Zeano Transmigrasi

Zeano Transmigrasi
12


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


"Permisi kak, ini Zean" ucap Zeano setelah mengetuk sebanyak tiga kali pada pintu ruangan osis yang tertutup.


"Masuk aja Ze" balas Reza dari dalam ruangan osis tersebut.


Dan Zeano pun membuka gagang pintu tersebut dan kemudian masuk ke dalamnya.


"Kenapa kak Reza manggil Zean kak?" tanya Zeano, sambil menatap ke arah Reza yang tengah sibuk dengan setumpuk kertas diatas mejanya.


"Nanti pas pulang sama gue, gue tunggu di depan kelas lu" jawab Reza yang terkesan singkat itu.


"Ohh oke" balas Zeano, kemudian saat ia ingin keluar dari ruangan tersebut.


Suara seseorang membuat ia langsung memberhentikan langkah nya.


"Eh? Zeano kelas 11 IPS 2 kan?" tanya suara tersebut; Gio.


"I-iya kak" jawab Zeano sambil melihat Gio gugup.


"Astaga, jangan gugup gitu kali. Kenalin gue Gio kelas 12 IPA 1" ucap Gio memperkenalkan dirinya sambil merangkul bahu Zeano sok akrab.


"Sok akrab ih" batin Zeano malas, pasalnya ia tak suka dengan orang yang sok dekat; akrab dengan dirinya.


"E-em kak" panggil Zeano sambil melepaskan


rangkulan tangan Gio pada bahu nya pelan.


"Kenapa dek?" tanya Gio sambil menatap Zeano bingung.


"Bentar lagi mau bell, Zean boleh ke kelas kan?" tanya Zeano pelan.


"Ohh silahkan" balas Gio sambil tersenyum manis.


"O-okey"


Di kelas..


"Duh mampus, tadi waktu gue mampir di kantin kok kak Ryan ngga ada ya? Huh, palingan muak kali ye gegara guenya kelamaan?" batin Zeano bingung.


"Zean!" panggil seorang siswa pada dirinya; Wulan.


"Eh? Kenapa Lan?" tanya Zeano bingung.

__ADS_1


"Itu si Gio, masuk UKS gegara berantem sama Arya tadi pas elu kaga ada di kelas" ujar Wulan panik.


"Loh? Gio kelas kita atau Gio kakel kita?" tanya Zeano makin bingung.


"Kelas kita egeee!" teriak Wulan gemas.


"Ohh yaudah, kuy susul rame rame" ucap Zeano sambil menarik tangan Wulan untuk segera ke UKS.


Skip saja saat di UKS..


"YOO!" teriak Zeano saat memasuki ruang UKS.


"Apaan sih elu?! Ganggu orang lagi tidur aja!" bentak Gio pada dirinya.


"Idih, gamteng gamteng emosian" sindir Zeano kemudian ia berjalan ke arah kasur tempat Arya berbaring.


"Ar, lu gapapa kan?" ucap Zeano perhatian pada Arya.


"G-gue gapapa kok" ucap Arya gugup, pasalnya Zeano kini sedang berdiri sambil menundukkan wajahnya di atas wajah Arya yang tengah berbaring.


"Ohh oke, btw kenapa bisa berantem lu sama si kulkas itu?" tanya Zeano sambil menduduk kan dirinya di lantai UKS, lesehan namanya.


"Tadi dia ngata-ngatain elu, gue gak suka terus gue tonjok deh" ujar Arya tanpa dosa.


"Emm, emang Gio ngatain gue kayak begimane?" tanya Zeano pada Arya.


"Ngatain lu cuma anak manja yang hobinya hura hura" balas Arya sambil menduduk kan dirinya di lantai juga,


tak ingin Zeano sendirian yang duduk di lantai.


"Eh, lu ngapain duduk disini ege! Dingin goblok, tambah sakit ntar lu!" ucap Zeano saat Arya duduk di sebelah dirinya.


"Udah jelas dingin, ngapain lu duduk disini?" tanya Arya yang membuat Zeano kelabakan.


"G-gue duduk disini gegara gue kepanasan! I-iya gegara kepanasan!" ucap Zeano beralasan.


"Bohong, ntar hidung lu panjang loh" ucap Arya sambil mencubit hidung Zeano.


"IHHH ARYAAAA!" teriak Zeano kesal.


"Dih, cuma gitu doang marah lu" ucap Arya sambil tersenyum mengejek.


"Nyenyenye" gumam Zeano sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Ck, berisik" batin Gio yang sedari tadi menyimak


pembicaraan Zeano dan Arya.


Sedangkan Wulan sedari tadi ia hanya bisa menatap gemas mereka berdua,


"Astagaa, demi apapun! Ini terlalu kiyowok!" teriaknya dalam hati.


Saat jam pulang sekolah, benar saja. Reza sudah berada di depan kelas Zeano untuk mengajak nya pulang bersama.


"Zean, ayo pulang" ucap Reza sambil menarik tangan Zeano pelan, kemudian menggandeng tangannya sampai ke parkiran.


Di parkiran..


"Gak mau naik?" tanya Reza yang heran melihat sedari tadi Zeano hanya menatap motor nya bingung.


"Tapi kak, motornya ketinggian. Gimana bisa naik?!" ucap Zeano ngegas.


"Bener juga, di gendong sampai ke atas motor mau gak?" tawar Reza pada Zeano.


"E-eh?" dan sebelum di balas iya oleh Zeano, Reza sudah dulu mengangkat badannya untuk naik ke atas motornya.


"M-makasih kak" ucap Zeano gugup.


"Sama sama" balas Reza sambil mengacak ngacak rambut Zeano pelan.


"Makasih kak udah mau nganterin Zean sampai rumah" ucap Zeano sambil menunduk kan wajahnya, seperti di anime anime yang ia tonton kemarin.


"Sama sama, gih masuk. Kamu bau, ganti baju sana" ujar Reza sedikit bercanda.


"Ishh, jahat bett ngatain Zean bau!" ucapnya sambil memasang raut wajah ngambek.


"Bercanda bercanda, Zean wangi kok" ucap Reza sambil tersenyum tipis.


"Huh, iyain" dan setelah berucap itu, ia kemudian langsung masuk ke dalam rumah; mansion nya.


"Dasar bayi besar" gumam Reza pelan.


.


.


.

__ADS_1


T. B. C


__ADS_2