
Lagi stalking akun IG gw y😉
Gara-gara mendapat pesan dari sang pemilik akun yang sedang di stalking nya, Lyora mati-matian menahan detak jantung yang berdebar sangat kencang.
Pandangannya kosong kedepan. Ponselnya tergeletak di kasur dengan menampilkan halaman chat.
"Kok dia tau sih?" Gumam Lyora shock. Banyak pertanyaan muncul di benak. Jam 3 pagi, apakah laki-laki itu belum tidur?
Kemudian Lyora mengerjapkan matanya, kesadaran akhirnya kembali memenuhi otak. Ia segera meraih ponsel itu dan mengetik pesan untuk Adrian.
Gak. Gak ada kerjaan bgt stalking akun Lo.
Lyora sengaja bohong. Kalau jujur, bisa-bisa ambruk image nya Dimata Adrian. Berharap agar cowok itu tak memikirkan hal-hal aneh. Gadis itu segera keluar dari aplikasi Instagram. Lalu mematikan data seluler.
"Gak mau tau. Intinya besok gue harus esktra mencari alasan buat ngadepin kakel nyebelin itu and Adrian. Huft." Katanya menyemangati diri. Diletakkan lah benda pipih itu disampinginya.
Lyora memutuskan untuk tidur saja. Menetralkan otak, jantung dan suhu tubuh yang mendadak berubah saat menerima pesan dari Adrian. Sialan cowok itu, bisa-bisanya bikin Lyora keringet dingin.
📌📌📌
__ADS_1
Keesokkan harinya, Lyora sudah siap dengan seragam sekolah. Pukul menunjukkan setengah enam pagi. Ia bergegas keluar rumah dan menuju gerbang komplek menemui kang kreb.
Sengaja dirinya berangkat pagi-pagi sekali untuk menghindari amukan maut kakak senior yang belum diketahui namanya. Entah ada dosa apa Lyora dengan mereka hingga dikejar-kejar dan diancam seolah-olah dialah seperti maling jemuran yang uber-uber massa.
Sesampainya disekolah, sekolah masih sepi. Satpam yang menjaga masih ngopi di posnya. Lyora nyelonong masuk saja memasuki gerbang.
"Tumben neng berangkatnya pagi." Kata satpam tua itu basa-basi. Kumis sangat lebat hingga memenuhi mulut.
Lyora menyengir kikuk. "Iya pak. Sengaja. Mari.."
Satpam tua itu mengangguk seraya tersenyum ramah.
"Heeh." Seseorang menepuk punggung Lyora. Seketika tubuh gadis itu menegang. Langkahnya berhenti tiba-tiba. Dadanya berdebar sangat kencang. Apakah yang mencolek ini hantu atau siapa.
Ketika menoleh ke samping, ah sial. Ternyata Adrian si cowok yang tadi malam mengechat Lyora melalui IG.
Cewek itu bernapas lega, jantungnya merasa plong.
"Napa sih? Takut ya lo?" Tanya Adrian keheranan.
__ADS_1
"Enggak kok. Sok tau." Kata Lyora mengelak. Gengsi lah mengatakan kalo sebenernya ia takut.
"Ouh.." Gumam Adrian.
Lalu mereka berdua melanjutkan langkahnya saling beriringan.
'untung dah ada Adrian, misalnya kalo ada si kakel sialan itu gue kan bisa minta tolong sama doi.' batin Lyora
"Btw, lo ngapa semalem stalk IG gue?" Tanya Adrian tiba-tiba.
Lyora yang mendengarnya langsung kalang kabut. Matanya mengerjap kebingungan. Dari tingkat nya ketahuan sekali bahwa dirinya gugup.
"Apaan stalk IG lo. Gak ada kerjaan banget. Lagian lo sok tau juga sih." Lagi-lagi Lyora mengelak.
Adrian mengerutkan dahinya. Wajahnya dihadapkan ke muka Lyora. "Jan bohong deh."
"Su–sumpah kok."
Adrian menghela napas. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Ouh." Ucapnya cuek.
__ADS_1
'ketauan banget kalo lo bo'ong. Gue bisa liat kali riwayat kegiatan lo di IG.' batin Adrian. Tak sadar bibirnya menyungging senyuman devil.