WULAN

WULAN
ep. 10


__ADS_3

Wulan baru saja menidurkan kedua anak nya di kamar mereka ,lalu membersihkan tubuh nya dan bersiap hendak tidur .


mencoba menenangkan hati nya sendiri karena telah melihat apa yang terjadi sore hari nya ,ia mencoba berpikir positif tentang suami nya .


terdengar suara mobil Denis masuk ke halaman rumah mereka .


dengan senyuman Wulan menyambut kedatangan Deni ,ingin menyalami tangan suaminya tapi langsung di tepis oleh Deni dengan kasar .


Wulan mencoba tenang, ia tidak ingin membuat pertengkaran, masih banyak yang harus ia pikir kan ,bahkan untuk bertanya tentang yang di lihat nya sore tadi saja ia singkirkan, ia ingin membicarakan nya dengan kepala dingin.


"jangan sok suci kamu pake cium cium tangan segala " Deni berdiri di depan Wulan dengan kedua tangan nya berada di kiri kanan pinggang nya.


menahan amarah dengan mengeraskan rahang nya ,Deni menunjuk nunjuk Wulan dengan telunjuk lengan kiri nya.


"dasar wanita tidak tau diri ,tidak tau di untung ,sudah aku naikkan derajat kamu ,tapi apa balasan kamu ,hahh... dasar Lo*te " teriak nya.


mata Wulan memerah membesar ,apa yang di tuduh kan suami nya kali ini benar-benar melukai harga dirinya.


dia memang bukan lah terlahir dari keluarga yang kaya ,hanya harga diri lah yang ia punya selama ini.


"jaga kata-kata kamu mas ,saya tidak terima "


"masa bodoh ,saya tidak perduli ,memang seperti itu lah dirimu, bodoh nya aku yang selalu menganggap diri mu baik , polos dan suci ,hahhh bullsyiiitt ,mana kampungan ,gak bisa di banggakan ,gak bisa di bawa ke tengah ,aku menyesal sudah menikah dengan mu "


air mata yang sedari tadi ia tahan Wulan pun keluar dari sudut kedua mata nya.


" apa kesalahan ku hingga kamu menuduh ku dan memfitnah ku sekejam itu ???" suara bergetar menahan sesak di dada nya.


dengan kesal Deni mengeluarkan ponsel dari saku nya membuka file video yang di kirim kan ibu nya sebelum ia pergi dari rumah ibu nya tadi.

__ADS_1


Wulan melihat video itu dan menggelengkan kepala nya ,mencoba menyangkal semua nya.


"ini tidak benar mas ,bukan seperti yang kamu pikirkan" Wulan mencoba menjelaskan.


"apa ? mau mengelak ? hah ,kamu tidak bisa mengelak Wulan ,bukti nya sudah nyata seperti itu "


"gak mas ,aku gak seperti itu ,aku bersumpah demi anak kita ,aku tidak melakukan hal yang kamu pikirkan dan katakan" Wulan masih mencoba untuk mengelak apa yang di tuduh kan pada nya.


"kamu gak usah mengelak lagi ,semua udah jelas dengan bukti itu , ternyata memang lah aku salah dengan memilih mu sebagai istri ku ,memang kamu cocok lah menjadi seorang pembantu, seperti itu lah batas diri mu ,pelayan , pelayan yang bisa melayani nafsu orang belaka " Deni penuh amarah mengucap kan nya .


"cukup mas ,cukup ,cukup fitnah mu itu ,aku sadar aku memang lah seorang pembantu,kamu mendapatkan diri ku yang hanya seorang pelayan, tidak perlu kamu menghinaku seperti itu ,aku ini masih ibu dari anak mu "


"itu lah yang sangat aku sesal kan ,kenapa harus dirimu yang melahirkan anak-anak ku, wanita hina seperti dirimu tidak lah pantas menjadi ibu dari anak-anakku "


Wulan terduduk di di lantai, seketika ia merasa tulang-tulang dalam tubuh nya menghilang untuk menopang tubuh nya ,air mata tidak berhenti keluar dari kedua kelopak mata nya.


"kamu kotor ,kamu wanita hina ,kamu wanita yang tidak tau diri dan terima kasih ..." umpatan demi umpatan keluar dari mulut Deni tanpa henti.


"apa maksudmu hah !!! " Deni menghardik dengan melebarkan bola mata nya.


