Wo Ai Ni

Wo Ai Ni
bab 5


__ADS_3

Scorpions


Sepanjang perjalanan menuju gerbang utama, kaki Lyora tak henti-hentinya disentakkan ke tanah. Gara-gara dilabrak senior-senior menyebalkan moodnya turun drastis.


Mengingat perkataan mereka, dimana ia tak boleh dekat-dekat dengan Adrian. Serasa ingin mencabik-cabik mulut senior itu. Dalam hatinya mencak-mencak tak jelas, emangnya dia siapa bisa ngatur-ngatur hidup Lyora.


"Lyora!" Seru seseorang dari belakang. Suaranya khas sekali. Saat menoleh ternyata dia Adrian. Lelaki itu berlari kecil menuju Lyora.


"Lo mau kemana? Inget kan kalo kita ini mau kelompok." Kata Adrian mengingatkan.


"I–inget kok." Kata Lyora terbata-bata. Kegugupan melanda dirinya. Sejak kejadian pertama MOS, bisa-bisanya hati ini membuka lebar-lebar untuk Adrian.


Lyora merutuki dirinya sendiri dalam benak. Berusaha mungkin menghilangkan kegrogiannya agar Adrian tak curiga. Matanya mengerjap melirik kanan kiri.

__ADS_1


"Kenapa malah keluar? Motor gue diparkiran. Ayo." Adrian berbalik arah menuju parkiran dibelakangnya sekolah. Mau tak mau Lyora mengikuti langkah cowok itu.


Jalannya sengaja mengekor dibelakang daripada bersejajar dengan Adrian. Jiwanya menciut saat bersebelahan disamping cowok itu. Kalau jaman sekarang istilahnya adalah insecure. Dirinya bagaikan seperti debu jalanan, Adrian sebagai sebuah berlian. Beda rupa dan tempat.


Sesampainya di parkiran, Lyora hanya menunggu di pintu nya. Membiarkan Adrian masuk kedalam parkiran mengambil motor. Tak berapa lama Adrian sampai didepan Lyora dengan motor Scoopy. Kalian berharap kalau akan Adrian memakai motor jenis Harley atau sport? Itu salah. Cowok itu lebih nyaman memakai motor-motor biasa yang  orang-orang sering pakai.


Sebenarnya uangnya banyak dia, namun mengingat bahwa dia masih kelas X, belum waktunya mengendarai motor-motor gede, nanti disangkanya mau pansos atau sok ganteng. Emang ganteng sih.


"Ayo naik." Suruh Adrian.


"Gue gak bawa helm. Gapapa emang nya? Nanti kalo ada polisi gimana?"


"Gue lewatnya jalan tikus. Jadi aman." Ujar Adrian. Lalu Lyora segera membonceng Adrian. Baru saja hendak duduk, matanya tak sengaja menoleh ke kiri. Betapa terkejutnya ia melihat kakak kelas yang tadi melabraknya. Mata kakak kelas itu melototi Lyora tajam.

__ADS_1


Lyora segera membuang mukanya. Detik itu juga motor yang dikendarai Adrian melaju kencang.


Selama perjalanan tak ada siapapun yang memulai percakapan. Adrian tengah fokus menyetir sedangkan Lyora sibuk dengan pikirannya sendiri.


Cewek memikirkan apa yang terjadi setelahnya nanti. Apakah kakak kelas itu akan melakukan pembullyan terhadap nya? Membayangkan betapa kejamnya kakak kelas itu menjambak rambut Lyora bak adegan pembullyan di tivi-tivi.


Lyora memukul kepalanya sendiri. Menghalau pikiran negatif-negatif yang merasuki otaknya. Ternyata diam-diam Adrian memerhatikan nya dari sebalik kaca spion. Tak sadar bibirnya terangkat membentuk lengkungan indah. Ia tersenyum kecut melihat aksi aneh dari Lyora.


'Aduh, jan sampe gue nanti dibully sama kakel sialan itu. Amit-amit deh.' batinnya.


Tangannya kembali memukul-mukul jidat. Berusaha berpikir positif. Namun Adrian yang melihatnya salah kira. Salah tanggapan. Menurutnya Lyora itu cewek aneh hingga kepala sendiri dipukul-pukul.


'Tuh aneh banget. Gak sakit apa kepalanya dari tadi di ketok mulu.' Batin Adrian. Kepalanya menggeleng-geleng.

__ADS_1


__ADS_2