WULAN

WULAN
ep. 8


__ADS_3

di salah satu restoran ternama yang terletak di salah satu mall terbesar di ibu kota Jakarta.


"mana jeng Rahma cincin berlian yang baru saja jeng beli itu ,tunjukkin dong sama kita-kita" ucap salah satu teman sosialita ibu Rahma, ibu nya Deni ,alias mertua nya Wulan .


dengan sombongnya Rahma memperlihatkan jari manis lengan sebelah kiri nya ,bertahta cincin berlian yang sangat indah dan mewah.


teman-teman nya kagum dan memuji-muji Rahma ,yang tampak sangat mewah dengan keberadaan cincin tersebut.


"beruntung banget deh jeng Rahma, anak nya muda ,tampan , pejabat di pemerintahan pula" puji salah satu teman nya lagi.


"tapi sayang ya jeng Rahma , istri nya anak jeng Rahma gak seimbang banget sama anak nya jeng yang tampan itu " sela salah satu teman nya yang tampak sengaja ingin membuat Rahma jengkel.


"kalo saya sih dari awal mah gak bakalan terima wanita miskin gitu jadi mantu ,iiihhh amit-amit, deh jeng , gak ada yang bisa di banggakan !!!!" sambung yang satu lagi.


"lihat neh menantu jeng Dewi , wuih dua jempol deh pokoknya, udah cantik , dokter kandungan, anak pejabat lagi " Dewi yang di banggakan tadi langsung memasang wajah angkuh .


"udah udah jangan di sambung lagi ,kasihan jeng Rahma, mana dia udah kesal sama menantu nya eh malah kita gituin " tampak Dewi sengaja membuat Rahma bertambah malu.


dengan kesal Rahma berdiri "mau kemana jeng ?" tanya teman nya Dewi tadi.


"mau ke kamar kecil sebentar " dengus nya kesal dan berlalu meninggalkan kelompok nya dengan menahan amarah ,di dalam hati nya umpatan demi umpatan ia ucapkan untuk Wulan .


"Halah paling juga cincin nya palsu ,mana bisa dia beli cincin berlian asli, lagian anak nya kan hanya pejabat level bawah " lalu semua ibu-ibu perkumpulan sosialita tersebut tertawa cekikikan .


di kamar kecil di dalam mall tersebut ,Rahma menggerutu kesal ,ia mencuci tangan nya dengan meremas keras .


"dasar wanita pembawa sial ,kenapa juga takdir ku harus dapat menantu kayak dia , huhhh " Rahma meremas tisu yang barusan ia gunakan untuk mengelap tangan nya dan melemparkan nya ke dalam tong sampah dengan emosi .


orang-orang yang ada di dalam kamar kecil itu keheranan melihat tingkah nya.


dengan kesal Rahma berjalan kembali ingin masuk ke dalam restoran tadi , tiba-tiba matanya menangkap sesuatu atau sosok seseorang yang sangat ia kenal bahkan sangat ia benci di sepanjang hidupnya.


Rahma melihat Wulan tengah memasang dasi pada seorang pria tampan , semakin membulat lah bola mata nya.


emosi dalam diri nya semakin melonjak, awal nya ia ingin melabrak menantu nya tersebut, tetapi sebuah ide jahat muncul di otak nya.


secepat mungkin ia ambil ponsel nya dan segera ia memvideokan semua yang terjadi di dalam outlet merk brand terkenal tersebut.


setelah puas ia pun melangkah kan kaki nya dengan riang gembira kembali ke restoran tempat teman-teman sosialita nya berada.


***

__ADS_1


Deni sedang makan siang bersama Tomi di kantin yang berada di area perkantoran nya.


tiba-tiba ponsel nya masuk notifikasi pesan wa ,Deni melirik, dahi nya berkerut ,dengan cepat ia membuka pesan itu.


"siapa bro ? kok kaget gitu " tanya Tomi di depan nya.


"Sonia bro " jawab Deni yang langsung membalas pesan tersebut.


"tumben banget ,bukan kah kalian sudah tidak berhubungan selama tujuh tahun ini ?! " Tomi merasa heran .


"dia mau ketemu gue " jawab Deni masih dengan menunggu jawaban pesan dari Sonia .


