
Seseorang sendirian ditengah lapangan, dan di interogasi oleh senior-senior.
Khususnya laki-laki. Gadis itu dimarahi akibat mengobrol dalam barisan. Dalam aturan manapun, baris-berbaris dilarang mengobrol atau berbicara. Harus diam memerhatikan sang pembina.
'Kenapa cuma gue sih? Heran betul dah. Kan malu kalau gini caranya. Ih kesel deh sama tuh orang.' Lyora menggerutu habis-habisan dalam hatinya. Berkali-kali mengumpati nama Galang dengan kata-kata kasar.
"SEKARANG PUSH UP 50 KALI!" Perintah Galang dengan nada garang. Tak lupa ya yang berkacak pinggang.
Lyora menelan ludahnya susah payah. Posisinya masih berdiri, belum mengambil sikap push up. Dalam benaknya bertanya-tanya apakah tidak ada seseorang yang baik hati untuk membela atau menolong dari singa galak ini?
Ditengah sana, lyora dapat melihat jelas keseluruhan anak kelas X. Tentu saja dengan Lily, cewek berkacamata itu berkaca-kaca matanya, bibirnya pun bergetar. Aduh, rasa iba melanda nya melihat kesedihan Lily. Padahal toh ia yang dihukum kenapa Lily yang nangis?
"Tunggu apa lagi. Ayo push up."
Akhirnya mau tak mau Lyora mengambil posisi push up. Dari 600 siswa tak ada seorang pun yang berintrupsi supaya Lyora diringankan hukumannya.
Galang terus mengawasi. Rumornya ia selalu menghukum orang dengan kejam tanpa pandang bulu. Salah tetap salah. Baginya, perempuan maupun laki-laki harus setara hukumannya agar adil.
Walaupun begitu, ia sangat disegani oleh senior lain. Guru-guru pun tersanjung akan ketegasan anak itu.
Namun, dari barisan belakang ada seseorang yang muak dengan sikap Galang yang menurutnya keterlaluan. Pasalnya, ia sedang menghukum perempuan, seharusnya sedikit mentoleransi karena statusnya masih siswa baru.
"INTERUPSI!"
__ADS_1
Galang menoleh ke sumber suara. Ternyata dari barisan belakang. Orang tersebut sangat menonjol karena tingginya diatas rata-rata.
Galang sedikit mendekat. "Ada apa?" Tanyanya sinis.
Seseorang itu tak kalah sinis dan tajam menatap Galang balik. Alisnya tebal dan lensa matanya hitam pekat membuat matanya bak seorang elang.
"Saya ambil alih hukuman cewek itu. Biar dia kembali ke barisan." Ucap nya dengan lugas. Siswa-siswi disekitar nya takjub dan terkejut karena manly nya orang itu. Beruntunglah Lyora sekarang. Doa-doanya terkabul oleh Tuhan. Ah, Lyora ingin berteriak histeris terlampau senangnya namun suasana tak mendukung. Diurungkan lah niatnya itu tadi.
Galang tertawa renyah. "Mau jadi jagoan kamu?! Pake gegayaan ambil alih hukuman segala. Ck." Kepalanya menggeleng-geleng.
"Emang meringankan beban orang lain itu salah? Kenapa saya malah dicap sok jagoan oleh anda? Harusnya anda tuh mikir, menghukum wanita diluar kewajaran."
Jderr!!!!
"KE DEPAN KAMU!" Teriak Galang marah.
Setenang air di danau, cowok itu melenggang santai sampai kedepan tanpa menunjukkan ekspresi takut atau grogi. Sampailah ia dimana Galang menyuruhnya berdiri.
Lyora, gadis itu tetap di tengah lapangan bersama Galang dan tentunya dengan senior itu. Sebenarnya tadi Lyora hendak menolak bantuan dari Adrian, tapi tak jadi saat melihat raut wajah Galang yang terlalu Galang.
"Siapa nama lo?" Tanya Galang.
"Gak liat? Bisa baca kan?" Cowok itu menunjuk atribut nama tepat di sebelah dada kanan.
__ADS_1
Skak. Galang merasa diperbodoh dan dipermalukan oleh manusia yang umurnya lebih muda darinya.
Adrian Scorpiones
"Udah berani ya lo sama senior? Nantang banget lo bocah." Cercah Galang tak terima. Seseorang yang memiliki nama Adrian itu diam menatap datar. Tak menggubris ocehan Galang yang berisik baginya.
"Ambil posisi push up. Lo juga cewek sekalian lanjutin push up nya." Perintah Galang semena-mena. Bahasa tidak bakunya mulai kelihatan, keluar begitu saja saat emosinya tadi naik.
Baru saja Lyora mengambil ancang-ancang sikap push up, tangannya ditahan oleh Adrian. "Lo gak usah ikut-ikutan push up." Katanya.
"Ha?" Bodoh. Lyora cengo seperti anak bloon yang tak tahu apa-apa. Tiba-tiba otaknya lemot mencerna kata-kata Adrian tadi.
Wow. Galang merasa dirinya seperti orang ketiga diantara mereka. "Kalau mau romantis-romantisan jangan disini. INI TUH SEKOLAH." Galang makin kesal jadinya.
Tak lama kemudian senior lain datang. Ia bergegas menghampiri Galang. "Lang. Udah deh jangan buat aneh-aneh. Ini udah siang, kasihan mereka nanti." Kata senior itu.
"Alah! Gitu aja lemah. Yaudah sana bubarin barisan. Tapi kecuali yang didepan ini. Mereka berdua ada urusan sama gue." Tangan Galang menunjuk Lyora dan Adrian.
"Serah lo dah." Bisa dilihat dari respon senior itu mulai malas dan berhenti memperpanjang pembicaraan. Akhirnya, barisan dibubarkan. Seluruh siswa-siswi masuk ke dalam kelas masing-masing dan digiring kakak bimpok.
Kembali ke Lyora dan Adrian. Cowok berzodiak Scorpio itu mulai push up sampai 50 kali tanpa henti. Ritme gerakannya cepat, hingga Lyora tertegun dibuatnya.
'ya ampun. Gue jadi utang Budi sama Adrian ini. Aduhh.'
__ADS_1