WULAN

WULAN
ep .7


__ADS_3

Deni sedang bekerja di kantor nya ketika Tomi datang menghampiri nya.


"hei bro " Tomi menepuk pundak Deni ," ngerokok yuk " ajak nya .


Deni mengiyakan dan mengikuti Tomi .


"gimana ? udah kelar urusan bini lu ?" tanya Tomi di sela sesapan rokok nya.


Deni mengangguk "Aman terkendali " jawab nya.


"bagus lah bro "Tomi menepuk-nepuk pelan pundak Deni .


"tapi ada satu hal yang harus gue lakukan "


"apa itu ?!"


"gue mau ngomong ke nyokap,agar uang belanja untuk bini gua jangan di potong lagi "


"apa ???, maksud lu selama ini uang belanja ? nyokap lu yang kasih setelah di bagi sama beliau ?"


"iya bro ,nyokap yang atur "


"gila lu bro "


"gimana lagi itu adalah perjanjian gue sama nyokap agar bisa menikah dengan Wulan "


Tomi terperangah "maksud Lo apa bro ?"


"nyokap gue tu gak setuju gue nikah sama dia ,karena dia anak orang miskin , mana gak kuliah ,cuma seorang pelayan warung makan ,nyokap gue tu standar nya tinggi ,dia terlalu berharap gue nikah sama Sonia yang anak kepala salah satu instansi pemerintah, nah gue malah milih Wulan jadi bini gua ,jadi dia marah besar gak rela kata nya ,anak nya tampan ,bekerja di pemerintahan, punya jabatan, masa kawin nya sama orang miskin ,jadi gue ajuin itu nanti udah nikah gaji gue bagi dua sama nyokap ,untung sebelum menikah gue udah punya rumah "


"Wulan tau perihal ini semua ?"


"ya gak la ,gak penting buat gue cerita ke dia ,bisa hancur hati dia dong"


"masih punya perasaan lu ternyata ya !!!"


"walau gimanapun dia sudah gue pilih sebagai istri gue dan ibu dari anak-anaknya gue"


"tumben otak lu lurus "


"dasar lu ah !!!"


"terus lu mau bilang apa ke nyokap ? "


"itu dia gue lagi mikir ,gue takut nyokap nanti malah gangguin rumah tangga gue "


"wah kalo ini bingung juga gue ,secara gue tau gimana nyokap elu bro " Tomi menggeleng kan kepala nya , " yang kuat ya bro ,sadis banget hidup lu kedepannya "


"bahlul lu ,bantu saran kek "


"maaf bro jika tentang nyokap lu gak ada saran gue ,lu ingat gak waktu gue janji buat kasih baju seragam buat nyokap lu pas gue nikah , gue lupa ,tujuh hari tujuh malam gue di teror ,ampe malam pengantin gue gak tenang bro "


"hahaha nasib Lo juga ..." Deni terkekeh

__ADS_1


***


Wulan tengah bersiap untuk pergi berbelanja hari ini , nyonya besar sudah memberikan ia apa saja daftar belanjaan nya.


ketika hendak memanggil supir yang biasa membawa nya belanja ,Wulan bertemu Wira di garasi mobil ,yang baru saja datang.


"mau ke mana mbak ?"


" eh ,tuan muda ,ini mau ke supermarket, biasa belanja bulanan "


"sendirian aja ?"


"gak ,biasa sama supir ,ini kang Asep lagi ke kamar mandi sebentar kata nya "


"sama saya saja mbak pergi nya ,sekalian saya ada yang mau di beli juga "


"eh gak usah tuan muda ,jangan ,tuan muda bilang saja sama saya mau beli apa ,nanti biar saya yang Carikan "


"gak apa-apa kok mbak ,hayok , nanti kang Asep biar saya yang kasih tau "


"jangan tuan muda ,kan baru saja sampai ,nanti tuan capek "


Wira memang baru saja tiba dari Singapura,setelah ada pertemuan bisnis di sana ,sedang kan kedua orang tua nya masih berada di sana.


"iya tapi saya ada keluapaan beli sesuatu nya"


Wulan benar-benar ingin menolak ,tapi ada rasa tidak enak ,pokok nya semua dilema bagi nya, Wira masih saja memohon sehingga ia pun menurut karena menghargai perasaan tuan muda nya yang sangat baik ini.


"ya udah tuan " dengan perasaan tidak enak Wulan tetap naik ke mobil Wira .


"terus saya yang nyetir ,kamu di belakang,gitu ?? hmm "


Wulan gugup " bukan itu maksud saya tuan "


"maka nya duduk nya di depan " akhir nya Wulan pun menuruti Wira.


Wira mengendarai mobil nya menuju supermarket yang akan di tuju.


"suka lagu apa ?" tanya Wira memecah keheningan di antara mereka seraya menghidupkan pemutar musik.


