Zeano Transmigrasi

Zeano Transmigrasi
7


__ADS_3

"Eh, Vika!" panggil Zeano saat melihat Vika saat sedang membereskan alat tulisnya.


Mau pulang si Vika nih, malah di panggil dulu sama si Zeano.


"Kenape dek?" tanya Vika sambil melihat ke arah


Zeano bingung.


"Emm, gue boleh minta nomor wa nya si Arya nggak?" pinta Zeano pada Vika.


"Boleh sih, bentar ya" ucap Vika membalas ucapan si 'DEDEK GEMES' nya.


"Nomornya, 08***** nomor wa nya Arya. ucap Vika mengucapkan


"Makasih Vika!" balas Zeano dengan senyuman manisnya.


"Astaga dek, gemes eneng tuh!" batin Vika sambil menatap Zeano sambil ikut tersenyum juga.


"GBL GBL GBL, GEMESH BANGET LOCHH!" teriak Vika gemas.


Untungnya hanya tinggal mereka berdua saja yang tersisa di kelas.


Yang lain jangan di tanya, udah pada pulang mereka tuh.


"Huh? Siapa yang gemes?" tanya Zeano bingung sambil memiringkan kepalanya.


"Enggak ada, ehehe" balas Vika yang diakhiri dengan kekehan kecil.


"Hati ini rasanya ingin untuk menjadikanmu uke ku!" suara hati mungiel Vika pun berteriak.


"Hmm, chat Arya sekarang aja kaga ya?" tanya Zeano pada dirinya sendiri, ia kini sedang duduk santai di halte bus.

__ADS_1


"Chat sekarang aja deh" ucapnya kemudian pada diri sendiri.


Zeano pun membuka hp nya, kemudian ia pun menekan nekan beberapa ikon yang muncul di hp nya tersebut.


"Ishh nyebelin!" dumel Zeano kesal, sambil mengerucutkan bibirnya.


"Huh, mending gue jalan aja deh. Lebih sehat!" lanjut Zeano setelahnya.


BOHONG ITU BOHONG!! SI ZEANO MESEN TAKSI, KAGA USAH DI PERCAYA!!


lye si Zeano mesen taksi, katanya tadi.


"Ntar kalo gue item gimane? Kan panas ini!"


Aelah, sok sok-an jalan kaki ujung ujungnya juga malah mesen taksi. Dasar!


"GUE PULANG PENGHUNI MANSION!" teriak Zeano saat sudah masuk selangkah di dalam manison keluarganya.


"Sepi bett rek, pada kemane sih ini?" ucap Zeano bertanya pada dirinya sendiri saat tak mendapat satu pun jawaban atau balasan.


"Emm, positif thinking aje sih mereka pada kaga ada di mansion" ujar Zeano berusaha untuk meng-positif thinking.


"Yodah lah, mending gue ganti baju. Terus setelahnya nonton anime"


"ASTAGA, NEZUKO-CHAN!! KENAPA KAMU SANGAT KAWAII??!" heboh Zeano sambil menutup mulutnya sendiri histeris.


"IHH, SUMPAH. IMOED BET ASTAGA" dan begitu lah seterusnya, sampai HINATA SHOYO udah tumbuh tinggi sampai 183 cm.


"MAMA PULANG!!" teriak Asila dari lantai bawah, tapi sampe kedengeran ke kamarnya si Zeano, keknya make toa nih pasti.


"MAMA! DARITADI KEMANA AJA? ZEAN TADI NYARIIN MAMA LOH!!" ujar Zeano sambil menggembungkan pipi nya.

__ADS_1


"Ehehe sorry ya sayang, tadi Mama ada urusan sebentar. Jadi Mama pergi dulu deh, tapi Mama udah pulang kan sekarang? Sini peluk Mama dulu" ucap Asila, kemudian ia merentangkan kedua tangannya.


Dan Zeano pun langsung memeluk Mamanya erat,


"Jangan pergi lagi ih, sepi tau kalo mansion nya tanpa Mama. Tadi aja sampai Mama datang kerjaan Zean cuma nontonin anime di kamar!" ucap Zeano mengadu.


"Iya iya, maaf ya sayang" ucap Asila lembut, kemudian ja pun melepaskan pelukan mereka.


"Yaudah, makan dulu aja yuk. Mama yang buatin, Zean mau mam apa?" tanya Asila pada putra tunggalnya itu.


"Emm, Zean mau mam Sup Ayam!" seru Zeano


semangat.


"Oke, bakal Mama buatin. Yuk temenin Mama buat masak!" balas Asila sambil menampilkan senyuman manisnya.


"Ayoo hehe!" ucap Zeano ikut tersenyum manis juga.


Dan para pengawal atau penjaga mansion yang melihat adegan manis tersebut pun hanya bisa melihat gemas karena interaksi yang di lakukan oleh Ibu dan Anak nya itu.


"Haduhh, Tuan Muda kok bisa imut ya?" batin bertanya beberapa diantara mereka sambil tersenyum kecil.


.


.


.


T. B. C


.

__ADS_1


__ADS_2