
" itu bukan ayah kan bunda ?! " tanya Bella memecah keheningan ketika mobil mulai berjalan kembali.
Wulan yang tengah mengatur nafas dan kegusaran di hati nya tampak tidak mendengar apa yang di tanyakan putri nya.
Wira merasa tidak nyaman mencoba menenangkan kan kedua nya " Bella mau beli apa sebelum kita sampai ke rumah ?" tanya Wira ragu.
" Bella gak mau apa-apa lagi uncle ,Bella mau pulang aja "
Wira pun ikut terdiam, tampak nya batin ibu dan anak nya saat ini sedang merasa tidak nyaman.
keheningan pun mendera di dalam mobil ,di tambah dengan dingin nya AC mobil membuat ketiga nya tidak nyaman .
***
di dalam cafe Deni masih mencoba menenangkan Sonia .
"ada apa sih ? kenapa kamu bisa jadi kayak gini ? " tanya Deni seraya mennyelip kan untaian rambut Sonia yang menghalangi wajah ke daun telinga nya.
lalu Sonia membuka kacamata hitam yang sedari tadi ia kenakan.
Deni terkejut melihat wajah cantik Sonia dengan lebam ungu di mata sebelah kirinya.
"sayang..." Deni tidak tahan, langsung di peluk nya Sonia seolah tidak terima dengan apa yang terjadi pada wanita yang selalu berada di dalam relung hati nya tersebut.
Sonia bertambah menangis ketika berada dalam pelukan pria yang pernah berada dalam hari-hari nya di masa lalu tersebut.
hanyalah pria ini sahaja yang selalu mencintai dan menyayangi dirinya dengan tulus, tapi dengan bodoh nya ia meninggal kan nya.
"maaf kan aku mas" ucap Sonia di sela Isak nya.
"ya , sayang, aku akan selalu memaafkan dirimu ,kamu tau aku merindukan dirimu seperti aku merindukan surga ..."
"aku benar-benar menyesal mas ,maaf kan aku ..."
"apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini ? " Deni menangkup wajah mungil Sonia dengan kedua tangannya.
dengan susah Sonia berusaha menutupi wajah nya .
__ADS_1
"aku malu mas untuk menceritakan nya padamu " Isak nya seraya menarik wajahnya.
Deni memeluk Sonia kembali, dan mengecup puncak kepala nya ,meresapi wangi rambut wanita yang sangat ia rindukan di setiap nafas nya .
"tidak apa sayang kamu bisa bercerita semua nya dengan mas , mungkin akan mengurangi rasa sakit nya " bujuk Deni .
akhirnya Sonia bisa sedikit tenang , mengusap air mata yang telah membasahi wajah cantiknya.
"aku ingin berpisah saja dengan suami ku mas , ternyata dia tidak sebaik yang aku kira ,di belakang ku ia berselingkuh dengan salah satu rekan kerja dokter nya ,di saat aku memergoki mereka ,malahan aku yang di marah ,dan di hina nya ,ketika aku melawan dia tidak terima ,dia memukul ku ,tubuh dan hati ku sangat lah sakit mas ,aku sudah tidak sanggup lagi " tangisan kembali pecah .
Deni menggeram kan kepalan tinju nya ,lelaki seperti apa yang ringan tangan pada seorang wanita bahkan wanita tersebut adalah istri nya sendiri.
"sungguh dia tidak bersyukur telah memiliki mu " geram Deni ,rahang nya mengeras.
"aku tidak tau harus mengadu pada siapa ,orang tua ku tidak percaya jika aku mengatakan nya ,mereka terlalu percaya apa yang di katakan oleh dia "
"ya sudah la , nanti kita pikirkan bagaimana penyelesaian nya ,hmm lalu sekarang kamu harus tenang dahulu ya "
"iya mas ,kamu mau membantuku kan mas ?"
"aku lari dari rumah mas ,dan aku gak tau harus kemana !!!"
"kamu tinggal di hotel saja dulu "
"tapi aku gak punya uang mas " rengek Sonia melemas .
