dan perilaku, memang jarang dimiliki gadis kebanyakan. Pusing! Lalu pria itu melempar segumpal pasir kedepan hingga terbawa terpaan angin.
Suaranya kian parau. Matanya benar-benar sembab, tak ada lagi air mata yang keluar. Wajah lusuhnya terpampang jelas. Semangat hidup yang ia miliki menurun drastis hingga ke dasar-dasar nya. Benar kata orang, rasa sayang yang dimiliki oleh seseorang dengan kapasitas besar, maka sulit untuk melupakan seseorang yang disayang. Lalu supaya bisa melupakan seseorang itu apakah harus memberi kasih sayang secara setengah, seperempat atau sepertiga? Oh ayolah. Kasih sayang macam apa itu.
"Lo harus bisa sendiri tanpa harus gue jagain." Kata Lyora pada saat menyiapkan makanan untuk pria itu dirumahnya.
Kemudian gadis itu mencubit pipi pria itu hingga sang empunya mengasuh kesakitan. "Lebay banget lo. Dicubit gitu aja sakit." Lyora tertawa sambil berlari menghindar. Siapa tahu ada serangan balik dari pria itu.
__ADS_1
"Awas aja lo Ra. Gue bales." Teriak pria itu, lalu tanpa sadar bibirnya terangkat keatas membentuk lengkungan indah.
🍁Hati ini capek banget ,menghadapi semua kenyataan.please...kamu jangan nambahin beban yah,udah banyak cara yang aku lakukan supaya kamu tahu soal perasaan ku ini. apa iyaa aku harus teriak ditelinga kamu supaya kamu bisa ngerti? tapi aku tidak ada keberanian, ya sudahlah menunggu kamu saja tidak apa-apa.🍁