WULAN

WULAN
ep. 15


__ADS_3

"ini kamu Wulan ?" Sarah bertanya dengan ketidakyakinan .


Sarah berkali-kali mengucek mata nya ,ia mengira mata nya salah melihat karena baru saja bangun dari tidur nya .


ia terbangun karena mendengar suara tangisan yang berasal dari arah dapur, segera ia menuju ke dapur dan melihat anak laki-laki satu-satunya sedang berduaan dengan wanita yang tidak ia kenal di pagi buta begini.


Wulan mengangguk kan kepala nya sembari menahan air mata yang membasahi wajah nya "maaf kan saya nyonya, saya juga gak tau kenapa bisa begini ,saya bersumpah nyonya, jika saya gak pesugihan " suara Wulan lebih terdengar seperti orang yang ketakutan dalam keraguan nya .


Sarah masih melongoknya, ia sangat mengenal suara wanita di depan nya ini ,tapi apa yang sebenarnya terjadi.


" tuh kan tuan muda ,saya bilang apa !!! semua ini sudah di luar nalar " Wulan melihat ke arah Wira dengan mata indah nya .


Sarah dan Wira melihat tatapan teduh nan indah itu ,kedua nya pun sesaat terpana akan keindahan mata bulat teduh dengan bulu mata lentik menghiasi setiap gerakan kelopak nya ,lalu jangan lupakan alis yang tampak rapi dan sangat indah membingkai keindahan kedua nya.


"Wira apa yang sebenarnya terjadi? apa kah ini mami udah beneran bangun atau masih tidur dan bermimpi bertemu bidadari?" Sarah bergumam sendiri .


Wira hampir ngences di duduk nya ,mata nya tidak berkedip memandang makhluk yang sangat indah di depan nya sehingga ia tidak menggubris apa yang di tanyakan ibu nya.


"nyonya ,tuan muda ,tolong jangan lihat saya seperti itu ,saya jadi nya bertambah bingung " Wulan jadi merasa takut sendiri dengan kenyataan yang didapatinya ,apa kah semua ini ada efek nya seperti kedua tuan nya ini .


"mami " suara tuan Danise memecahkan keheningan yang sedang terjadi di ruang dapur saat ini.


ketiga nya spontan mengalihkan pandangan pada Denise yang berdiri di depan pintu dapur.


lalu lagi-lagi Denise pun ikut terbawa pengaruh dari cahaya kecantikan yang dimiliki wulan kini .


"papi !!!" Sarah menyadarkan Denise yang juga hampir ngences .


"siapa dia mami ? Wira ? " tanya Denise pada kedua nya.

__ADS_1


kembali Wulan tertunduk semakin bingung setelah kedatangan tuan besar Denise .


"dia Wulan !!!" jawab Sarah seraya menggaruk alis sebelah kanan nya yang tidak gatal sama sekali .


"apa kamu yakin ? mereka tampak seperti orang yang berbeda " ujar Denise masih dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"sudah sudah cukup , cukup kebingungan ini ,mari kita duduk bersama dan memecah kan semua masalah ini " Wira berdiri dan menegaskan suasana aneh di ruang dapur saat ini.


lalu keempat nya duduk dalam kesunyian dalam pemikiran masing-masing seraya menyesap kopi yang sebelumnya di buat Wulan untuk ketiga majikan nya.


mencoba untuk terjaga ,mana tau semua ini hanya lah bunga mimpi yang tidak bisa ada logika untuk penjelasan nya.


"ada yang bisa menjelaskan bagaimana semua ini bisa terjadi ,sangat mengejutkan, sangat tidak bisa dipercaya dan sangat membingungkan" tuan Denise mulai mengungkapkan pemikirannya.


"semua nya terjadi dengan tiba-tiba tuan ,bahkan saya sendiri tidak menyadari nya sebelum tuan muda Wira menemukan saya di dapur pagi ini " jelas Wulan mulai terdengar dan terlihat lelah dengan keadaan nya saat ini.