"kamu tenang saja ,mas akan mencari kan hotel untuk kamu ya ,nanti semua nya urusan mas ,kamu serahkan saja pada mas , percayalah pada mas "
"terimakasih ya mas ,kamu memang sedari dulu dapat aku andalkan " Sonia membawa tubuh nya ke dalam pelukan Deni dengan erat seolah ia sangat lah senang dengan kata-kata Deni.
lalu mereka pergi dari cafe menuju hotel tempat Sonia akan tinggal sementara.
"mas pulas dulu ya , sementara kamu tinggal di sini dulu ,mas akan berpikir bagaimana cara nya kedepannya, sekarang istirahat dulu ya "
"sekali lagi terima kasih mas " Sonia memeluk Deni di depan pintu ketika Deni hendak keluar.
rasa rindu dan cinta yang masih penuh membuat Deni membalas pelukan tersebut.
__ADS_1
lalu Sonia mendekat kan wajah nya pada wajah Deni , menarik tengkuk lelaki itu dan langsung menenggelamkan bibir nya pada bibir lelaki di depan nya.
Deni pun tanpa pikir panjang langsung membalas ciuman hangat yang memang lah sangat ia dambakan dari wanita yang masih sangat ia cintai ini.
***
Deni akhirnya memutuskan ke rumah ibu nya dahulu sebelum pulang ke rumah nya.
ia ingin membicarakan masalah uang untuk istri nya Wulan pada ibu nya ,padahal sebenarnya ia memiliki niat yang tidak baik peruntukan uang tersebut.
masalah Sonia , setelah mereka melepaskan rindu dengan melakukan hal yang tidak pantas , mereka memutuskan akan kembali bersama ,dan berpisah dari pasangan masing-masing dahulu , untuk sekarang mereka akan melakukan nya diam-diam dahulu.
"untung saja kamu ke sini nak ,ada sesuatu yang ingin ibu perlihatkan pada mu !!!" ucap Rahma bersemangat ketika membuka pintu rumah nya melihat Deni sudah berada di depan nya.
"ya bu ,saya juga ada yang mau di sampaikan pada ibu" Deni dan Rahma berjalan menuju ruang keluarga rumah nya .
"apa yang mau kamu sampaikan nak "
"begini Bun, masalah pembagian uang untuk Wulan ,Deni harap ibu tidak memotong nya lagi , kebutuhan keluarga kami sekarang sudah besar Bu ,di tambah ada nya gio dan biaya sekolah Bella "
"apa ?????" wajah Rahma memerah menahan amarah nya .
"kamu pikir ibu mau berbaik hati pada wanita tidak tau diri itu , wanita tidak tau terima kasih, wanita yang tidak menjaga kesetiaan nya itu hahhhh"
Deni mendelik heran "maksud ibu apa ?"
"maka nya kamu itu jangan buta sama kepolosan wanita desa itu ,kamu itu sudah di perbodohin sama wanita tidak tau diri itu " Rahma berapi-api ketika mengatakan nya.
"ibu ngomong nya yang jelas dong ,saya tidak paham maksud ibu ?" Deni masih kesal karena ibu nya tidak kunjung menjelas kan hanya mencaci maki saja dari tadi.
"ni kamu lihat saja sendiri" Rahma mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah video yang ia ambil diam-diam siang tadi .
wajah Deni memerah ,mata nya membulat ,hati nya sesak ,apa yang di lihat nya benar-benar membuat ia sakit hati ,wanita yang selama ini ia bangga kan pada ibu nya sebagai wanita yang baik dan polos ternyata tidak sepolos penampilan nya .
rahang Deni mengeras ,ia kembalikan ponsel ibu nya dan berdiri dari duduknya,lekas berjalan keluar menuju mobil nya .
Deni lupa dengan apa yang sudah ia lakukan dan ia membenci dan tidak terima dengan apa yang barusan ia lihat ,tanpa ia pikir apa kah itu kebenaran atau kah kepalsuan,hmmmm...
__ADS_1