
"siapa kamu ...???" Wira yang baru saja tiba di rumah dan langsung menuju dapur untuk mengambil air minum tampak terkejut hingga menjatuhkan tas kerja di tangan nya.
Wulan yang juga terkejut dengan apa yang di lakukan Wira terlalu heran ,mengerjap kan kedua kelopak matanya.
"tuan muda kenapa ?" tanya Wulan polos.
Wira yang sangat mengenal suara tersebut, tampak memasang wajah heran .
"siapa kamu ?" tanya Wira lagi.
"saya ?" Wulan menunjuk diri nya sendiri dengan heran.
"iya ? kamu siapa ? apa yang kamu lakukan di sini sepagi ini ?" tanya Wira lagi.
Wulan mulai paham , mungkin tuan muda nya terkejut karena biasa nya Wulan tidak datang sepagi ini .
"saya Wulan tuan muda " jawab Wulan sedikit menahan senyum, ia tidak menyangka tuan muda Wira akan seterkejut ini.
Wira yang masih berdiri heran mengerjap kan mata nya lalu menggosok-gosok mata nya mencoba meyakinkan untuk dapat melihat siapa sosok di depan nya kini .
di lihat nya senyum dengan lesung di kedua pipi wanita tersebut, sedikit ia merasa yakin tapi agak meragukan .
Wulan memegang kedua pipi nya, apa kah Wira tidak mengenal nya karena bekas tamparan yang mungkin saja membengkak pagi ini .
tidak sakit batin Wulan setalah menekan kedua pipi nya dengan kedua telapak tangan nya.
" kamu yakin ?" tanya Wira lagi semakin merasa khawatir pada penglihatan nya sendiri.
"maaf tuan ,apa kah wajah saya terlihat aneh?" Wulan mulai merasa tidak nyaman.
suara yang familiar tersebut membuat Wira merasa yakin tapi masih sangat bingung.
"bukan aneh tapi ... " suara Wira tergantung.
"tapi apa tuan muda ???" semakin Wulan menjadi gusar setelah melihat tingkah Wira yang menurut nya sangat aneh.
"sempurna" ucap Wira sumringah.
***
di depan rumah Deni , Rahma ,ibu nya tengah sibuk menggedor pintu dengan keras dan kasar .
mendapati tidak ada nya sahutan atau respon dari dalam membuat wanita paruh baya itu meradang.
__ADS_1
"hei ,wanita tidak tau diri ,cepat buka pintu nya" teriak Rahma dari luar tanpa mengendurkan kekuatan nya untuk memukul keras pintu tersebut.
Rahma sengaja di datang ke rumah anak nya di pagi hari buta ini karena bermaksud ingin memberikan pelajaran bagi menantu yang menurut nya sangat tidak tau diri itu.
selama mungkin ia mengetuk nya dengan amarah akhirnya Rahma menyerah , tangan nya mulai capek sendiri, tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam rumah .
dengan kesal ia menarik ponsel nya keluar dari dalam tas , menekan nomor putra nya .
panggilan ketiga baru lah panggilan Rahma di angkat oleh Deni .
terdengar suara Deni serak ciri khas orang yang baru saja bangun tidur.
" ya bu ,ada apa ? pagi banget sudah telepon aja ,hhmmm"
"kamu lagi di mana ha.... ibu sekarang sedang berada di depan rumahmu "
"ngapain ibu ke rumah pagi begini ?"
"kenapa memang nya kalau ibu mau datang jam berapa , suka-suka ibu dong "
"iya-iya terserah ibu deh "
"cepat bukain pintu nya ,kenapa juga wanita tidak sadar diri itu tidak bukain pintu buat ibu ?! "
"apa ? ada di mana kalian sekarang?!"
"wanita kurang ajar itu sudah saya usir beserta anak-anaknya !!!!"
rahma melongo "apa ?"