Wulan menggeleng kan kepala nya pelan , lagi-lagi helaan rambut hitam lebat agak bergelombang itu menebarkan aroma wangi yang tidak bisa di jelas kan dengan pencium ketiga orang lain nya yang tengah berada bersama nya saat ini.


"saya kira ,tidak ada penjelasan atas semua ini selain keajaiban, ini benar-benar lah sebuah keajaiban dan mukjizat untuk mu mbak Wulan " Wira menyimpulkan kan dengan berbinar-binar, tapi Wulan malah menatap nya jengah .


"apa maksudmu Wira ?" nyonya Sarah kembali mencoba menyadarkan putra nya tersebut.


"lihat lah dia mami , benar-benar sempurna, dalam waktu satu malam ,apa kah ada penjelasan logis untuk ini semua ,saya pikir mbak Wulan cukup menerima semuanya saja" jelas Wira kembali dengan wajah yang sumringah.


"gak bisa gitu tuan muda "


"memang nya kenapa ? " tanya Wira .


"apa kata orang tua saya di kampung nanti , keluarga, tetangga dan teman-teman saya ,serta apa kata anak-anak saya nanti ,saya merasa asing dengan diri saya sendiri, ini bukan lah saya !!!" jelas Wulan kembali .

__ADS_1


"tentu saja mereka akan menerima mbak Wulan dengan senang ,bahkan mungkin akan memuji mbak Wulan " jelas Wira


"benar Wulan , gak mungkin mereka akan ngapa-ngapain kamu juga " sela nyonya Sarah.


"tapi kampung saya tuh masih kolot nyonya , nanti saya malah di kira nya pake dukun atau apa lah yang gak bagus gitu "


"kamu bisa bilang kamu itu habis operasi plastik gitu " jawab nyonya Sarah.


"masa operasi plastik nya dalam waktu satu malam nyonya, mana ada nanti yang percaya sama saya "


"maksud kamu apa Wulan ? kamu mau pulang kampung gitu ??"kedua bola mata nyonya Sarah membulat tidak percaya.


"ngapain mbak Wulan mau pulang kampung? terus anak-anak nya mbak Wulan sekolah nya gimana ? terus suami nya mbak Wulan gimana ?" cecar Wira .


Wulan menunduk kan kepala nya , dia merasa tidak nyaman dengan sebutan suami yang baru saja Wira lontar kan .


"ini sebenarnya yang mau saya bicarakan sama nyonya, saya memutuskan untuk pulang ke kampung saja nyonya, tuan dan tuan muda , biar saya bisa melanjutkan kehidupan baru bersama kedua anak saya "


"maksud nya apa ini ??? apa yang terjadi sebenarnya ?" Wira tampak kebingungan dan mencoba mencari jawaban.


"iya Wira , jadi gini , semalam itu Wulan kami temukan di salah satu halte bis dengan kedua anak nya yang tengah kedinginan, mana wajah nya Wulan tampak kacau banget, mami pikir Wulan baru saja mendapatkan perlakuan tidak baik dari suami nya"


Wira mengerutkan dahinya menatap Wulan yang kembali menunduk ketika mendengar kan penjelasan nyonya Sarah .


"apa yang sebenarnya terjadi mbak Wulan??? bukan nya kemaren sore kita melihat suami nya mbak Wulan tengah memeluk wanita lain di dalam cafe ?! " tanya Wira


"hah !!! menarik " tuan Denise menaruh gelas kopi nya ke meja menatap sedih pada Wulan seolah bisa menebak kemana arah pembicaraan mereka saat ini.


"kamu bisa menceritakan nya pada kami Wulan , dan kita akan mencari solusi terbaik sama-sama buat kamu dan kedua anak kamu" nyonya Sarah menyentuh punggung tangan Wulan yang sedang saling remas untuk menghilangkan semua rasa gundah dalam hati nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2