"seperti yang kamu lakukan sore tadi , berpelukan dengan istri orang begitu ?! , aku dan anak mu melihat semua nya mas ,wanita seperti itu yang kamu maksud kan ?! wanita yang meninggal kan mu demi pria lain ,dia lah wanita yang paling hina di dunia ini ,tau kamu mas !!!!" Wulan meninggikan suara nya melepas perih hati yang ia tahan selama ini .


tentu saja ia tau tentang Sonia, mantan pacar suami nya yang selalu ibu mertua nya banggakan pada nya ,ia pernah melihat Poto wanita itu ketika ia baru tiba di rumah mertua nya ,bahkan suami nya tidak berniat membuang Poto tersebut.


plak plak plak plak


tamparan keras mendarat di kedua pipi Wulan oleh Deni dengan bengis nya tanpa ada rasa iba sedikit pun .


Wulan menyentuh pipi nya yang terasa hangat, dan bibir nya yang terasa perih ,bau amis tercium ,Wulan tau bibir nya pecah dan ada darah di sana .

__ADS_1


masih kesal dan tidak puas Deni pun mencengkram rahang Wulan "ya kamu benar ,dia lah wanita yang sangat pantas berada disisi ku ,jangan berani-berani kamu menghina nya dengan mulut kotor mu itu " Deni mendorong wajah Wulan dengan kasar hingga Wulan terjatuh dan terhempas ke dinding.


"sekarang aku tegas kan pada kamu ya ,aku menceraikan mu ... , surat cerai nya akan segera menyusul ,dan sekarang cepat angkat kaki mu dari sini ,aku sudah muak melihat wajah mu " Deni sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi ,dengan tangan kiri ia menunjuk mengusir Wulan dari rumah nya.


"apa mas ? kamu menceraikan ku dan mengusir ku ?!" Wulan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"kamu tuli atau bodoh hah ,cepat pergi dari sini ,sana ,pergi kamu wanita sia*an " Deni mendorong dorong tubuh Wulan menuju pintu .


"tidak mas ,aku tidak mau " teriak Wulan tapi Deni tidak menggubris nya malah mengunci pintu ketika Wulan sudah berada di luar.


Wulan berteriak ,menangis dan memukul-mukul pintu rumah dengan keras.


"mas tolong mas ,jangan seperti ini ,mas ,mas" Wulan masih saja berteriak tapi Deni tak bergeming.


lalu terdengar lah suara anak-anak mereka yang menangis ketakutan dari dalam meronta ingin dekat bunda nya.


"ayah ,kami mau bunda ,biarkan bunda masuk ,ayah jangan jahat sama bunda " tangisan dan isakan terdengar dari kedua nya.


tambah hancur perasaan dan hati Wulan mendengar nya .


" tolong mas buka pintu nya ,jangan biarkan anak-anak melihat dan mendengar semua ini ,saya mohon mas " suara Wulan mulai terdengar pilu .


Deni tetap tidak bergeming, malah ia kesal dengan suara tangisan anak-anak nya yang semakin menjadi dan tidak kunjung diam.


"jika kamu berkenan mas ,berikan saja mereka pada ku mas ,jangan siksa mereka seperti ini , kamu yang bilang aku tidak pantas menjadi ibu dari anak mu ,biarkan aku jadi ibu mereka ,karena mereka darah dagingku mas ,biarkan mereka bersama ku mas ,aku mohon ,aku berjanji ,kami akan segera menghilang dari hadapan mu ,kami tidak akan pernah mengganggu mu lagi " Wulan sudah tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan ,bagi nya yang terpenting sekarang adalah ketenangan kedua buah hati nya.


lama Deni berpikir ,tentang apa yang barusan di katakan oleh Wulan ,lagi pula siapa yang akan mengurusi kedua anak ini jika Wulan tidak ada ,ibu nya pasti tidak akan mau ,karena ibu nya tidak menyukai kedua anak nya yang kata nya susah di atur.


dengan kesal Deni membuka pintu rumah ,dengan menarik kedua anak yang tengah menangis tersebut lalu ia mendorong kedua nya hingga jatuh ke tubuh Wulan .

__ADS_1


"sesuai janji mu ,pergi lah ,jangan pernah muncul di hadapan ku, satu lagi aku tidak mau ada urusan apa pun dengan kalian semua ,jangan pernah kamu menuntut apa pun pada ku ,apa lagi perihal dua anak ini " sekali lagi Deni mengusir dengan tunjuk tangan kiri nya.


__ADS_2