Zeano Transmigrasi

Zeano Transmigrasi
8


__ADS_3

"Eh, Mah! Ini wortelnya di kupas dulu kan kulitnya?" tanya Zeano sambil menunjukkan sebuah wortel ditangannya.


"Iya Zean, kulitnya di kupas dulu. Baru entar di potong potong" balas Asila yang masih fokus mengupas kulit kentang.


"Ohh oke deh Mah" ucap Zeano sambil mengangkat tangannya membentuk tanda oke.


"Zean sama Mama kenapa di dapur?" tanya seseorang; yang tak lain adalah Rendra.


"Lagi masak Sup Ayam!" ini bukan Asila yang menjawab, tapi Zeano.


Sementara Asila masih nyiapin bumbu bumbu, jadi kupingnya rada budek ya pembaca [smile].


"Ohh, Papa boleh bantu juga gak?" tanya Rendra pada Zeano.


"Boleh Pah!" balas Zeano sambil menyerah kan pisau yang ia pegang tadi untuk mengupas kulit wortel tadi.


"Papa harus ngapain?" tanya Rendra menatap bingung pisau yang di berikan oleh Zeano pada nya.


"Motong motongin wortel yang udah Zean kupas kulit nya itu" balas Zeano sambil menunjuk ke arah tumpukan wortel wortel yang sudah ia kupas kulitnya tadi.


"Lah, terus ntar Zean ngebantu apaan kalau Papa yang motongin wortelnya?" tanya Rendra lagi.


"Ya gak ngapa ngapain lah, ahahaha!" balas Zeano sambil tertawa garing.


"Astagfirullah, punya anak gini bener" nah kan langsung berucap nih si Bapak.


"Ohh iya Pah, foto foto dulu yuk!" ajak Zeano sambil menunjuk kan hp nya pada Papanya; Rendra.


"Kiw, ayoo!" bukan Rendra yang membalas, tapi Asila yang sudah selesai dengan acara menyiap nyiapkan bumbu bumbu nya.


"Ayoo!" seru Zeano dan Rendra kompak.


Cekrek!


Dan satu foto pun berhasil di dapatkan,


"Gimana gimana? Bagus gak fotonya?" tanya Asila kepo.


"Bentar Mah" ucap Zeano sambil mengecek foto mereka bertiga tadi.


"Bagus kok Mah, nih lihat!" ujar Zeano sambil menunjukkan hasil foto mereka tadi.


"Ihh bagus! Cantik bett Mama dalam foto nya!" ucap Asila pede.


"Alah, gantengan juga Papa. Nih, Papa perfect bett dalam fotonya" hadehh malah si Papa ikut ikutan.


"Iyain aja deh" gumam Zeano menatap mereka; kedua orangtua nya malas.


"Eh, acara masak memasaknya kaga di lanjut nih? Udah laper loh Zean!" ujar Zean sambil menggembungkan pipi nya kesal.


"Ohh iya Mama sampai lupa, yaudah Zean tunggu aja di meja makan" suruh Asila sambil kemudian melaksanakan kembali acara memasak Sup Ayam ntu.


"Loh? Terus Papa?" tanya Rendra sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Ya bantuin Mama lah!" ujar Asila sambil menarik tangan suaminya.


"Huh" dan Rendra hanya dapat mendengus kesal melihat Zean yang sudah duduk manis menunggu jadi Sup Ayam tersebut di meja makan.


Dan setelah Sup Ayam itu jadi, Asila pun segera langsung meletakkan nya di atas meja makan.


Lalu mereka pun akhirnya makan dengan tenang, tapi Rendra pun bertanya pada Zeano di sela sela acara makan mereka.


"Zean, kamu udah punya pacar belum?" tanya Rendra sambil menatap wajah putranya itu.

__ADS_1


Zeano yang sedang menyeruput kuah Sup Ayam buatan mereka tadi pun akhirnya tersedak karena kaget.


Bukannya ngebantuin Zeano yang hampir mati konyol gegara kesedak, tapi malah Asila dan Rendra malah ngakak ngelihat kejadian tersebut.


"Ishh! Gak lucu ih!" kesal Zeano saat rasa sesak di dadanya akibat ia barusan tersedak tersebut sudah lumayan reda.


"Ahaha" dan Asila malah makin ngakak ngedengernya.


"Ihh Mama!" teriak Zeano tambah kesal.


"Lagian reaksi Zean lucu pas Papa nanyain tadi, kamu udah punya pacar apa belum?" ujar Asila sambil mengelap air matanya yang keluar dari sudut matanya, akibat kebanyakan ngakak.


"Ahaha, Papa setuju sih" ucap Rendra mengiyakan.


"Au ah! Ngambek nih Zean!" ucap Zean sambil memalingkan wajahnya kesal.


"Eh, jangan ngambek ih!" ujar Asila sambil menghentikan tawanya.


"Haduh, iya. Jangan ngambek ya?" tanya Rendra membujuk Zean agar nggak ngambek lagi.


"Huh" dan Zeano malah membalas bujukan mereka dengan dengusan kesal.


"Anaknya Papa jangan ngambek ya? Nanti Papa kasih apa aja ke Zean !" ucap Rendra pada Zeano.


"Apa aja kan?" tanya Zeano menatap Papanya ragu.


"Iya apa aja" balas sang Papa; Rendra.


