You and The Tree of Love

You and The Tree of Love
Part-1


__ADS_3

Tuhan memberikanku dua tangan, dua kaki, dua telinga, dua mata, namun hanya dengan satu hidung dan satu mulut. Kau tau apa artinya? Dua tangan untuk memelukmu ketika kau gundah, dua kaki untuk berlari menghampirimu saat kau akan terjatuh,dua telinga untuk mendengarkan degup jantung dan suara indahmu, dua mata untuk melihatmu wahai bidadari surgaku, sang ciptaan Tuhan yang paling indah.


Dan aku diberikan hanya satu hidung dan satu mulut, itu artinya aku tak perlu terlalu banyak mencium aroma penderitaanmu, karena aku akan mengisinya dengan aroma kebahagiaan sejati kau dan aku, dan aku tidak perlu banyak bicara, karena yang ku perlukan hanya membuktikan kesungguhan hati tanpa harus mengeluarkan begitu banyak kata.


Kau bagaikan penyempurna dalam hidupku. Tidak perlu terlalu banyak gula, garam, apalagi penyedap rasa. Karena sesungguhnya cukup ada kau, aku merasakan hidupku lebih terasa. Kau bagaikan hemoglobin dalam setiap aliran darahku. Ya, kaulah penerang dalam butaku. Rela menghabiskan dirimu demi membahagiakanku, kau seperti lilin harapan.

__ADS_1


Wajah tenang yang sepertinya penuh goresan luka dalam, dapat kau tutupi dengan cat senyum bahagiamu. Aku overdose, aku terlalu kecanduan dengan apapun yang ada di dalam dirimu. Innerbeauty yang terpancar dari wajah polosmu, membuatku semakin menginginkanmu. Kau dan aku bisa menjadi kita, tapi apakah selamanya? Jika skenario Tuhan adalah yang terbaik, bolehkah aku meminta-Nya untuk membuat jalan cerita kita lebih mudah dan bahagia?


Kau selalu mempercayai adanya takdir Tuhan. Your destiny and my Destiny, apakah takdir kita akan terselesaikan dengan ending yang bahagia atau sebaliknya? Kau tahu, aku begitu takut saat mendengar suaramu yang berubah menjadi serak, wajahmu yang berubah menjadi begitu pucat, seperti tak ada aliran darah yang mengisi wajah mungilmu itu.


Kau dan kunang-kunang memiliki kesamaan, cahaya yang terang saat kegelapan datang. Kecil namun berarti, tak perlu punya lampu neon untuk bisa bercahaya. Itulah kau. Dan aku sama sekali tak ingin kunang-kunangku terbang begitu jauh meninggalkanku. Kau begitu bermakna bagiku, walaupun semua orang tak bisa melihat itu.

__ADS_1


Seiring gugurnya daun cinta yang jatuh begitu banyak, seakan pohon penuh makna itu ikut menangis. Hujan, guntur seakan memberi pesan padaku. Setelah hujan pasti datang pelangi, tapi apakah pelangi penuh warna itu akan datang di kehidupanku?


Daun cinta yang mengingatkanku akan surai hitam panjang yang begitu berkilau diterpa cahaya matahari terik. Keindahan hakiki yang begitu memikat hati. Tertulis sebuah angka, angka penuh makna dalam setiap langkah. Mengering, layu, dan gugur. Siklus yang membuatku sangat ketakutan.


Apakah kau akan menyimpan semua kenangan kita di dalam sana? Di dalam hati dan sanubarimu My SweetHeartku?

__ADS_1


__ADS_2