"terus lu setuju gitu ?"


"ya iya lah , seperti nya ia sedang membutuhkan gue ,gila jantung gue berdebar hebat ne bro ,kayak nya rindu gue bakalan lepas ne "


"gila lu bro ,yakin lu ? pan dia ninggalin lu hampir buat lu gila waktu itu ,untung aja ada Wulan yang bikin lu normal balik "


"gak akan gue lepasin kesempatan ini bro " Deni tampak berbinar-binar setelah mendapatkan balasan pesan dari Sonia di mana tempat pertemuan mereka nanti .


"asli parah lu bro , gila , jangan libatin gue ya " Tomi tampak kesal .


***


Wulan dan Wira telah selesai berbelanja, di jalan pulang mereka menjemput kedua anak Wulan .


Bella dan gio tampak senang ketika melihat uncle Wira lah yang datang bersama bunda nya.


"kita jajan dulu ya ?" ajak Wira pada Bella dan gio ketika mereka sudah berada di dalam mobil .


"tuan muda gak usah ,kita langsung pulang saja ,biar saya masak saja ,sungguh saya tidak enak ,tadi tuan sudah ajak saya makan siang " elak Wulan .


"ih bunda curang ,Bella juga mau makan sama uncle !!!" rengek Bella ,yang tidak terima ketika bunda nya menolak ajakan Wira.


"iya bunda ,gio juga mau jajan " celoteh polos gio .


melihat Wulan yang kalah debat dengan anak nya Wira pun tersenyum simpul .


"biarin aja mbak ,lagian mbak mau masak buat siapa di rumah nanti ,mami dan papi gak ada di rumah juga ,lagian nanti malam saya ada janji makan malam sama rekan kerja saya " sela Wira yang langsung di sambut sorakan bahagia dari Bella dan gio.


***

__ADS_1


sore harinya, tampak Deni sedang duduk di sebuah cafe di salah satu mall di kota Jakarta.


di depan nya ada minuman dingin dan cemilan menemani nya.


untuk menghilangkan kebosanan nya ia menyibukkan diri nya dengan ponsel .


tak lama seorang wanita cantik duduk di depan nya ,Deni melihat ke arah wanita tersebut dan terdiam terpaku.


"hai mas ,apa kabar kamu !!!" sapa Sonia dengan senyuman manis nya , yang membuat Deni semakin menggilai nya.


"baik "jawab Deni seraya menyesap minuman di depan nya untuk menghilang kan kegugupan yang tengah melandanya .


"maaf ya mas ,aku nya datang agak lama"


"gak apa-apa, mau pesan apa ?"


"sama aja kayak minuman kamu "


lalu Deni memanggil pelayan dan memesan minuman untuk Sonia.


"hmmm , aku gak ganggu kamu kan mas ?" tanya Sonia lagi.


"gak kok ,aku baru aja pulang dari kantor"


"maaf banget ya mas baru bisa menghubungi kamu " Sonia memelas dengan mimik wajah melas.


"santai aja , sedikit kaget sih kok kamu tiba-tiba menghubungi saya setelah tujuh tahun ini "


"iya mas ,maaf kan aku ya mas ,sungguh mas aku benar-benar minta maaf ,aku ..." Sonia mengambil tisu dan menutupi wajah nya , suaranya terdengar serak.


Deni yang tidak bisa melihat kesedihan di wajah Sonia reflek mendekat ke sebelah Sonia ,dan merengkuh nya ke dalam pelukan .


"kamu jangan gini ,kamu kan tau aku tuh gak bisa liat kamu nangis , please tenang dulu baru cerita sama aku " Deni mencoba membujuk Sonia agar tidak menangis lagi.


***


dari dalam mobil Wira ketika mereka dalam perjalanan pulang ke rumah tiba-tiba Bella menunjuk ke sebuah cafe ,ketika mobil berhenti di lampu merah.


reflek Wulan melihat juga ,ia melihat suami nya tengah memeluk seorang wanita .


Wira pun ikut melihat ke arah yang di tunjuk Bella ,hanya gio yang tengah tertidur di pangkuan Wulan yang tidak melihat ayah nya di balik kaca besar cafe tersebut.

__ADS_1


__ADS_2