WULAN

WULAN
ep. 12


__ADS_3

mobil mewah tersebut baru saja memasuki pelataran rumah mewah tersebut.


tidak ada kata ketika mereka berada di dalam mobil , nyonya Sarah tidak ingin membebani Wulan dan anak-anak,biar lah besok pagi mereka membicarakan semua nya.


Wulan dan kedua anak nya di antar kan langsung ke kamar mereka yang ada di belakang oleh nyonya Sarah .


"istirahat lah Wulan ,biar kan anak-anak tidur dengan nyaman malam ini ,tapi besok pagi kita akan bicara oke " ucapan nyonya Sarah ,dan hendak beranjak dari tempat itu.


"terima kasih nyonya, saya tidak bisa membalas semua kebaikan anda ,semoga tuhan dapat membalas semua nya " Wulan tidak bisa menahan air matanya , menggenggam lengan nyonya Sarah dan mengucapkan nya dengan sangat tulus .


"sudah jangan di pikir kan ,jangan lupa obati bibir mu ya ,dan kompres kedua pipi mu " nyonya Sarah tersenyum, dan membalas dengan pelukan , dan mengusap punggung Wulan mencoba memberi kekuatan agar Wulan lebih kuat dalam mengahadapi cobaan.


Wulan menutup pintu kamar yang akan mereka tempati malam ini , di lihat nya kedua anak nya langsung tertidur ketika mereka tiba , mungkin mereka sudah terlalu lelah .


Wulan mendekati mereka dan menaikkan selimut agar menutupi tubuh mereka .


lalu Wulan ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut ,mencuci wajah nya dengan air hangat secara perlahan ,sesekali ia merasa perih ketika air hangat tersebut melewati setiap pori kulit wajah nya yang merah ,tampak bekas tamparan sangat kentara di sana , lalu mengambil obat luka ,perlahan mengoles nya pada luka yang ada di ujung bibirnya.


Wulan menatap wajah nya di cermin ,ia mengasihani diri nya sendiri.


lalu Wulan yang tidak bisa serta merta menutup mata nya untuk tidur, membuka jendela kamar nya ,duduk di tepian nya.


memandang bulan yang tengah bersinar dengan terang ,tampak indah ,di angkat nya lengan kiri nya untuk mencoba menutupi bulan yang tampak besar itu dengan tangan nya.


tampak gelang hitam yang di berikan tuan muda masih ada di sana ,di pergelangan tangan kiri nya.


hanya satu benda ini yang bisa aku bawa bersama diri ku dari rumah itu ,batin nya.


" bulan ,kamu indah sekali malam ini ,menghiasi kelam nya malam ini ,tapi sayang tidak seindah malam ku ... bulan aku harap aku di beri kekuatan untuk menghadapi semuanya, aku tidak punya apa-apa selain diri ku sendiri dan kedua anak ku ,aku hanya ingin punya kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi "


setelah puas menikmati indah nya bulan dan mencoba menenangkan diri , akhir nya Wulan mulai merasa lelah pada tubuh nya.

__ADS_1


segera ia mengunci kembali daun jendela kamar nya, dan ikut tertidur bersama kedua buah hati nya.


***


setelah mengusir istri dan anaknya dari rumah ,Deni masih tampak kesal ,tidak ada rasa bersalah atau penyesalan sedikit pun.


setelah memastikan ketiga nya tidak ada di luar ,Deni langsung membersihkan tubuh nya ,mengganti pakaiannya, lalu mengambil kunci mobil dan bergegas keluar dari rumah nya.


dengan kesal ia masuk ke mobil dan menghidupkan nya ,lalu menjalan kan mobil nya menuju salah satu hotel berbintang yang ada di kota Jakarta.


langsung ia menekankan bel di salah satu kamar di hotel tersebut.


Sonia langsung membuka pintu setelah mendengar bel berbunyi di depan pintu kamar hotel yang sedang ia tempati.


