WULAN

WULAN
ep. 18


__ADS_3

Wulan keluar dari toilet, tidak sengaja ia menubruk seseorang.


"maaf "


deggg


Wulan tentu saja sangat mengenal suara suami nya Deni ,yang kini tengah menahan kedua bahunya agar tubuh mungil nya tidak jatuh kebelakang setelah bertubrukan barusan.


Wulan masih menunduk tidak berani menatap wajah Deni ,walaupun dada nya kini bergemuruh hebat .


"kamu tidak apa-apa? " tanya Deni lagi setelah ia melepaskan kedua tangan nya pada kedua bahu Wulan .


Wulan hanya menganggukkan kepala nya pelan , ia tidak berani mengeluarkan suara ,takut Deni mengenal suara nya.


Deni yang melihat ke wajah Wulan ,tertegun dengan kecantikan Wulan , sedikit ia terpesona dan mematung .


"maaf kan saya tadi tidak melihat kamu keluar dari sana " ujar Deni seraya tersenyum, jujur ia sungguh terpesona dengan kecantikan wanita di depan nya ini.


ia pun merasakan dada nya bergetar , bahkan aroma wangi dari tubuh Wulan tertinggal di sela-sela penciuman nya ketika tubuh mereka saling bersentuhan tadi.


tidak pernah ia bertemu dengan wanita secantik dan sewangi wanita ini , ia merasakan suatu perasaan yang aneh seperti de ja vu.


"benar kamu tidak apa-apa?" tanya Deni lagi mencoba meyakinkan Wulan , padahal itu hanya trik nya saja yang ingin berlama lama dengan wanita tersebut.


kembali Wulan hanya menggeleng kan kepala nya dan hendak pergi secepat nya dari hadapan Deni .

__ADS_1


tanpa pamit Wulan pun meninggal kan Deni yang masih termangu menatap kepergian nya .


Wulan mengelus dada nya ketika ia hilang dari pandangan Deni , untung lah Deni tidak mengenal nya ,batin Wulan .


untung lah setelah Wulan sampai ke meja tempat anak-anaknya dan nyonya Sarah ,tampak mereka telah selesai makannya.


"ada apa Wulan ?" tanya nyonya Sarah karena melihat wajah cemas Wulan .


"apa kah sudah selesai nyonya?" tanya Wulan gugup .


"ya kamu baru saja selesai" jawab nyonya Sarah.


"bisa kita segera pergi dari sini nyonya? maaf jika saya tidak sopan !"


"tidak ,tidak masalah ,ayo kita pergi ,saya juga sudah membayar semua nya kok" seperti nya nyonya Sarah tau apa yang terjadi.


Wulan sedikit lega untung lah ,Deni tidak melihat kedua anak nya ,juga kedua anak nya juga tidak menyadari keberadaan ayah mereka di restoran ini.


bergegas mereka keluar ,lalu nyonya Sarah mengajak mereka untuk berbelanja.


"nyonya !!" panggil Wulan ketika mereka berjalan bersisian dengan kedua anak Wulan di genggaman tangan ibu nya.


lalu nyonya Sarah dan Wulan pun saling berhadapan.


tampak Wulan akan mengatakan sesuatu hal yang penting sekali.

__ADS_1


tampak ragu dan takut tapi tatapan menunggu dari nyonya Sarah memberikan Wulan kekuatan.


"nyonya saya sudah membuat keputusan, saya tidak jadi pulang ,saya akan tetap tinggal di Jakarta ,saya akan mencoba untuk membenahi hidup saya , saya ingin memberikan makna atas kehidupan saya , saya ingin memberikan kehidupan yang baik untuk anak-anak saya , nyonya!!! saya tidak ingin menyerah " tutur Wulan mantab.


nyonya Sarah tersenyum, memeluk Wulan erat seolah memberikan kekuatan pada wanita malang itu.


setelah melepas pelukan nya nyonya Sarah menepuk pelan bahu sebelah kanan Wulan "ayo kita cari pakaian dan baju seragam Bella serta perkembangan sekolah nya " lanjut nya.


Bella kegirangan" horeeee ,Bella sekolah lagi , akhirnya bisa main sama Saphira lagi ,terima kasih nyonya " Bella langsung spontan memeluk kaki nyonya Sarah .


gio yang tidak mengerti itu hanya ikut bersorak senang dengan kakaknya.


***


Deni yang baru saja kembali dari toilet mendapati Sonia yang tengah asyik memakan makanan nya .


"maaf ya sayang ,aku makan duluan ,habis kamu nya lama ,aku tuh lapar " ucap Sonia ketika mendapati kedatangan Deni .


Deni hanya tersenyum hambar ,ia merasa ada sesuatu yang salah dengan keadaan ini ,ia pernah melakukan hal ini pada seseorang, ya seseorang itu adalah Wulan , istrinya eh salah mantan istri nya yang udik itu.


seketika Deni teringat cerita ia dan sang mantan istrinya tersebut, kala mereka baru saja menikah.


memang pernikahan mereka terjadi hanya karena ia kesal ketika kekasih hati nya tiba-tiba menikah dengan lelaki lain dan ia di campak kan begitu saja tanpa penjelasan.


ia bertemu dengan Wulan ketika ia sedang dinas luar kota di kampung halaman Wulan .

__ADS_1


karena senyuman manis Wulan dengan kedua lesung pipi nya ketika gadis manis itu tengah melayani ia dan tim nya


__ADS_2