"terserah tuan muda saja ,saya ikut mendengarkan" jawab Wulan tenang .


"jangan dong , kan sama-sama dengerin nya , hmmm suka jenis music apa ?"


"saya suka semua jenis music "


"sama dong kita ,saya juga gak pilih-pilih, asal enak di dengar ,ya udah di denger "


lalu Wira hanya menghidupkan radio pada akhir nya ,lagu yang di putar pun dapat memecahkan keheningan di antara mereka .


pembicaraan ringan pun terjadi di antara kedua nya, sesekali tampak Wulan tersenyum dan kedua lesung pipi nya membuat senyuman itu terlihat sempurna, Wira tertegun melihatnya sesaat.


"mbak tau gak !!" ucap Wira ketika mereka berhenti di lampu merah.

__ADS_1


Wulan menolehkan kepala nya pada Wira, pandangan mereka bertemu .


'deggg' Wira dapat merasakan ada hal aneh terjadi di dada nya , 'stop Wira ' , ' ahhh'


"ada apa tuan muda ?" tanya Wulan lembut.


Wira menghela nafas nya dan mengalihkan pandangan nya .


"tidak ada apa-apa " Wira kembali fokus mengendarai mobil nya ketika lampu hijau baru saja menyala.


hingga tidak terasa mereka sudah tiba di pelataran parkir salah satu mall terbesar di ibu kota Jakarta.


"mbak Wulan temani saya dulu ya ,nanti baru kita sama-sama ke supermarket nya"


"hmmmm, emang nya tuan mau cari apa ? toko nya di lantai berapa ?" Wulan merasa sedikit ragu ,ia sedang memperhitungkan waktu penjemputan anak-anak nya.


"sebentar saja kok mbak, saya tuh butuh mbak buat milihin ,emang nya ada yang sedang mbak pikirin ?"


"gak kok tuan ,gak apa-apa " Wulan merasa tidak mungkin untuk memberitahukan masalah tersebut pada tuan muda nya.


"kalo gitu hayo " Wira menarik lengan Wulan dengan lembut, Wulan sedikit terkejut tapi masih memaklumi karena segan, namun dengan perlahan pun Wulan melepaskan genggaman tangan Wira, Wira hanya tersenyum simpul ,namun mereka berjalan bersisian menuju tempat yang di tunjuk oleh Wira.


mereka tiba di satu toko baju khusus pria dengan merk yang sudah terkenal di dunia.


Wira di sambut di sana oleh seorang pria ,di name tag nya tertulis bahwa jabatan pria tersebut adalah manager toko tersebut.


Wira mengajak serta Wulan untuk memilih satu set jas yang telah di rekomendasi kan oleh manager tersebut.


setelah terpilih beberapa pasang jas ,Wira pun mencoba nya di ruang ganti ,sedang Wulan menunggu di luar untuk menilai nya.


Wira keluar dengan setelan jas berwarna biru tua ,pria itu tampak tampan dan mempesona .


" Anda tampan sekali tuan ,saya rasa dasi ini sangat cocok dengan anda " manager tersebut membawa dasi berwarna biru dengan gabungan warna merah maroon di pinggiran nya .


manager tersebut menyerahkan dasi tersebut pada Wira ,Wira menerima dan langsung mengalungkan nya ke leher baju kemeja yang ia kenakan .


melihat Wira yang tengah kesulitan merapikan dasi tersebut, Wulan spontan berdiri dan membantu Wira .


Wira diam saja kala Wulan dengan sangat telaten memasang ulang dan merapikan dasi di kerah baju Wira .


tinggi badan Wulan yang semampai, membuat ia tidak susah menggapai tinggi tubuh Wira .


Wira dapat membaui wangi rambut yang terpapar dari harum nya rambut Wulan ,Wira menyesap nya dalam diam .


kehangatan kulit jemari Wulan yang mengenai kulit leher nya membuat tubuh nya merasakan seperti sengatan listrik.


nafas nya mulai tidak teratur, entah kenapa debaran jantung nya semakin kuat ,ia mulai merasakan sesak .


"sudah selesai tuan " ucap Wulan yang membuyarkan lamunan Wira akan wanita di depan nya kini.


Wira gelagapan di buat nya ,ia menjadi salah tingkah, berharap Wulan tidak melihat kegugupan nya saat ini.


" ah ,anda sangat tampan tuan , setelan ini sangat cocok untuk anda ,hmm ,kekasih anda juga sangat rapi memakai kan dasi anda " puji manager tersebut.

__ADS_1


Wulan langsung salah tingkah dan takut, merasa bahwa ia bukan lah kekasih dari tuan muda nya , mencoba memberi kode pada sang manager dengan gerakan- gerakan konyol di mata Wira .


tetapi Wira hanya tersenyum melihat tingkah wulan yang aneh di mata Wira , akhirnya kegugupan nya hilang dengan polah Wulan yang terlihat cemas .


__ADS_2