Wo Ai Ni

Wo Ai Ni
bab 6


__ADS_3

30 menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai dirumah Adrian. Dari depan saja sudah tampak mewah nan elegan. Lyora sampai menganga dibuatnya. Garasi luas dan tentu nya halaman pun ikut luas.


'Ah parah!!!! Kalo dibanding sama rumah gue, ibarat 10:2 lah yah. Jauh beda banget sih.' Batin Lyora mengatakan. Ia mematung didepan halaman. Pandangannya tak teralihkan dari bangunan rumah mewah Adrian.


"Heh lo!!" Panggil Adrian didepan pintu sana. Ia melihat Lyora dengan tatapan aneh.


Lyora langsung tersadar. Ia menoleh kikuk ke Adrian. "Eh?"


"Ngapain di situ? Sini lah." Perintah Adrian pada Lyora agar menghampiri nya.


Lyora segera berlari menuju cowok itu. Mengikuti nya dari belakang. Adrian dan Lyora masuk kedalam rumah. Lagi lagi Lyora melihat sana-sini mengagumi kemewahan rumah tersebut. Bagaimana tidak, furniture yang dipilih tidak sembarang membeli. Semuanya bermerek  terkenal dengan kualitas bagus.


Apalagi saat Lyora melihat ke sisi tangga. Disana ada foto yang sangat menarik perhatiannya. Foto tersebut adalah gambar 3 orang anak kecil. Satu anak cowok diapit oleh dua orang cewek.


'Kaya pernah liat. Gak asing banget deh.' Kata Lyora dalam hati.


Mata Lyora memicing. Melihat gambar itu secara seksama dan teliti. Namun tak kunjung ingat, padahal ia sangat tak asing pada gambar itu. Daripada pusing memikirkannya, ia terus mengekori langkah Adrian hingga taman belakang.


Disana ada gazebo yang ukurannya tak terlalu besar. Namun bisa memuat 5 orang. Ditengah ada air mancur bagus sekali, tak lupa dengan ikan-ikan kecil lucu.


"Lo tunggu disini. Tas taroh aja di gazebo. Gue mau ke kamar bentar." Kata Adrian. Lyora meresponnya dengan anggukkan kepala. Adrian pergi kembali masuk menuju kamarnya.

__ADS_1


Kembali ke Lyora, cewek itu menuju tepian kolam ikan. Lalu membuka tasnya mengambil roti tawar.


"Aah lucu banget. Sini makan sini." Ucap Lyora sendiri sambil melempar cuilan-cuilan roti pada kerumunan kolam.


"Indah banget disini. Gue kalo tinggal disini mana mau keluar. Sangkin betahnya lah." Gumamnya lalu tertawa kecil.


Mata Lyora kembali menatap sekeliling. Di dekat dinding pembatas, ada tanaman rambat hijau menutupi sebagian dinding. Sebenarnya Lyora ingin mendekati dinding yang terpenuhi tanaman rambat namun keburu ada Adrian.


Cowok itu tampak lebih santai. Memakai celana selutut dan kaos oblong putih. Tangannya tak lupa membawa nampan berisi nasi goreng dan jus.


"Nih makan dulu." Perintah Adrian. Cowok itu menuju gazebo dan meletakkan nampan disana juga.


"Ntar aja deh. Langsung pengamatan dulu biar Cepet jadi." Bantah Lyora. Padahal lapar juga sih, tapi malu kalau bilang makan dulu.


"Udah sih nurut aja. Sini makan, gue tau lo itu laper. Gak usah gengsi." Perkataan Adrian membuat Lyora skak mat.


Tahu saja kalau ia lapar.


Lyora mendengus napasnya, lalu menghampiri Adrian. Cewek itu duduk berhadapan dengannya.


Mereka berdua memakan nasi goreng dalam diam. Tak ada pembicaraan selama itu. Menikmati suapan nasi yang begitu enak. Sesekali Adrian melirik Lyora yang tengah mengunyah nasi.

__ADS_1


Lyora tak sadar kalau Adrian sedang memperhatikannya. Cowok itu menatap lekat, mengamati bentuk lekuk wajah Lyora. Hingga ia tersadar sesuatu disana.


"Bentar deh, lo itu—" Ucap Adrian menggantung. Lyora mendongak menatap cengo ke Adrian.


"Nama lengkap lo siapa?" Tanya Adrian.


"Lyora Canberra. Kenapa sih nanya gitu?"


Mata Adrian mengerjap. Ia menggeleng. "Gak papa." Tangannya kembali menyuap nasi goreng di piring.


Lyora melihat ada keanehan pada Adrian. Gerak-gerik nya seperti ada gelagat yang ingin dikatakan namun tertahan.


10 menit sudah, acara makan-makan telah usai. Adrian mengajak Lyora ke tempat dimana ada tanaman Angelonia.


"Kemana lagi sih ini?" Tanya Lyora jengah. Dari tadi tidak sampai-sampai.


"Sebentar lagi sampe." Jawab Adrian santai. Lalu langkahnya tiba-tiba berhenti. Reflek Lyora pun ikut berhenti juga. Tangan Adrian membuka tanaman rambat itu, tahukah kalian pemandangan apa selanjutnya?


Sontak mata Lyora membelalak takjub. Dirinya terkesima melihat pemandangan didepan mata. Beberapa bunga Angelonia tergantung dimana-mana. Ia segera berlari menghampiri tanaman itu.


"Sumpah gila cantik banget kek gue." Ucap Lyora sambil memegang bunga itu.

__ADS_1


Adrian tersenyum tipis melihat tingkah cewek itu.


__ADS_2