
Wulan tidak menyangka suami nya pulang ke rumah lebih awal dari biasa nya dan ini adalah yang pertama kali nya.
biasa nya Deni walaupun sudah pulang dari kantor, pasti akan hangout dahulu bersama teman-teman nya atau jika tidak ia akan ke rumah ibu nya , sering ia pulang ketika anak-anak nya sudah tertidur .
tapi sore hari ini Deni sudah berada di rumah sebelum Wulan kembali dengan kedua anaknya.
"sudah pulang mas ?" tanya Wulan santai walaupun ia sedikit menyadari wajah Deni yang kurang menyenangkan sore ini, Wulan hanya berperan mungkin Deni sedang ada masalah di kantor nya.
"iya "jawab Deni balas cuek seraya memegang remote televisi dan sedang mencari program televisi yang ingin ia tonton ,tapi masalah nya pikiran dan tangan nya saat ini sedang tidak sinkron alhasil ia pun bingung dengan apa yang ingin ia tonton ,akhir nya ia hanya meletakkan remote tersebut dan mengambil ponsel nya.
rasa penasaran yang menghantui Deni mengantar kan jemarinya untuk membuka akun sosmed istri nya ,kembali ia menscroll apa saja yang telah istri nya posting selama ini .
tampak biasa saja ,hanya tentang anak dan makanan ,Deni pun merasa agak sedikit tenang .
***
Wulan melanjutkan apa yang harus ia lakukan ketika tiba di rumah ,seperti memandikan anak-anak nya ,dan mempersiapkan makan malam untuk mereka ,untung lah ia membawa lebihan makanan dari rumah majikan nya untuk ia tinggal hangat kan nanti ,itu sangat lah terbantu hingga ia tidak terlalu lelah nantinya .
setelah ia mandi dan berpakaian, Wulan duduk di sebelah suaminya , membawa sepiring pisang goreng yang ia beli ketika pulang tadi, dan dua gelas susu coklat hangat.
Deni masih saja sibuk bermain ponsel nya ,Wulan mengambil remote televisi dan mengganti program acara komedi di salah satu stasiun televisi.
sesekali Wulan tertawa ketika ada yang lucu , Deni melirik ke arah Wulan ,wajah cantik istri nya sedikit membuat ia terpana ,apa lagi ketika ia tertawa kecil seperti itu ,kedua lesung pipi nya membuat wajah nya sangat mempesona.
tanpa sadar Deni mendekat dan menciumi bibir ranum wulan seolah bibir itu hanyalah milik nya ,tidak akan ia biarkan bibir itu di sentuh oleh orang lain.
Wulan yang awal nya kaget membiarkan saja bahkan membalas nya dengan semangat, sudah lama ia tidak bermesraan seperti ini dengan suami nya .
"ayah ... kenapa bibir bunda nya di gigit kayak gitu ? "gio datang dengan marah ,ia salah menilai apa yang tengah orang tua nya lakukan.
Deni menarik tubuh nya dan tertawa, Wulan pun sama ,mengelap bibir nya basah juga bibir suami nya dengan jemari nya.
"sini peluk sama ayah " gio pun datang ke pelukan ayah nya .
__ADS_1
Deni menciumi wajah putra nya , Wulan tersenyum melihat adegan tersebut.
Bella datang ,dan ikut bergabung bersama mereka ,Deni pun menciumi putri nya , dan sesekali mencuri cium bibir istri nya.
malam itu mereka lewati dengan keharmonisan keluarga yang sangat lah di dambakan oleh Wulan .
***
Wulan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya ,mencoba menenangkan nafas nya yang tidak beraturan,Deni di sebelah nya pun juga melakukan hal yang sama.
menarik sang istri ke dalam dekapan nya menciumi puncak kepala nya dengan gemas ,derapan nafas dan jantung Deni dapat Wulan rasakan .
Deni menarik lengan kiri Wulan dan tanpa sengaja tangan nya menyentuh gelang yang ada di sana ,ia mengangkat lengan istri nya.
" gelang baru?" tanya Deni
"iya " jawab Wulan santai
"beli di mana ? " tanya Deni lagi
"siapa ?"
"kamu gak kenal mas"
Deni mengerut kan dahi nya "emang siapa ? kamu kenal di mana ?"
"aku kerja sama dia " akhirnya Wulan menjawab dengan jujur
"kamu kerja ? kerja apa " Deni duduk melihat ke arah istri nya ,kaget tentu saja , ternyata selama ini istri nya bekerja, pantas saja istri nya tidak pernah mengeluh tentang apa pun lagi .
Deni merasa dia adalah seorang suami yang tidak tau apa pun tentang istri nya , ada yang salah dengan pernikahan ini ,batin nya.
"aku bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah di kawasan elite tidak jauh dari sekolah anak-anak dan rumah kita"
__ADS_1
'deggg' Deni terperangah ,merasa tidak percaya dengan yang ia dengar bahwa istri nya bekerja sebagai asisten rumah tangga,bahasa kasarnya istri nya adalah seorang pembantu di rumah orang lain.
padahal gaji dan penghasilan nya sangat lah cukup untuk menghidupi keluarga nya ,tapi karena harus berbagi dengan ibu nya serta uang penghasilan luar nya ia gunakan untuk berfoya-foya saja tanpa ia tahu bahwa istri nya sangat membutuhkan uang untuk keperluan dirinya dan anak-anak tentu nya.
"sudah berapa lama kamu bekerja?"
"semenjak umur gio satu tahun "
"terus anak-anak?"
"saya bawa ,nyonya di rumah itu sangat baik ,keluarga mereka baik semua ,mereka menerima ku bekerja dengan membawa anak-anak, bahkan mereka sangat menyayangi Bella dan gio serta anak-anak sangat dekat dengan anak nyonya ,mereka selalu bermain bersama, anak-anak sering di kasih mainan baru ,aku pun sangat lah nyaman bekerja di sana ,sungguh beruntung dapat bekerja di sana "
"lalu yang memberikan mu gelang itu nyonya itu kah ?"
"tidak ,anak nya ,sebagai hadiah ulang tahun "
'deggg' apa lagi ini hah...
"ulang tahun ??!! " Deni menyipitkan matanya ,baru ia sadari bahwa istri nya berulang tahun beberapa hari yang lalu.
Deni merasa tidak enak sendiri ,kembali membaringkan tubuh nya di sebelah Wulan menarik istri nya agar tidur di lengan nya.
"ayo tidur ,besok harus bangun pagi karena kita akan bekerja " ajak Deni
Wulan pun memeluk suami nya dan memejamkan mata nya .
"kamu tidak masalah kan dengan pekerjaan ku ?" tanya Wulan .
"hmmm tidak ,asal kamu tetap bisa menjalankan kewajiban mu di rumah ,apa lagi anak-anak juga senang berada di sana " jawab Deni ,seraya ikut memejamkan mata nya.
"terima kasih "ucap Wulan lalu mulai masuk ke dalam alam mimpi dengan senyuman di wajah nya.
Deni sedikit lega ,entah dari mana ia sangat yakin bahwa yang memberikan gelang tersebut adalah anak kecil yang Wulan rawat di sana ,karena tidak mungkin juga bahwa gelang tersebut berharga tinggi seperti yang ia lihat tadi siang, dan perihal mainan yang di beri oleh uncle tersebut pastilah tuan yang ada di rumah itu.
__ADS_1
akhirnya Deni pun ikut terlelap malam itu menyusul Wulan ke dalam alam mimpi ,semoga mimpi yang indah ya Deni...