WULAN

WULAN
ep. 3


__ADS_3

Wulan tengah membersihkan lantai tiga rumah mewah tersebut yang mana terletak perpustakaan mini,salah satu tempat favorit nya ketika ia tengah melepaskan penat, karena ia dapat berbaring sebentar di salah satu sofa di pinggiran jendela yang pemandangan nya adalah sisi kota besar dengan kesibukan nya.


Wulan duduk di sofa besar nan empuk tersebut, merebahkan tubuh nya di sandaran sofa , memejamkan mata nya.


sebuah ketenangan ia temukan di tempat sunyi tersebut, menghirup udara bersih yang berhembus ketika ia membuka sedikit jendela di sisi wajah nya.


ponsel Wulan bergetar di saku baju nya , ia membuka notifikasi pesan berwarna hijau tersebut.


pesan dari tuan muda Wira yang menyampaikan menu yang harus Wulan siap kan sore ini .


tak lama berselang masuk pesan dari suami nya yang mengabarkan bahwa ia akan pulang larut malam karena sedang dinas luar.


"hmmm , baik lah ,jadi tidak akan sulit untuk hari ini " gumam Wulan .


segera ia hendak bersiap menuju supermarket untuk membeli semua persiapan untuk memasak makan malam tuan muda nya.


karena barang belanjaan yang akan ia beli banyak , Wulan meminta izin pada tuan muda nya untuk menggunakan salah satu mobil beserta supir nya.


setelah mendapatkan izin Wulan segera bergegas pergi karena ia meminimalkan waktu belanja nya ,karena ia akan sekaligus menjemput Bella dan gio dari sekolah mereka nanti ketika dalam perjalanan pulang.


sesuai tepat waktu Wulan dan anak-anak nya telah sampai di rumah majikan nya setelah belanja dan menjemput kedua nya.


anak-anak Wulan sudah tidak asing di rumah tersebut, mereka tau bagaimana harus bersikap, agar tidak menggangu pekerjaan ibu mereka.


Wulan langsung menuju dapur dan mulai bekerja.


hari mulai tampak gelap , semua makanan sudah terhidang di meja makan , berikut dengan semua peralatan makan nya.


yang makan hanya tuan muda dan para tamu nya karena nyonya dan tuan sedang berada di Yogyakarta ,mereka berangkat tidak lama setelah tuan muda nya pergi ke kantor pagi tadi.


Wulan kembali ke kamar nya yang berada di belakang ,di sana anak-anak nya sedang asyik menonton tv ,segera ia ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Wulan tersenyum melihat kedua nya , kedua nya sudah mandi dan wangi , anak-anak Wulan sangat mandiri, mereka sangat mengerti dengan keadaan ibu mereka.


Wulan membawa dua piring makan malam untuk anak-anak nya, dan mulai menyuapi gio yang sedang konsentrasi melihat tayangan kartun di televisi sembari berceloteh tentang cerita kartun tersebut , sesekali ikut bernyanyi mengikuti nyanyian yang di tampilkan.


Bella yang sudah besar bisa menyuapi diri nya sendiri, mereka kadang juga sudah biasa menemani ibu mereka bekerja hingga malam seperti ini .


ponsel Wulan bergetar , ia melihat notifikasi pesan berwarna hijau masuk dari tuan muda Wira yang mengabarkan bahwa ia dan tamu nya baru saja sampai .


Wulan segera keluar kamar untuk menemui tuan muda nya.


"bunda kemana ?" gio penasaran ketika melihat Wulan membuka pintu dan hendak keluar.


"tuan muda Wira baru saja sampai ,bunda akan mempersiapkan ruang makan sebentar ya "


"ikutt" rengek gio


Wulan tersenyum mengulurkan lengan nya menyambut jemari kecil gio.


Bella tidak ingin tinggal sendirian di dalam kamar mengikuti bunda dan adik nya.


"selamat datang tuan-tuan" sapa Wulan ramah pada tuan muda dan tamu-tamu nya.

__ADS_1


Wira datang bersama dengan dua sahabat nya , Brian dan William.


"uncle " Bella dan gio yang berada di sisi Wulan langsung berlari memeluk Wira ketika melihat Wira.


Wira menyambut mereka berdua bahkan menggendong gio kedalam dekapan nya.


Brian dan William yang melihat nya tersenyum simpul seakan tidak percaya dengan pemandangan di depan mereka.


"ah ,ini mbak Wulan , dia yang membantu mami di rumah ,dan ini kedua anak nya Bella dan gio " ucap Wira seraya mengenal kan kedua sahabat nya pada Wulan .


Wulan menunduk hormat, dan merasa tidak nyaman dengan perilaku anaknya ,segera memberi kode pada kedua nya agar menjauh dari Wira .


Wira seakan paham "tak apa mbak "


"tapi tuan muda itu tidak lah pantas apalagi di depan tamu anda ,maaf kan saya " sekali lagi Wulan menunduk malu .


" tak apa Wira memang sudah cocok menjadi seorang ayah " sela Brian .


tampak William mengambil Poto Wira ketika menggendong gio dalam dekapan nya.


"gio sayang , ayo kita ke belakang yok ,bangun bunda buatin minum " ajak Wulan seraya ingin mengambil gio dari dekapan Wira.


"gio mau nya di gendong uncle bunda " rengek gio malah semakin manja di pelukan Wira.


