WULAN

WULAN
ep. 4


__ADS_3

setiba nya di rumah, Wulan langsung membawa anak-anak ke kamar mereka , menciumi kedua nya sebelum keluar kamar.


lalu menuju dapur untuk menyeduh teh hangat untuk dirinya ,lalu duduk di ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan juga ruang untuk menonton televisi.


Wulan menghidupkan televisi dan memutar siaran favorit nya.


kembali ia menatap gelang yang telah menghiasi lengan kiri nya, tersenyum dan sembari menyesap teh hangat di dalam cangkir.


ini adalah pertama kalinya ia di berikan hadiah ulang tahun ,dan ucapan ulang tahun yang ia terima ,tidak mewah tapi sangat menyentuh relung hatinya.


miris nya bukan lah dari suami nya yang tidak pernah ingat dan mengucapkan kata-kata selamat ulang tahun untuk nya selama mereka bersama .


padahal setiap hari ulang tahun suaminya, ia selalu mempersiapkan makan malam dan ucapan yang tulus .


lagi-lagi Wulan hanya menghela nafas nya ,sudah nasib nya ,hanya itu lah kata-kata untuk menguatkan hati nya .


di ambil nya ponsel nya dan mulai lah ia berselancar di sosmed milik nya ,di Poto nya gelang unik itu dan di posting nya dengan gambar hati sebagai caption nya.


lalu kembali dia berselancar di sosmed untuk melihat status-status milik teman-teman nya , dilihatnya poto-poto kebahagiaan mereka, dan kesibukan mereka ketika bekerja .


kembali Wulan menyesap teh nya ,dia cukup bersyukur saja karena ia tidak tau apa yang harus di posting nya tentang apa itu kebahagiaan, hmm......


lalu kembali menyibukkan dirinya melihat-lihat kehidupan di sosmed.


waktu malam telah membuat tubuh Wulan mulai merasa mengantuk, ia pun mulai mempersiapkan tubuh nya untuk tidur.


tanpa waktu lama ,mata lelah nya langsung terpejam setelah ia menyelimuti tubuh nya dengan selimut.


ketika malah sudah terlalu larut , Wulan merasakan sebuah tangan menyentuh perut nya dan membawa tubuh nya dalam sebuah dekapan .


"ahh..." Wulan tau itu adalah suaminya yang baru saja kembali dari dinas nya.


terasa nafas berat di tengkuk nya ,tapi Wulan kembali terlelap karena memang tubuh nya benar-benar sudah sangat butuh istirahat.


kehangatan dekapan yang membuat tidur nya bertambah lelap malam ini ,Wulan pun tersenyum membawa keindahan malam ini ke dalam mimpinya.


***


paginya aktivitas Wulan kembali seperti biasanya ,sesuai pesan dari sang suami agar tidak membangun kan nya pagi ini karena ia masih lelah setelah dinas kemaren dan baru pulang dini hari.


Wulan telah tiba di rumah majikannya dan langsung melakukan pekerjaan nya .


sore harinya Wulan kembali ke rumah bersama kedua anaknya.


setelah memberikan kedua anaknya makan malam Wulan membantu Bella anak sulung nya dalam mengerjakan pekerjaan rumah nya.

__ADS_1


tak lama pintu terbuka tampak suami nya sudah pulang dari bekerja dengan ,Wulan menyambut nya dengan senyuman, kedua anak nya pun ikut menyambut kedatangan ayah mereka .


Wulan mempersiapkan makan malam untuk suami nya ketika suami nya tengah membersihkan tubuh nya di kamar mandi .


lalu ikut menemani sang suami makan malam.


setelah nya keluarga tersebut berkumpul di ruangan keluarga mereka ,gio yang tengah asyik bermain dengan mainan kereta api yang baru saja di berikan oleh Wira ,juga Bella yang asyik melukis dengan pewarna baru yang juga di berikan oleh Wira ketika mereka hendak pulang sore tadi .


