Zeano Transmigrasi

Zeano Transmigrasi
16


__ADS_3

"Zeano Arsyakala, bukan. Maksudnya adalah Zeano Kiell Xevanon, anak dari keluarga Xevanon, kaya namun menganggap dirinya sebagai orang sederhana, bersekolah di SMA LINTANG BUMI, sekolah yang dikelola oleh keluarga Xevanon, bertransmigrasi ke tubuh Zeano Arsyakala karena mengumpati novel yang ia baca"


"Huh? Menarik, apakah sekarang saatnya membuka portal itu?" monolog seseorang bertopeng hitam yang menutupi seluruh wajahnya, membaca selembar kertas yang berisikan tentang hal hal yang berkaitan dengan Zeano.


Siapakah kira kira orang itu?


Membuka portal, artinya menyatukan dunia novel dengan dunia nyata.


Tentu itu akan membuat kekacauan yang sangat besar, bukan besar lagi tapi sangat sangat besar!


Bayangkan saja dunia novel yang kisah endingnya, awalnya serta apalah itu, jika disatukan dengan dunia asli atau dunia nyata kita tentu akan membuat kebingungan massal bukan bagi semuanya?


Begitulah dengan portal ini, portal yang akan menyatukan dunia kita dengan dunia fiksi.


Semua yang tak bisa terjadi di dunia nyata dapat terjadi di dalam cerita fiksi atau novel.


Mau itu mafia, koruptor, serta dll bisa diatasi dengan kekuasaan, di dunia nyata memang bisa, namun yahh tak semua orang memiliki kekuasaan yang tinggi bukan?


Di dunia nyata uang adalah segalanya, dan di dunia novel juga begitu.


Jadi..


Apakah portal tersebut memang dapat bisa menyatukan dunia kita dengan dunia novel?


Kita lihat saja Nanti.


"Gio, makasih ya udah nganterin gue pulang" ucap Zeano berterimakasih pada Gio yang telah mengantarkan ia pulang ke rumah.


Lebih tepatnya Gio sedang menepati janjinya pada Zeano.


"Hm, sama sama" ucap Gio singkat, kemudian melajukan kembali motornya di jalanan untuk kembali lagi ke rumahnya sendiri.


"Huftt, hari ini melelahkan sekali" gumam Zeano sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah; mansion.


"Huhu, sabar ya teman. Maaf tadi gue kaga bisa bantuin"Cici tiba tiba saja membalas ucapan dari

__ADS_1


Zeano.


"Sumpah Ci, jahat bett elu main ninggalin gue sama singa yang lagi dalam fase kawin kek gitu! Jahad banget kamoehh masszehh!" ucap Zeano mendrama.


"Elah, lemah bett. Baru juga kek gitu, gue juga punya alasan tersendiri tadi ninggalin lu" ucap Cici malas.


"Alasan apaan?" tanya Zeano bingung.


"Biar lebih enaknya ke kamar lu aja dulu, ntar gue ceritain semuanya di sana" ucap Cici dengan nada serius.


"Okey"


- Di kamar Zeano-


"Jadi?" tanya Zeano bingung.


"Ada sedikit masalah" balas Cici.


"Masalah apaan? Ringan or berat?" tanya Zeano makin bingung.


"Rada berat, ada seseorang yang tau akan identitas lu, dia ngebuat portal untuk menyatukan dunia novel ini dengan dunia nyata! Dan masalah itu akan membuat suatu masalah yang semakin besar dan besar!"ucap Cici menjelaskan.


"Iya gue serius!" ucap Cici membalas.


"Terus masalah ini akan selesai kapan?" tanya Zeano pada Cici.


"Masalah ini akan selesai jika kita sudah menemukan orang tersebut dan lalu menghancurkan portal yang ia buat, sehingga dunia nyata akan bisa kembali berjalan normal" ucap Cici dengan nada yang err, serius.


"Tapi," lanjut Cici ragu.


"Tapi apaan Ci?" ucap Zeano bertanya pada Cici, sungguh ia bukannya mengerti malah makin bingung dengan ini semua.


"Harus ada yang berkorban, karena setelah portal hancur salah satu dari dunia ikut hancur, bisa jadi itu dunia novel dan dunia elu" ucap Cici.


Deg,

__ADS_1


Seketika saja jantung Zeano tiba tiba saja berhenti berdetak selama beberapa detik.


"Memang harus mengorbankan salah satu dunia ya? Tak ada pilihan lain kah?" tanya Zeano dengan mata yang sudah berkaca kaca, ia tak mau dunia novel ini dan dunia tempat ia tinggal ini harus hancur.


la tak mau, sungguh tak mau! Teman temannya yang berada di dunia nyata, serta di dunia novel..


la tak mau mereka menghilang!


Terlebih lagi, ia juga tak mau jika dunia tempat ia seharusnya juga hancur!


"Sebenarnya ada cara lain" ucap Cici.


"Katakan caranya, gue akan berusaha untuk melakukan nya!" ucap Zeano dengan nada yang serius.


"J-jika lu ingin dunia novel dan dunia nyata tidak hancur atau pun menghilang, lu harus mengorbankan diri lu sendiri Zean "ucap Cici sedikit tergagap. Zeano tiba tiba saja terdiam,


Hah, tak papa kan jika ia mengorbankan dirinya sendiri untuk keselamatan kedua dunia ini?


Jika ia egois dan tidak mengorbankan dirinya,


Tentu salah satu dunia ini akan hancur tanpa jejak.


"Baiklah, gue mau kok ngorbanin diri, raga atau apalah itu demi dunia novel dan dunia nyata ini!" ucap Zeano yakin.


"Lu bener bener yakin? Tapi lu gak boleh Zean! Lu harus hidup! Ini semua salah gue, kenapa gue harus kesal gegara elu mengumpati novel buatan gue, seharusnya gue yang ngorbanin diri hiks, tapi gue gak bisa, karena gue cuma makhluk yang tak punya tubuh tetap "ucap Cici sambil terisak pelan.


"Ci, ini bukan salah lu! Ini salah gue asal lu tau, seharusnya gue yang memang harus berkorban, karena gue lah yang ngebuat elu kesal terus masukin gue ke novel buatan elu ini kan?" ucap Zeano dan diakhir ucapannya bertanya.


"Zeano, lu harus hidup! Pokoknya harus hidup!"


"Lu gak boleh egois Ci, ini demi dunia novel dan dunia nyata okey? Jadi jangan egois ya?"


.


.

__ADS_1


.


T. B. C


__ADS_2