"Hmm, kalo gitu Zean mau hewan peliharaan!" ujar Zeano semangat.


"Oke, Zean mau hewan peliharaan apa? Anjing?


Hamster? Kucing?" tanya Rendra pada Zeano, bayangin aje cugg jenis hewan peliharaan kan banyak.


"Yaudah deh, besok Papa sama Mama nganterin kamu ke toko hewan peliharaan" ucap Rendra.


"Oke! Tapi jangan bohong ya Pah!" ucap Zeano sambil menatap tajam Papanya.


"Yakali lah Papa bohong!" Rendra.


"Ahaha, udah udah. Mending lanjutin aja acara makannya kalian" tegur Asila sambil menatap anak dan suaminya bergantian.


"Hm" dehem keduanya kompak.


Dan bener saja, Papanya; Rendra tak berbohong padanya.


Rendra memang benar membawanya untuk pergi ke toko hewan peliharaan.


Dan disinilah Zean, berada di toko hewan peliharaan yang paling populer di kotanya.


"Zean, ayo masuk" ucap Rendra sambil menatap sang putra yang sedari tadi menatap kagum bangunan toko tersebut.


"Ayo!" seru Zean yang sudah tersadar dari lamunannya.


"Sini, gandeng tangan Mama" ucap Asila sambil mengulurkan tangan nya, dan langsung di terima oleh Zeano.


Pada saat mereka masuk pun, mereka langsung di sambut baik oleh pemilik toko tersebut.


"Selamat datang Tuan Rendra dan Keluarga" sambut pemilik toko hewan peliharaan tersebut sambil menunduk sopan.


"Terima kasih sambutannya pak Daniel, tapi jangan basa basi ke saya dan keluarga saya. Kita teman lama kan?" ujar Rendra sambil tersenyum kecil.


"Ahaha, tapi saya harus menyambut tamu penting seperti kalian" balas Daniel sambil tertawa pelan.

__ADS_1


"Ohh iya, itu anak kamu?" tanya Daniel kemudian sambil menunjuk ke Zeano.


"Iya, namanya adalah Zeano Arsyakala" balas Rendra.


"Mah! Lihat, kucingnya lucu!" ucap Zeano yang sedang melihat lihat beberapa kucing yang berada di kandang kandang yang berada di toko hewan peliharaan ini.


"Ihh iya, gemesin kayak Zean!" balas Asila sambil sedikit bercanda.


"Ish Mama, Zean itu ganteng bukan gemesin!" balas Zeano sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ahaha iya deh, Zean ganteng. Ohh iya, Zean mau melihara kucing yang ini?" tanya Asila.


"Emm, iya!" ucap Zeano seraya mengangguk kecil.


"Ohh oke deh, bentar ya sayang. Mama mau manggil yang punya tokonya dulu" ucap Asila pada Zeano.


"Oke Mah!" Zeano.


"Ohh iya, Zeano jangan kemana mana ya. Disini aja, paham kan apa yang Mama bilang?" ucap Asila pada Zeano, dan Zeano hanya mengangguk anggukan kepalanyan paham.


"Oke, bagus" ujar Asila sambil mengusap surai lembut putranya pelan.


"Heii" sebuah suara menghentikan aktivitas yang dilakukan Zeano, yaitu melihat lihat kucing yang terkurung di kandang itu.


"I-iya? Kenapa ya kak?" tanya Zeano sambil menatap polos seseorang yang menyapa nya.


"Namu kamu siapa?" tanya orang tersebut.


"Emm, nama aku Zean kak" jawab Zeano sambil tersenyum manis.


"Ohh, nama gue Reza. Salam kenal" ucap Reza sambil mengulurkan tangannya, tanda ingin berjabat tangan ygy.


"Iya kak" ucap Zeano sambil membalas uluran tangan tersebut.


"Reza, kenapa disini?" tanya Daniel pada anaknya, dan di belakang nya ada juga Mama dan Papanya Zeano.


"Tadi Reza bosan, jadi Reza ke tokonya Papa deh" balas Reza sambil menatap Papanya.


"Ohh iya, udah kenalan belum sama anaknya teman. Papa?" tanya Daniel pelan.


"Udah Pah, baru aja" balas Reza.


"Yaudah deh, ohh iya. Zean mau kucing yang itu kan?" tanya Daniel pada Zeano, dan Zeano hanya mengangguk kecil.


"Ambil aja deh, gausah bayar. Sebagai tanda terima kasih udah mau temenan sama anak Om yang datar nya kayak triplek" ucap Daniel sambil mengelus pelan kepala Zean.


"Huh?" dan Zean hanya menatap Daniel bingung.


"Gausah Niel, lagi pula di sini kami juga beli" tolak Rendra pada teman lamanya itu.


"Duh, kayak gimana aja sama teman lama lu sendiri. Gapapa gratis" ujar Daniel sambil tersenyum kecil.


"Astaga, kan kami beli. Jadi gapapa bayar aja, berapa totalnya?" tanya Asila sambil mengeluarkan kartu hitamnya; black card nya.


"Gue gak nerima penolakan ya" ucap Daniel sambil pura pura menunjukkan ekspresi wajah marah.


"Astaga, yaudah deh" balas Asila sambil memasukkan kembali black card nya.


.


.


.

__ADS_1


T. B. C


__ADS_2