
"KAK REZA, KAPAN KAPAN MAIN KE RUMAH NYA ZEAN YA!" teriak Zeano pada Reza, sambil melambai lambaikan tangannya.
"Iya, kapan kapan" ucap Reza, juga sambil membalas lambai-an tangan tersebut.
"Mah, Zean laper" ucap Zeano mengadu kepada Asila bahwa pasalnya perutnya keroncongan minta di isi saat ini juga.
"Yaudah, Zean mau mam apa? Karena perjalanan buat kerumah masih agak jauh, Zean mau mampir ke MCD aja gak?" tanya Asila menawarkan kepada putranya.
"Mau mampir ke MCD aja deh Mah, soal nya perut Zean dari tadi udah kruyuk kruyuk!" ucap Zeano sambil memegangi perut gembul itu.
"Kamu juga sih Zean, udah Papa suruh makan pagi dulu. Eh kamu nya gak mau makan pagi" ucap Rendra ikut nimbrung bersama pasangan Emak-Anak ini.
"Ya sorry lah Pah," ucap Zeano sambil menatap Rendra.
Ikut nimbrung bersama pasangan Emak-Anak ini.
"Ya sorry lah Pah," ucap Zeano sambil menatap Rendra.
"Yang marah sama Zean siapa sih? Ngapain minta maaf ke Papa?" tanya Rendra bingung.
"Ohh iya juga, ngapain pake minta maaf ya?" tanya Zeano bergumam, dan dapat di dengar oleh Bapak Rendra dan juga Buk Asila.
"Anak durhaka!" ucap Rendra kesal.
"Lah, kok jadi Zean yang dikatain durhaka? Papa gimana sih? Katanya Zean tadi gak salah apa apa?!!" ujar Zeano ngegas.
"Udah lah kalian berdua ini, cepat gih ke MCD nya. Keburu siang ini, ntar jalanan macet lagi" ucap Asila melerai pertengkaraan mereka berdua.
__ADS_1
"Baiklah istri ku yang tercinta" balas Rendra alay.
Iye alay, udah tua.
Mana lagi bentar lagi hampir mau bau tanah, Masih aja nge-alay.
Dikiranya dia kasih muda kali ye?
"Bacod ih lu calon calon manusia bau tanah!" ucap Zeano dalam hatinya, kalo ngomong langsung gak berani bah dia ntu.
"Zean mau pesan apa?" tanya Asila sambil menatap wajah putra tunggal nya.
"Bentar Mah, Zean lihat lihat dulu daftar menu nya" ucap Zeano sambil mengambil daftar menu yang tersedia, dan hanya diangguki oleh Asila.
Sementara Rendra ia sudah memesan ice cream saja tanpa ngajak ngajak Zeano.
"Zean mau burger, sama kentang nya aja Mah, terus minumnya soda aja" ucap Zeano sambil membalik balik kan halaman buku daftar menu tersebut.
"Permisi mbak saya mau pesen, saya mau pesan Beef Burger Deluxe Medium nya satu, French Fries nya satu, dan juga minumannya satu yang Coca Cola" ucap Asila memesan kepada mbak mbak yang bertugas mencatat pesanan.
"Baiklah, kakak bisa tunggu dulu sampai pesanannya jadi" ucap mbak mbak tersebut sopan.
"Ohh iya umur kakak nya berapa?" tanya mbak mbak tersebut lagi.
"Umur saya 37 tahun, jadi panggil ibu aja" balas Asila sambil menggaruk pipi nya canggung.
"Ehh seriusan kak?" kaget mbak mbak tersebut.
__ADS_1
"Iya, beneran mbak. Saya juga udah punya anak, itu anak saya" ucap Asila sambil menunjuk ke arah Zeano.
"Astaga, maaf ya. Saya kirain umur kakak masih 21-an" ujar mbak mbak tersebut sambil menunduk malu.
"Ohh, udah biasa kok mbak saya di kira masih umur segitu" balas Asila pelan.
"Yaudah deh bu, pesanannya bisa di tunggu dulu ya" ucap mbak mbak tersebut lagi.
"Kenapa Mah?" tanya Zeano bingung soal kejadian Asila dengan mbak mbak MCD tadi, saat Mamanya sudah duduk di sebelahnya.
"Kenapa apanya?" tanya Asila balik bertanya.
"Yang tentang tadi Mama ngomong sama mbak mbak yang itu" ucap Zeano sambil menunjuk mbak mbak itu.
"Ohh gapapa kok, tadi dia cuma ngira kalau Mama itu umur 21-an. Sampai kaget sih dia" ujar Asila sambil tersenyum menampilkan gigi putihnya.
"Astaga" ucap Zeano sambil menahan tawa nya agar tidak ngakak.
Tak lupa Zeano refleks menepuk dahi nya pelan.
Doakan saja bahwa kuping mbak mbak yang mereka berdua bicarakan sekarang ini tidak gatal.
.
.
.
__ADS_1
.
T. B. C