
Zeano memandang malas novel yang tengah ia baca
"Huh, baru sinopsisnya doang gue udah bosen njir" gumam Zeano malas.
Gimana gak malas coba? Orang sinopsis nya saja kayak gini,
Sinopsis:
Reza Andara, si ketos paling dingin seantero sekolah yang selalu saja acuh terhadap lingkungan sekitarnya.
Sampai suatu saat ada siswi pindahan baru yang pindah ke sekolah yang sama dengannya.
Siswi tersebut bernama Nada Wirena, seorang siswi yang masuk karena mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi.
Reza yang mulanya sangat acuh terhadap sekitarnya pun mulai tertarik pada siswi pindahan tersebut.
Dan Reza pun akhirnya dengan susah payah mendekati siswi tersebut; Nada, karena ia selalu saja menghindari dirinya.
Dan menurut Zeano itu sangat sangat alay, you know kan? Zaman sudah semakin berkembang?
Bukankah lebih mudah jika kau ancam saja gadis itu? Kalau tidak kau bisa saja menyewa nya dengan uang mu?
"Cih, gak jadi baca ah! Males!" ucap Zeano sambil membuang novel yang baru ia pesan lewat online seminggu yang lalu.
"Sia sia aja bah gue beli!" dumelnya kesal.
"Eh?" cengo Zeano saat merasakan dirinya seakan mengambang, perlahan ia membuka matanya pelan.
"EH? ANJIR!" teriak Zeano kaget, bayangkan saja kini dia sedang mengambang alias terbang!!
"WOII BERISIK!" sebuah suara terdengar di indra pendengaran Zeano.
"EH, SAPE LU WAHAI MAKHLUK CEBOL??" tanya Zeano bingung pada seorang pemuda pendek, di baca cebol.
"GUE GAK CEBOL YE NJING!" balas sosok mungiel tersebut ngegas.
__ADS_1
"IYAIN!!" balas Zeano mengiyakan saja perkataan ntu orang.
"Btw kenape gue bisa berada di sini njir?" tanya Zeano kemudian pada makhluk cebol itu.
"Lu mau tau kenapa lu bisa berada disini?" tanya makhluk cebol itu balik.
"Kenape?" tanya Zeano bingung.
"Karena tadi sebelum lu gue panggil kesini lu nge-komentarin pedas sebuah novel kan?" tanya makhluk cebol itu sambil menatap tajam wajah Zeano serius.
"Iya mungkin?" jawab Zeano ragu akan pertanyaan yang di lontarkan oleh makhluk itu.
"Ck, jujur itu novel buatan gue! Sakit hati anjir novel gue maen lu kata kata in seenak jidat lu!" ujar makhluk tersebut sambil memegangi dada kirinya dramatis.
"Alah gitu doang aelah, baperan" ucap Zeano malas.
"Ya tetep aja hati gue potek!"
"Dan sebagai gantinya, gue mau elu selesai-in suatu misi ini supaya elu bisa balik ke dunia lu!" ucap makhluk itu serius.
"ALAM BAWAH SADAR!!" balas makhluk menekan kan seluruh huruf pada ucapannya.
"GILA!!" sahut Zeano tak terima,
Berarti kalo dia berada di sini kemungkinan ia tengah tertidur, kalau tidak koma!!
la tak mau jika harus meninggalkan ucull si anak kucing kecil yang ia pungut sekitar 3 hari yang lalu.
"LU HARUS NGEJALANIN MISI INI, GA BOLEH NOLAK! SALAH LU SENDIRI NGEKOMEN PEDAS KE CERITA NOVEL BUATAN GUE!" ucap makhluk tersebut tak ingin di bantah.
"Ck, iya iya! Misinya?" tanya Zeano malas.
"Lu harus masuk ke cerita novel buatan gue, sebagai karma karena elu udah ngekomen kek gituan buat novel gue" ucap makhluk tersebut.
"Hah? Lu gak bercanda kan? Gile!" ujar Zeano membalas ucapan dari si cebol.
__ADS_1
"Gue gak gila, cuma gak waras aja. Dan intinya sekarang ya gitu, jalankan sesuai alur yang ada di cerita novel gue" makhluk cebol.
"Dan kalo misalnya elu ngebuat satu kesalahan di salah satu alur, tentu jalan ceritanya akan berubah dengan drastis" ucap makhluk cebol lagi.
"Oke deh oke! Btw sapa nama lu *** cebol?" tanya Zeano tak sopan.
"GAK SOPAN LU ANJIR!" balas si makhluk cebol tak terima di katai cebol.
"Jawab aie napa? Nama lu sape?" tanva Zeano ulang.
"Jawab aje napa? Nama lu sape?" tanya Zeano ulang.
"Gue Cici, dan lu gak usah ngenalin nama lu ke gue. Karena gue udah tau" balas Cici judes.
"Ohh" balas Zeano ber'ohh' ria.
"Ohh iya, lu sebaiknya baca dulu novelnya sebelum lu gue masukin ke dalam novel gue. Kalo nggak lu bawa aja ini novel" ujar Cici pada Zeano.
"Hooh, iye. Lagian kenapa harus gue sih? Perasaan cuma ngatain dikit doang bah!!" ujar Zeano kesal.
"Huh, Karma is real babe" balas Cici sambil menatap datar Zeano.
"Babe, babe pala mu!" ucapnya pada Cici.
"Serah lu" balas Cici sambil merotasikan bola matanya malas.
"Dasar manusia" batin Cici dalam hatinya.
.
.
.
T. B. C
__ADS_1