
"Ck, dasar Ryan sialan!!" dumel Arya kesal terhadap tingkah tengil si kakak kelas.
"Udah udah, gue gapapa kok" ucap Zeano menenangkan si teman sebangku nya.
"Gapapa gimana Yan? Tangan lu lecet ini!" teriak Arya yang membuat Zeano seketika membulatkan bola matanya karena terkejut.
"Eh? Teriakan gue terlalu keras kah sampai ngebuat elu kaget? Maaf!" ucap Arya meminta maaf diakhir ucapannya.
"E-ee, gapapa kok" balas Zeano sambil tersenyum kikuk.
"Maaf Yan! Gue bener bener minta maaf!" ucap Arya meminta maaf lagi sambil menatap wajah Zeano penuh harap.
"Iya iya, kan lu juga ga ada salah sama gue" balas Zeano sambil tersenyum manis.
"Astaga, manis bettini makhluk!" batin Arya saat melihat senyuman manis dari Zeano itu.
"Emm, lu gapapa? Kenapa ngelamun?" tanya Zeano, dan langsung membuyarkan batinan dari Arya.
"E-eh? Gapapa kok!" balas Arya gugup.
"Btw tangan lu yang gue obatin tadi udah gak sakit lagi kan?" tanya Arya setelah membalas pertanyaan dari Zeano.
"Eumm, udah gak sakit kok. Makasih ya!!" balas Zeano pelan.
"Sama sama" balas Arya sambil mengacak acak rambut Zeano pelan.
"Ishh, jangan di rusakin dong rambut gue!" ucap Zeano kesal.
Sedangkan dari tadi mereka sedang di perhatikan oleh 2 orang manusia Jahanam yang salah satunya membuat tangan Zeano terluka, dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Ryan dan Gavin.
"Ciee, cemburu" ejek Gavin saat melihat wajah Ryan memerah kesal.
"Gue gak cemburu" balasnya; Ryan singkat.
"Ahaha, bohong lu! Lu kira kita udah temenan berapa lama sampai elu gatau apa apa tentang lu?" ucap Gavin panjang lebar sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.
"Ck," Ryan berdecak kesal mendengar itu semua.
"Hadehh, kita udah temenan sejak kelas 1 SMP Ryan. Yakali teman lu ini gak tau kalo elu sekarang lagi cemburu" ucap Gavin enteng.
"Iya iya, gue lagi cemburu!" balas Ryan sambil menatap wajah Gavin yang terlihat kalem itu dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Huh, bener kan gue?" ucap Gavin sombong.
"Iye iye, lu bener" balas Ryan kesal.
"Ohh iya gue mau tanya satu hal ke elu" Gavin berucap sambil menatap serius wajah temannya itu.
"Apaan?" tanya Ryan gugup saat melihat tatapan serius yang dikeluarkan Gavin untuk dirinya.
"Alasan lu ngebuat Zeano kek gini apaan?" tanya Gavin, yang membuat Ryan hanya dapat menelan ludahnya sendiri untuk menetralkan rasa gugup nya.
"G-gue," ucap Ryan terpotong, dan Gavin langsung saja memotong ucapannya.
"Karena lu takut ke populeran lu diambil kan? Tapi setelah ngelakuin ini semua lu ngerasa bersalah dan lalu meminta gue buat nemenin elu buat minta maaf ke Zeano, tapi karena lu ngelihat mereka lagi mesra mesraan lu malah jadi terbakar api cemburu?" ucap Gavin panjang lebar, dan Ryan hanya mengangguk mengiyakan.
"Terus yang gue heranin, kenapa lu bisa cemburu saat melihat Arya dan Zeano mesra mesraan di dalam UKS sana? Padahal kan elu yang tadinya ngebuat Zeano kayak gini?" tanya Gavin sambil menatap Ryan bingung.
"Mudah saja, karena gue suka sama Zeano. Tatapannya saat ngelihat gue, gue pengen Zeano berlutut di kaki gue. Dan jadinya gue dorong aja dia sampai jatuh terduduk di lantai kantin" jawab Ryan santai, namun setelah nya ia malah tersenyum miring.