"iya "
"benarkah ? " Rahma tersenyum senang dengan mata berbinar
"iya, maka nya tidak ada yang bukain ibu pintu"
"bagus nak , memang itu lah yang harus kamu lakukan dari dulu ,lalu di mana kamu sekarang?" lalu Rahma mendengar lenguhan manja suara wanita ,sontak membuat ia mengerutkan dahi nya "itu siapa Deni ,jangan bilang kamu telah menipu ibu ya ,agar ibu tidak memarahi istri mu itu " sambung Rahma lagi dengan kilatan amarah di matanya .
" gak lah Bu mana mau Deni sama wanita yang kotor sok suci itu lagi ,Deni lagi sama calon mantu ibu yang baru ,menantu idaman ibu " Deni terdengar bangga seraya menarik Sonia kedalam pelukan nya.
"Sonia ?! benar kamu den ?! bukan nya dia udah punya suami ??? jangan bilang kamu udah jadi pebinor sekarang ya ?" Rahma tampak bingung sendiri.
"gak lah Bu ,hmmm nanti siang aja ya ,kami ke rumah ibu dan menjelaskan semua nya"
__ADS_1
"baik lah ibu tunggu kalian ya " lalu sambung telpone tersebut di matikan .
banyak pertanyaan di benak Rahma kala pergi meninggalkan rumah anak nya tersebut.
***
Wira mendekati Wulan yang masih berdiri kebingungan.
menyipit kan mata nya Wira meneliti wajah dan tubuh Wulan dengan seksama bahkan memutari Wulan dengan dahi yang berkerut bahkan sesekali menggeleng kan kepala nya.
Wulan mulai merasa risih "tuan muda ,apa yang sedang anda lakukan?" tanya nya .
"sedang melihat apa yang terjadi pada tubuh mu "
Wulan spontan ikut melihat bagian tubuhnya, betapa terkejutnya ia ,ketika melihat jemari nya yang tampak sangat mungil ,serta dengan warna kulit yang sangat putih dan jemari yang panjang serta lentik dengan bentuk kuku yang sangat indah , sangat sempurna.
seketika Wulan menyentuh kedua pipi nya dengan tangan nya merasa tidak yakin bahwa tangan nya berubah dalam semalam.
Wira lalu membawa nya ke sebuah kaca besar di ruang makan ,di situ Wulan dapat melihat diri sepenuhnya.
bola mata nya membesar , mulutnya membulat sempurna "siapa dia tuan ?" tanya nya kebingungan pada Wira yang ada di sebelah nya .
"kenapa kamu yang bertanya ? "Wira ikut-ikutan bingung sendiri.
Wulan memperhatikan pantulan sosok yang di lihat nya sedang berada di depan nya ,yang berada di dalam cermin tersebut, seandainya tidak ada Wira yang berada di sebelah nya ,Wulan pasti akan mengira jika itu adalah orang lain.
wajah di depan nya masih terlihat seperti wajah nya tapi terlihat lebih muda ,tidak ada kerutan tentunya apa lagi flek akibat penggunaan pil kontrasepsi yang ia konsumsi.
mata nya lebih bulat dan memiliki pandangan yang teduh , lalu hidung nya menjadi sedikit mancung ,jangan lupakan bibir nya ,menjadi lebih imut dan sensual.
perlahan wulan menyentuh wajah nya ,mengerjap kan matanya ,merasa ia sedang bermimpi.
lalu kembali ia menatap tubuh nya , berulangkali ia bergantian melihat bagian perut nya.
berusaha genangan lemak yang tercipta setelah ia melahirkan dua orang anak ke atas dunia ini .
lagi dan lagi Wulan tidak percaya apa yang telah terjadi pada nya .
kembali Wulan melihat ke arah rambut nya , segera ia menarik ikatan rambut yang ia gunakan .
sungguh Wulan tidak percaya dengan apa yang terjadi pada rambut nya ,rambut rontok nya yang hampir membuat kepalanya botak telah berganti dengan rambut sehat , berwarna hitam legam , bergelombang besar dan sangat berkilauan.
Wulan menutup mulutnya yang menganga ,berulang kali melihat Wira dan diri nya yang berada di dalam cermin di depan nya.
__ADS_1