" ayo ,kita duduk di ruang tamu " ajak Wira pada kedua sahabat nya seraya tetap menggendong gio dan menggiring jemari Bella di satu tangan nya.


kedua sahabat nya tampak tersenyum simpul melihat Wira yang sudah seperti seorang ayah bagi kedua anak itu.


"saya siap kan minuman dulu ya tuan " sela Wulan ketika mereka telah tiba di ruangan tamu ,Wira pun mengangguk mengiyakan.


ketiga sahabat itu terlibat percakapan dengan kedua anak kecil di tengah mereka ,tampak kedua nya duduk dengan tenang .


"mereka adalah anak-anak yang baik ya ,gak ngerepotin" ujar William.


"didikan orang tua nya yang bagus " sela Brian ketika Wulan datang ke ruangan tamu dan segera menyajikan minuman dan cemilan untuk tuan muda dan tamu nya.


"maka nya gue tuh senang main dengan mereka ,mereka ini juga asyik jika di ajak bicara " jawab Wira "selama ini gue kan cuma sendiri di rumah ini ,untung aja ada mereka , kehadiran mereka tuh buat rumah ini ramai ,jadi gak sepi lagi ,apa lagi jika bokap nyokap pergi keluar kota " lanjut nya.


"maka nya bro menikah cepetan,biar ada temen main terus rumah Lo gak sepi lagi " kelakar William.


"iya jangan jomblo Mulu kelamaan nanti jamuran ,move on dong move on "sambung Brian .


lalu kedua nya tertawa, Wira hanya cengingiran mendengar sindiran para sahabat nya dan melirik ke Wulan tapi Wulan hanya tersenyum dan kembali mengajak halus kedua anak nya agar ikut bersama nya ke belakang ,namun kedua nya masih tidak bergeming.


dengan helaan nafas pasrah Wulan kembali ke dapur menunggu tuan muda dan tamu nya untuk makan .


Wira dan sahabat nya pun sudah menyantap hidangan yang telah tersaji .


"gimana rasa nya ? " tanya Wira ketika mereka tengah menyantap makanan penutup


"maknyus " jawab William yang di setujui oleh Brian dengan mengangguk kan kepala nya.


"maka nya ,gue tuh betah makan di rumah " jawab Wira .

__ADS_1


"betah apa betah " lagi-lagi William tersenyum simpul


Wira tidak mengacuhkan candaan temannya.


setelah makan malam selesai, Wulan bergegas membereskan ruang makan dan mencuci semua peralatan makan tadi.


menyusun nya kembali ke dalam lemari setelah mengelapnya hingga kering.


wira dan teman-teman nya sedang berada di lantai tiga di dalam studio musik milik Wira .


selesai dengan beberesnya, Wulan segera melihat kedua anak nya yang masih bermain di kamar belakang .


tampak gio sudah menguap dan menggeliat manja ketika melihat ibu nya telah kembali ke kamar mereka.


"ayo kita pulang " ajak Wulan dan kedua anak nya pun bersiap .


Wulan dan anak-anak nya telah bersiap di atas motor mereka, tiba-tiba Wira memanggil.


"mbak Wulan !!! "


"ada apa tuan ?" tanya Wulan .


" sudah mau pulang ya ?"


"iya tuan ,ada apa ? apa kah ada yang masih tuan butuh kan ?"


"tidak tidak ,bukan ,hmmm maksud saya ,apa mau di antar ? kasihan gio kelihatan nya sudah sangat mengantuk?"


"ah, tidak perlu tuan ,saya bisa kok sendiri, lagian rumah saya tidak terlalu jauh "


" ah ya udah ,eh ini mbak ,hmmm" tampak Wira sedikit ragu.


"ada apa tuan ?" Wulan pun melihat Wira dengan heran.


lalu Wira mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya , seperti kotak perhiasan, lalu menyodorkan nya kepada Wulan.


Wulan tambah menatap Wira heran .


"ini hadiah ulang tahun dari saya untuk mbak Wulan, maaf saya telat ngasih nya karena ketika mbak hari ulang tahun nya mbak saya pulang larut malam ,dan esok nya mbak masuk sebentar, ketika saya bangun tidur mbak udah pulang "


"hah ,gak perlu tuan muda jangan ,ini saya tidak bisa menerima nya " elak Wulan yang merasa benar-benar segan.


"tolong mbak Wulan ini di terima, saya tidak bermaksud apa-apa, ini hanyalah sebuah hadiah "


perlahan Wulan menerima kotak kecil itu ,membuka nya ,tampak gelang yang terbuat tali berwarna hitam dengan batu hitam terikat di tengah nya .


"gak mahal ,tapi ini unik ,saya suka melihatnya dan saya pikir cocok buat di pakai sama mbak Wulan " Wira mengambil gelang tersebut dan langsung memasang nya ke lengan Wulan .


Wulan tersenyum saja dan membiarkan Wira melakukan nya.


"terima kasih tuan muda" ucap Wulan tulus


Wira tersenyum "selamat ulang tahun ya " ucap nya tulus setelah selesai mengikat gelang tersebut.

__ADS_1


"sekali terima kasih tuan "


Wira hanya tersenyum lalu Wulan pamit pulang ,tak lupa kedua anaknya pun ikut berpamitan pada Wira .


__ADS_2