Wo Ai Ni

Wo Ai Ni
bab 15


__ADS_3

*Kamu tau langit? Katanya cinta itu seperti langit. Namun aku gak tau maknanya bagaimana. Coba tolong jelaskan ke aku apa definisi nya."


"Makasih kak."


Lyora turun dari motor milik Galang. Sore hari ia baru sampai dirumahnya.


Galang mengangguk saja.


"Gue pulang ya." Pamit Galang seraya menatap Lyora. Gadis itu hanya menunduk lesu.


Kemudian detik itu juga Galang menyalakan motornya dan pergi dari halaman rumah Lyora.


Gadis itu menghembuskan napas berat. Ia memilih masuk rumah cepat-cepat. Mood nya berantakan kali ini. Entah gara-gara Adrian atau si Fifi.


Namun disisi lain, cowok berasi Scorpio itu mengotak-atik komputer nya tak henti-henti. Ia sedang mencari identitas seseorang yang telah bertahun-tahun menghilang. Seseorang yang telah membuatnya nyaman sedari kecil. Adrian yakin bahwa seseorang itu belum meninggal. Ia masih hidup.


"Nak. Makan dulu. Jangan mainan game mulu." Ibunya datang dari pintu kamar.


"Gak bunda. Aku bukan lagi main game, 5 menit lagi aku deh." Kata Adrian tanpa menoleh ke ibunya.

__ADS_1


"Yaudah." Ibunya menghela napas pasrah. Ia kembali menutup pintunya dan berjalan ke Meja makan.


Kembali ke Adrian, cowok itu membereskan html entah itu html apa, ia sangat sibuk sekali. Hingga 5 menit usai, Adrian menyimpan file file itu tersembunyi. Komputer nya dimatikan. Ia berniat turun ke lantai bawah untuk makan.


"Bang Ones ih lama. Ditungguin juga." Ujar adiknya Adrian si mungil Tiara. Anak kecil itu berusia sekitar 7 tahun.


"Lebayyyy amat." Adrian meraupkan tangannya ke wajah Tiara.


"Tangannya kotor abangg. Cuci tangan dulu sana." Tiara memukul lengan Adrian berkali-kali dengan kesal.


Cowok itu malah tertawa kecil. "Rasain muka lo tuh. Tangan gue kotor."


"Adrian!ngomong nya yang bener." Hardi ibunya dengan tatapan tajam.


Maka dari itu Adrian selalu berbicara aku kamu pada adiknya. Namun ia ogah sekali berbicara bahasa seperti itu pada teman-teman nya, malah nanti yang ada ia di ledekkin terus.


"Makan cepat. Nanti keburu dingin malah gak enak." Ibunya mengambil nasi satu centong untuk Tiara, kemudian dua centong untung Adrian.


"Bun, Mila sekarang tinggal nya dimana sih? Tahu alamatnya nggak bunda?" Tanya Adrian pada ibunya.

__ADS_1


"Gak tau nak. Terakhir bunda denger itu orang tua Mila udah meninggal."


"Terus Mila nya dimana?"


"Gak tau juga. Kenapa tanya-tanya gitu?" Ibunya bertanya balik.


"Aku mau nyari alamatnya bareng Hana." Kata Adrian sembari menyuapkan nasinya.


"Hana? Hanako?dia mau pulang kesini nak?" Tanya ibunya sangat antusias.


"Iya. Katanya pekan nanti."


"Bunda kangen sama Hana. Udah lama banget ya gak ketemu." Ibunya berkata penuh kerinduan mendalam.


"Kalian dulu kalo main itu pasti bertiga. Dimana ada Hana pasti ada Mila."


****


Baru saja makan, Lyora ngantuk sekali padahal baru jam 8 malam. Rasa kantuknya menguasai dirinya, keinginan untuk belajar diurungkan. Bisalah nanti belajar jam 3 dini hari.

__ADS_1


"Ngantuk banget ya Allah." Gumamnya seraya menguap.


Biarkan orang tuanya makan tanpa kehadiran Lyora. Ia sangat lelah seharian. Bertemu orang-orang yang telah mengincarnya padahal kesalahannya hanya sepele.


__ADS_2