
nyonya Sarah melihat tidak ada nya keanehan pada kedua anak Wulan dalam menerima perubahan penampilan ibu mereka.
mereka tengah ikut sarapan bersama tuan dan nyonya , sedangkan Wira sudah masuk ke kamar nya setelah memakan sarapan nya tadi.
" Wulan " panggil nyonya Sarah pada Wulan yang masih berkutat dengan merapikan perlengkapan makan yang baru saja di gunakan oleh tuan Denise .
"ya nyonya " jawab Wulan menghentikan sementara kegiatan nya.
"kamu jadi pulang kampung?"
"iya nyonya "
"baik lah saya juga tidak bisa mencegah apa pun keputusan kamu , saya hanya bisa berdoa semoga kehidupan kamu lebih baik kedepannya "
"iya nyonya,terima kasih banyak nyonya, maaf kan saya yang selalu merepotkan Anda nyonya "
"sudah lah tidak perlu minta maaf saya sangat ikhlas terhadap kamu mau pun kedua anak mu , jujur saya sangat sedih akan berpisah dengan kalian ,tapi saya tidak bisa apa-apa lagi "
"tidak nyonya bantuan anda malah lebih dan sangat lebih dari cukup "
"hmmm ya sudah , sebagai hadiah terakhir dari saya , bagaimana kalau hari ini saya akan membeli kan semua perlengkapan kalian untuk pulang kampung, kita beli pakaian serta oleh-oleh untuk keluarga kamu di kampung ya ?! "
"jangan nyonya tidak perlu ,biar kami nanti pulang dengan apa yang ada saja nyonya "
"tolong jangan menolak nya Wulan , ini yang terakhir dari saya ,tolong kamu hargai "
" baik nyonya " Wulan tidak bisa menolak lagi , nyonya nya benar-benar sudah menghentikan penolakan nya.
setelah bersiap mereka pun akhir nya pergi ke salah satu mall besar yang berada di ibu kota tersebut.
anak-anak Wulan sangat lah gembira, karena mereka sangat lah jarang di ajak seperti ini ,ada pun mendapat kan kesempatan hanya dari tuan dan nyonya serta tuan muda Wira .
karena ayah mereka sendiri seolah tidak memiliki waktu untuk sekedar mengajak mereka bermain di wahana permainan anak-anak.
pertama sekali nyonya Sarah langsung membawa ketiga nya menuju wahana permainan anak-anak.
tampak lah kegembiraan kedua anak Wulan saat melepas kan dahaga mereka akan semua permainan yang ada .
__ADS_1
Wulan dan nyonya Sarah pun ikut tersenyum melihat kegembiraan yang terpancar dari kedua nya.
"apa kamu tidak sadar Wulan ?!" tanya nyonya Sarah ketika mereka tengah duduk berdua di kursi tempat menunggu di wahana permainan anak-anak tersebut sembari tidak melepaskan pandangan mereka pada kedua anak tersebut.
"ada apa nyonya?" tanya Wulan heran .
"sedari tadi semua orang memperhatikan kamu !"
"tidak nyonya saya tidak tau " jawab Wulan seraya melirik pada orang-orang yang lalu lalang di depan mereka.
benar saja , pandangan mereka tidak lepas pada Wulan .
nyonya Sarah tersenyum bangga " kamu lihat bukan betapa berbedanya kamu sekarang"
Wulan hanya menunduk kan wajah nya , jujur ia mulai merasa tidak nyaman dengan pandangan tersebut.
setelah puas bermain , selanjutnya nyonya Sarah membawa mereka makan siang di salah satu restoran mahal yang terletak di dalam mall tersebut.
kedua anak Wulan pun dengan lahap memakan makanan mereka , nyonya Sarah sangat senang melihat nya.
Wulan membersihkan wajah gio yang terkena saos ketika ia dengan lahap makan , tiba-tiba Wulan melihat sesuatu di pintu masuk restoran tersebut.
Deni dan kekasih nya duduk bersisian dan membelakangi mereka ,tampak mereka tengah sedang melihat menu ,tampak sekali kedua nya tengah mengumbar kemesraan tanpa menyadari sekeliling nya.
Wulan merasa kan sakit yang luar biasa , ia dan anak mereka tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan yang seperti itu , tapi sekarang ia melihat sendiri bagaimana suaminya tampak sangat bahagia bersama wanita yang selalu ia cintai itu.
tidak terasa air mata jatuh dari pelupuk mata nya ,walau pun keras ia mengatakan tidak masalah tetap saja hati nya merasakan kepedihan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
tapi dengan cepat Wulan menghapus air mata nya sebelum di sadari oleh kedua anak nya .
nyonya Sarah sepertinya menyadari ada sesuatu yang salah , ia pun ikut melihat ke arah pandangan Wulan kini.
nyonya Sarah menyentuh dan meremas lembut telapak tangan Wulan ,Wulan pun mengalihkan pandangannya pada nyonya Sarah ,tidak terasa air mata nya pun tumpah , walaupun isakan ia coba menahan nya.
lalu nyonya Sarah memberikan sapu tangan nya pada Wulan ,Wulan menerima dan segera menghapus jejak air mata nya.
"pergilah , cuci wajah mu ,biar anak-anak saya yang menjaga mereka "
__ADS_1
Wulan pun segera beranjak menuju toilet yang ada di restoran tersebut.
segera Wulan membasuh wajah nya dengan air yang ia ambil dari keran wastafel.
ketika tengah mengeringkan air yang ada di wajah nya dengan sapu tangan yang di berikan nyonya Sarah , tiba-tiba seorang wanita masuk ke dalam toilet tersebut.
kekasih suami nya ,Sonia kini tengah berada di samping nya , melirik Wulan melalui cermin di depan mereka
Sonia terpesona dengan kecantikan Wulan tapi karena ketidaksukaan nya pada orang yang lebih cantik dari diri nya ia pun mencoba untuk tidak perduli.
dengan tetap cuek ia menambahkan polesan lipstik nya sehingga bibir nya bertambah merah dan mengkilap .
Wulan yang juga hanya melirik dari cermin hanya bisa menahan gejolak debaran dada yang tidak karuan karena kamarahan atau entah apa hanya saja ia merasa sangat tidak suka dan bahkan kebencian pada wanita tersebut.
ingin rasa nya ia menjambak dan membuat perhitungan pada wanita tersebut, kembali ia teringat bahwa semua nya hanya lah sia-sia, tidak akan ada yang berubah ,lagi pula ia sudah berjanji pada suaminya untuk menjauh.
lalu Sonia pun mengibaskan rambut panjang berwarna coklat tersebut dengan sombongnya.
kembali Wulan melihat sosok nya yang sekarang di depan cermin ,lalu tiba-tiba Wulan ingat akan permintaan nya semalam , ia meminta diberikan kekuatan, apakah ini semua adalah hasil dari permintaan nya tersebut.
sebuah permintaan agar ia lebih kuat dalam menghadapi dan menjalani kehidupan ini.
cukup lah semua caci maki yang ia terima selama ini .
cukup lah penghinaan yang ia terima selama ini.
cukup lah ia bersabar dengan semua nya .
apa kah ia hanya menerima saja semua nya dengan pergi ??? bahkan menyerah tanpa perlawanan ???
tidak
ia tidak berniat balas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti nya .
tapi ia hanya ingin membuat diri nya lebih berarti lagi .
lebih memiliki makna dalam kehidupan nya .
__ADS_1
ia harus bahagia ,,,
tanpa harus mengorbankan kebahagiaan orang lain ,,,