
"ASTAGA!! TUBUH SAPE NIH?!"
"CAKEP BENER ANJIR!!"
Siapa kah orang yang barusan habis teriak teriak tak jelas tersebut?
Yup!! Kalian benar!! Zeano jawabannya!! Emang siapa lagi??
Btw, kenapa Zeano bisa teriak-teriak heboh seperti itu?? Tentu lah ada alasannya,
Bayangkan bangun bangun dari ngebo, dan kalian malah langsung berada di dalam kamar yang bernuansa sangat mevvah.
Nah itu lah yang dialami oleh Zeano sekarang ini.
Ditambah lagi saat mau ngaca alias berkaca ia ngelihat bayangan dirinya di tubuh seseorang yang cakep nya melebihi kapasitas!!
Gile ye gak sih?
Hoki bet bah!!
Udah dapet tubuh orang yang ternyata horkay, wajahnya juga cakep lagi!!
Gak cuma cakep, tubuh yang ia tempati tersebut ternyata juga memiliki wajah yang manis manis kiyowo kek oppa oppa Korea.
"Gile, ni orang cakep bett!" puji Zeano sambil menaik naikkan alisnya pede, ingat dia lagi ngaca di kaca yang ada dikamarnya sekarang ini.
"Eh btw, kok ada kertas ya disana?" tanya Zeano bingung pada dirinya sendiri.
"Yaudah sih, gue baca aja mana tau penting" lanjutnya, kemudian ia langsung mengambil kertas tersebut dan lalu membacanya.
Isi surat:
HALOO WAHAI ZEANO YANG KEK ANAK SETAN! GIMANA KABARNYA? CAKEP KAN TUBUH YANG ELU TEMPATI SEKARANG?
BTW NAMA NYA JUGA ZEANO, SAMA KEK ELU.
LENGKAPNYA ADALAH ZEANO ARSYAKALA,
__ADS_1
DIA ANAK DARI KELUARGA KAYA RAYA, TAPI SAYANG KEDUA ORANG TUA NYA SANGAT SIBUK, SAMPAI SAMPAI ZEANO MERASA KALO DIRINYA ITU TAK DI SAYANG OLEH KEDUA ORANG TUA NYA.
JADI ZEANO SANGAT MEMBENCI KEDUA ORANG TUANYA.
GUE CUMA MAU, ELU NGEBUAT KARAKTER ZEANO BUAT DEKAT LAGI KE KEDUA ORANG TUA NYA.
SEMOGA BERHASIL! INGAT JANGAN ASAL BERTINDAK ! KALO SALAH SEDIKIT SAJA, DIRIMU SENDIRI LAH YANG AKAN MENANGGUNG KESALAHAN DARI DIRIMU SENDIRI!
-CICI
"Ohh surat dari makhluk cebol" gumam Zeano pelan.
"Yaudah deh, gampang kok. Misinya cuma ngebuat Zeano kedua si pemilik tubuh ini buat dekat lagi ke kedua ortu nya. Gampang ini mah!!" ucap Zeano bermonolog pada dirinya sendiri.
"Kayaknya gak bakal mudah deh" batin Zeano kicep.
Bayangkan saja, kedua orang tuanya kini malah menatap Zeano aneh.
"ZEAN GAK SAKIT KAN?" tanya Mamanya; Asila sedikit berteriak panik.
"Zean gak sakit kok Mah!! Zean memang mau makan bareng Mama Papa!!" balas Zeano sambil menepis pelan tangan Mamanya yang menempel di kening nya.
"Nggak kok Mah!! Lagian kenapa juga kalo Zean mau makan bareng sama Mama Papa?" tanya Zeano yang baru saja memulai cerita drama ini.
"Pah, anak mu.." ucap Asila sambil mengucapkan kata kata tersebut kepada Papa nya Zeano; Rendra.
"Papa juga bingung Mah, kenapa Zean bisa berubah. Bukannya dulu Zean benci sama kita ya?" balas Rendra sambil mengelus elus lembut tangan istri nya.
"Apakah Zean ngerencanain sesuatu? Kabur dari mansion contohnya?" tanya Asila pada Rendra.
Zeano yang sebelumnya memang sering sekali kabur dari mansion, tapi selalu tertangkap oleh anak buah Papanya.
Yang membuat ia malah seperti sekarang, terkurung di rumahnya sendiri.
"Pah, Mah, mau makan bareng gak? Kalo nggak mau yaudah Zean mau balik ke kamar aja" tanya Zeano pada kedua orang ntu.
Durhaka ye lu tong!
__ADS_1
"Eh, iya iya. Duluan ya sayang, nanti Mama sama Papa bakal nyusul" balas Asila sambil tersenyum kikuk.
"Oke" balas Zeano singkat, kemudian segera pergi ke meja makan yang berada dekat dengan dapur.
Dan sesampainya ia segera duduk tenang sambil menunggu kedua orang itu.
Bukan duduk tenang, tapi lebih tepatnya ia tengah memikirkan sesuatu yang serius.
Sampai seorang penjaga yang melihatnya pun segera bertanya pelan pada Tuan Muda nya.
"Tuan, apakah Tuan baik baik saja?" tanya pengawal tersebut khawatir.
"Gue baik kok" balas Zeano pelan, dan tak sadar bahwa kata yang dia ucapkan tadi adalah kata anak anak gaul zaman sekarang.
"Tuan Muda, bukankah Tuan biasanya memakai kata 'Saya' dan 'Kamu.. Kenapa sekarang jadi berubah Tuan?" tanya pengawal itu lagi.
"Eh, iyakah?" tanya Zeano ikut bingung.
"Iya Tuan Muda" balas pengawal tersebut.
Dan tanpa sadar ada dua orang yang tengah mengawasi Zeano dan si pengawal itu tengah berbicara.
Tak lain dan tak bukan kedua orang tersebut adalah Asila dan juga Rendra.
"Pah, kok Mama rasa Zeano udah berubah ya?" tanya sang istri pada suaminya.
"Papa juga ngerasa kayak gitu Mah" balas si sang suami.
"Mungkin benar kalo Zean sudah berubah" ucap Asila sambil bergumam pelan.
"Mungkin saja.." balas Rendra sambil menatap wajah istrinya yang terlihat khawatir.
.
.
.
__ADS_1
T. B. C