" mas Deni !!! kok kamu ,ada apa ?" Sonia tampak terkejut melihat kedatangan Deni yang mendadak tanpa pemberitahuan dahulu pada nya.


tanpa menjawab pertanyaan dari Sonia, Deni langsung saja masuk ke dalam.


duduk di pinggiran ranjang tidur dan membuka jaket yang ia kenakan .


Deni langsung merebahkan tubuh nya di ranjang ,dengan kaki terjuntai ,menatap langit-langit kamar .


"aku lelah " jawab Deni singkat.


"kenapa sayang ???" Sonia ikut merebah kan tubuh nya tapi dengan posisi tengkurap menghadap ke Deni .


"wanita tidak tau diri itu ternyata berselingkuh di belakang ku "


Sonia tampak terkejut mendengar nya "masa sih ???, ia terlihat sangat polos gitu kok "


"aku punya bukti nya ,aku benar-benar tertipu, aku kira dia wanita polos yang kampungan, ternyata ia sangat lah profesional"

__ADS_1


"hmmm ,tidak sangka ya ,lalu ?"


"aku cerai kan dia dan ku usir dia dan kedua anak nya dari rumah "


"ooohhh ,tapi apa kamu gak kasihan sama anak-anak kamu mas ,apa gak sedih gitu ? " Sonia tampak sangat senang mendengar nya, apa lagi di bagian ternyata anak nya ikut wanita bodoh tersebut ,tapi ia berpura-pura perduli.


"aku tidak Sudi memiliki anak dari rahim wanita jal*Ng seperti nya" ucap Deni berapi-api.


"tapi mereka tetap lah anak-anak mu mas" Sonia bersikap seolah ia adalah wanita yang baik dan tampak perduli pada anak-anak , padahal ia sangat tidak suka anak-anak ,bahkan ia tidak ingin punya anak ,itu lah salah penyebab ia dan suami nya bertengkar.


"biar lah mereka bersama dengan wanita sia*an itu , mereka darah daging nya bukan ,ia yang sangat ingin melahirkan keduanya,biar dia saja yang bertanggung jawab" Deni masih kesal jika mengingat ketiga nya.


"gak boleh gitu mas " Sonia mulai melancarkan aktingnya.


"gak sayang, dari awal aku kurang sreg dengan wanita itu ,kamu tau kan aku hanya ingin memiliki keturunan hanya dari mu saja "


Sonia memutar bola mata nya malas ,tapi mencoba untuk tersenyum di depan Deni ,ia sudah memiliki pendirian ia tidak akan hamil dengan siapa pun ,karena itu bisa membuat tubuh nya berubah jelek .


"hmmm , ya sudah la sayang ,sudah malam gini , yuk tidur ,kamu akan tidur di sini kan " Sonia langsung memeluk Deni manja dan menghujani Deni dengan kecupan.


"kamu memang selalu tau untuk membuat mood ku menjadi lebih baik ,kamu memang lah wanita yang terbaik untuk ku sayang " puji Deni tulus pada Sonia.


***


pagi harinya ,Wulan bangun , langsung membersihkan tubuh nya ,dan mengganti pakaian nya.


untung saja ia meninggal kan banyak pakaian nya dan anak-anak di kamar tersebut, sehingga ia tidak kesulitan memikirkan tentang pakaian.


di lihat nya kedua anak nya masih tertidur pulas, ia tidak akan membangun kan kedua nya ,biar lah mereka tidur pikir nya ,ia tau anak-anak pasti lah sangat lelah dengan semua drama orang tua nya yang sangat buruk tersebut.


dengan pakaian kerja nya ,Wulan memulai hari nya bekerja di dapur, seperti biasa menyiap kan sarapan untuk semua penghuni rumah .

__ADS_1


terdengar suara langkah kaki di belakang nya , spontan membalikkan tubuh nya .


"siapa kamuuu...."


__ADS_2