Wulan memotong buah-buahan,menyeduh teh dan membawa nya ke meja yang ada di depan ia dan suaminya yang tengah duduk bersama.


"tadi ibu menghubungi aku " ucap suami nya seraya menyuap kan satu irisan buah mangga ke dalam mulutnya.


Wulan menatap suami nya " lalu ?"


"kemaren malam ibu ke sini ,kata nya rumah kosong "


"ada perlu apa ibu ke sini mas ?"


"mau lihat cucu nya "


"oohh "


"oohhh ??!! "


"lalu ? "


"apa sih mas kok main balik-balik tanya kita ?"


"kamu nya nanggepin nya gak serius"


"bukan nya gak serius mas , tapi heran aja masa ibu mau lihat anak-anak, terasa asing aja di pendengaran "


"iya sekalian mau kasih jatah gaji buat kamu "


"nah kalo itu baru yakin ,terus ?!"


"kamu nya gak ada ,ibu kesal terus pulang dan nelponin aku ,katanya rumah kosong ,kamu dan anak-anak gak ada "


"hmm" Wulan menanggapi nya santai.


"terus aku ke rumah ibu dulu tadi mampir ,ibu kesal gak mau kembali ke sini lagi buat antar uang nya ,kata nya kalo lihat kamu nanti bisa tambah emosi "


"hmmm" lagi-lagi Wulan bersikap seolah tidak perduli.


lalu Deni berdiri dan berjalan masuk ke kamar lalu tidak lama keluar membawa amplop berwarna coklat di tangan kanan nya.

__ADS_1


duduk kembali di kursi dan menyerahkan amplop tersebut pada Wulan ,dan Wulan menerima nya lalu menaruh amplop tersebut ke atas meja.


"gak di hitung dulu ?!" tanya Deni


"gak lah , ibu pasti lebih berkali-kali menghitung nya terlebih dahulu " jawab Wulan santai.


lalu mereka kembali menonton televisi ,sambil memakan irisan buah dan menyesap teh hangat.


"bunda ,mau susu " gio tiba-tiba merengek


"tunggu bunda buat dulu ya sayang " Wulan mengusap sayang kepala gio dan memberi cium sayang di pipi gembul gio, lalu berdiri menuju dapur.


"bunda ,kakak juga mau susu" sahut Bella ,Wulan pun mengiyakan permintaan putri nya tersebut.


lalu kedua nya kembali ke permainan mereka sembari menunggu bunda nya membuat kan susu untuk mereka .


Deni mulai memperhatikan apa yang tengah di lakukan kedua anak nya , tiba-tiba dahi nya mengernyit melihat mainan yang sedang di main kan putra nya.


lalu ia perhatikan semua mainan yang berada di sisi bocah itu ,ia merasa ada sebuah kejanggalan di sana.


"gio " panggil Deni ,gio pun menatap ayah nya .


"itu mainan baru ya ?! " Deni menunjuk pada mainan kereta yang masih tampak baru.


" iya " jawab polos gio.


"kapan di beli ?" tanya Deni lagi


"gak beli "


"terus dapat darimana ?" semakin penasaran Deni di buatnya.


"di kasih uncle " gio menjawab santai sambil bermain dengan kereta baru nya.


' degg '


" uncle ?" Deni mendekati putra nya .


"iya uncle " jawab gio polos lagi


Deni mengerut kan dahi nya ,lalu tiba-tiba Wulan tiba di ruang keluarga mereka dengan dua gelas susu di kedua tangan nya.


"adek ,kakak ,ini susu nya sayang " Wulan menyerahkan gelas-gelas tersebut, yang di sambut senang oleh keduanya.


Deni kembali duduk di kursinya ,memandang ke arah istri dan kedua anak nya , pertanyaan demi pertanyaan mulai berseliweran di otak nya .

__ADS_1


Wulan memandang ke arah suami nya lalu tersenyum, Deni membalas senyum itu tapi hati nya mulai berdetak tidak menentu .


__ADS_2