"Wow bro, ingat membuat orang yang tak menyukai mu sama sekali itu sangatlah susah" ujar Gavin sambil menatap wajah Ryan malas.
"Gue tau" balas Ryan singkat.
"Ya" balas Ryan datar.
#sementara di ruang osis
"Lu gak mau nyerah aja buat dapetin si Nada? Siswi cupu itu?" tanya seseorang; Gio, kepada sahabat nya yang menjabat menjadi ketos di sekolah mereka.
"Diam" balas yang ditanya datar, Reza.
"Huh, santai saja. Gue gak mau sahabat tercinta gue malah jadian sama siswi yang cupu" balas Gio menatap Reza pura pura prihatin.
"DIAM GIOSANDRA MAHES!" bentak Reza kesal.
"Cih, dasar. Gue udah bilang, lu gausah aja ngejar itu siswi cupu!" ucap Gio sambil memutarkan bola matanya malas.
Dan di balas tatapan tajam dari wajah tampan Reza.
"Ck, mending lu pacaran aja sono sama Zeano, anak pemilik sekolah ini. Pantatnya semok, pipi nya cubby, dan juga wajahnya manis. Yakin lu mau nolak si Zeano?" tanya Gio sambil membayangkan hal hal yang tak bisa di tulis lewat kata kata.
"Zeano?" tanya Reza bingung.
__ADS_1
"Iya Zeano, lebih tepatnya Zeano Arsyakala. Panggilannya Zeano atau Zean" balas Gio santai.
"Hmm, gue pikir Reza juga bakal tertarik deh sama Zeano. Siapa orang bodoh yang ingin menolak manusia cem Zean?" batin Gio berpikir.
"Ohh, lu ada fotonya?" tanya Reza bertanya pelan.
"Yup, kayaknya Reza tertarik deh. Jujur gue lebih milih Reza pacaran sama Zeano sih dari pada sama siswi culun itu" batin Gio lagi.
"Lu ada kaga?" tanya Reza yang langsung membuyarkan lamunan dan batinan Gio.
"Ada, bentar" ucap Gio setelahnya.
"Nih" ucap Gio kemudian, sambil menyerahkan sebuah foto yang menampilkan seorang pemuda manis yang memakai seragam khas dari sekolah mereka.
Foto tersebut di ambil tadi pagi oleh seorang siswa, jangan bingung kenapa foto tersebut bisa diambil.
Sekolah milik Papanya Zeano ini memperbolehkan seluruh siswa atau pun siswi untuk membawa hp, dan itu pun wajib.
Jadi jika ada siswa/i yang tak mengerti atau melewatkan jam pelajaran dari salah satu guru dapat mempelajari nya sendiri melewati hp mereka masing masing.
Namun setiap bulan hp hp mereka akan di cek isi yang berada di dalam hp mereka tersebut, jika isinya adalah hal yang aneh aneh, hp tersebut akan di sita sampai akhir semester selesai.
Bagi yang tidak aneh aneh alias bersih, kalian tentu akan menghela nafas lega karena berhasil melewati pemeriksaan hp tersebut.
"Jadi gimana?" tanya Gio kemudian saat melihat sedari tadi Reza menatap serius foto Zeano yang ia tunjuk kan tadi.
"Manis" jawab Reza singkat.
"Nah bener kan? Lu gak bakal bisa menolak pesona dari Zeano!" teriak Gio happy,
"Agaknya Reza udah bakal gak suka lagi deh sama si Nada Nada itu, ck ngebayangin Nada berdampingan dengan Reza aja gue rasanya pen muntah mendadak"
"Nada dan Reza bagaikan air dan minyak, eh? Ralat, maksudnya Nada lah yang tak pantas bagi Reza yang sangat sempurna di mata orang orang" ucap Gio berbatin, setelahnya ia pun kemudian tersenyum penuh arti.
.
.
.
T.B.C
__ADS_1